Oleh
Renia Ningsih Razak (Pegiat Literasi)
Perdamaian sebuah kata yang menggambarkan tentang kehidupan yang damai, tentram dan nyaman dirasakan oleh para penduduknya. Tapi kata 'Perdamaian' yang terjadi di negeri Palestina bukanlah perdamaian yang nyata, tetapi penderitaan, penindasan, pemboman yang terus terjadi terhadap kaum muslim di Gaza Palestina. Kata ' Board of Peace' sebuah kata 'perdamaian yang dinobatkan oleh negara adidaya hanya sebatas kata untuk berbasa-basi terhadap negara lain yang mengikutinya.
Sungguh itu adalah hal yang sangat tidak mencerminkan perdamaian. Terlebih lagi banyak negeri muslim yang turut andil atau bergabung di 'Board of Peace' padahal tanah Palestina itu adalah hak warga Palestina bukanlah milik israel.
Dilansir dari tempo.co (5/3/2026), desakan agar Indonesia menarik status keanggotaan dari forum Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) kian menggema usai Amerika Serikat bersama sekutunya Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Iran, akhir pekan lalu.
Peristiwa itu memicu kritik keras publik Indonesia. Mulai dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Koalisi Masyarakat Sipil, Perguruan Tinggi, hingga mahasiswa mendesak Presiden Prabowo Subianto menarik status keanggotaan Indonesia di BoP. Mereka menilai BoP yang dimaksud tidak merujuk pada Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803, khususnya terkait mandat penyelesaian isu Palestina.
*Akar Masalah*
Gencatan senjata yang sudah dilakukan berulang-ulang kali untuk tidak menindas, membom, atau membunuh saudara-saudara muslim di Gaza tapi tetap saja tidak di hiraukan atau dipedulikan oleh para Zionis Israel. Mereka tetap saja terus melakukan penindasan bahkan melakukan penyerangan dengan menggunakan bom yang bisa membuat manusia atau benda-benda lainnya menguap dan rata dengan tanah. Sungguh sangat keji dan biadabnya Zionis Israel tersebut. Selain melakukan genosida di Gaza, mereka melakukan penyerangan juga di Iran. Penyerangan dengan brutal.
Keinginan Israel adalah memiliki tanah Palestina dan menguasai negara-negara lain di sekitarnya untuk mendirikan Israel Raya. Tidak heran, meraka melakukan segaa cara mulai dari yang soft (kerja sama) hingga yang hard (perang).
Jika dicermati, pembentukan BoP memiliki agenda terselubung dan tentunya bertentangan dengan hukum dan kemanusiaan sehingga idealnya negara lain tidak tergabung dalam organisasi saingan PBB ini, misalnya bertentangan dengan hukum internasional tentang penjajahan, serta melanggar dan bertentangan dengan hukum negara tertentu seperti Indonesia yaitu bertentangan dengan UUD 1945 bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa.
Karena itu, sudah sewajarnya jika negeri muslim termasuk Indonesia tidak tergabung dalam BoP karena sama saja menjadikan kaum kafir sebagai pemimpin mereka, sebaliknya yang harus dilakukan negeri-negeri muslim yaitu membebaskan Palestina dengan Jihad dibawah persatuan bendera Khilafah.
*Pandangan Islam*
Melihat situasi yang sungguh sangat menyayat hati, para saudara muslim kita di tindas dengan sangat sadis yang dilakukan para zionis tersebut. Solusi satu-satunya adalah menegakkan kembali Khilafah, menyatukan seluruh pasukan militer negeri kaum muslim dan bersatunya masyarakat dalam mendukung dan membela negeri Palestina.
Bukan hanya sekedar kecaman belaka dan pembentukan organisasi berkedok perdamaian, tetapi faktanya di negeriPalestina masih terjadi pemboman. Bukan hanya sekedar kata 'perdamaian' tapi seharusnya terwujudnya 'Perdamain' yang sesungguhnya sehingga Zionis Isreal tidak bertindak semena-mena lagi dan bertujuan ingin merebut tanah Palestina.
Semoga persatuan umat dibawah bendera Khilafah segera terwujud, sehingga tercipta perdamaian yang sesungguhnya dan tentunya memberikan pelajaran yang setimpal kepada Zionis Israel dan sekutunya bahwa tidak akan ada lagi negeri muslim yang terjajah jika Khilafah tegak. Wallahualam bishowab.

No comments:
Post a Comment