Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Agresi Zionis dan Penutupan Al-Aqsa: Darurat Perwujudan Perisai Umat

Wednesday, March 25, 2026 | Wednesday, March 25, 2026 WIB


Oleh. Ammylia Ummu Rabani
Muslimah Peduli Umat


Agresi yang terus dilakukan oleh entitas Zionis di Palestina kembali menambah daftar panjang penderitaan kaum Muslimin. Serangan udara yang menghantam wilayah Gaza tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga merenggut ratusan nyawa, termasuk para tenaga medis yang seharusnya dilindungi dalam situasi konflik. Di saat yang sama, akses menuju Masjid Al-Aqsa ditutup bagi warga Palestina—sebuah tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah.


Peristiwa ini bukan sekadar konflik biasa, melainkan potret nyata dari penindasan sistematis yang terus berlangsung terhadap umat Islam. Pertanyaannya, sampai kapan kondisi ini akan terus terjadi? Dan di manakah kekuatan yang seharusnya melindungi umat?


Realitas Penindasan yang Terus Berulang

Apa yang terjadi di Gaza dan Al-Aqsa menunjukkan bahwa kaum Muslimin masih berada dalam posisi yang lemah di hadapan kekuatan global. Serangan demi serangan terus terjadi tanpa adanya perlindungan nyata yang mampu menghentikannya secara tuntas.


Lebih ironis lagi, berbagai upaya diplomasi yang diinisiasi oleh negara-negara besar sering kali tidak menghasilkan solusi yang adil. Alih-alih menghentikan agresi, berbagai kesepakatan justru cenderung menguntungkan pihak yang lebih kuat.


Dalam konteks ini, perdamaian yang ditawarkan sering kali bukanlah perdamaian yang hakiki, melainkan sekadar alat untuk menjaga stabilitas yang menguntungkan kepentingan tertentu.


Dominasi Kepentingan dalam Sistem Global

Sistem internasional saat ini berjalan di atas landasan kepentingan dan kekuatan, bukan kebenaran dan keadilan. Negara-negara adidaya memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah kebijakan global, termasuk dalam konflik Palestina.


Akibatnya, penyelesaian yang dihasilkan sering kali tidak berpihak kepada pihak yang tertindas. Nilai-nilai kemanusiaan kerap dikalahkan oleh kepentingan politik dan ekonomi.


Dalam sistem seperti ini, wajar jika penindasan terus terjadi. Selama kekuatan menjadi tolok ukur utama, maka pihak yang lemah akan selalu berada dalam posisi yang dirugikan.


Akar Persoalan: Ketiadaan Kekuatan Pelindung Umat

Salah satu pertanyaan mendasar yang perlu diajukan adalah: mengapa umat Islam tidak mampu menghentikan penindasan ini?


Jawabannya tidak sederhana, tetapi salah satu faktor utama adalah ketiadaan kekuatan politik yang menyatukan umat secara global. Saat ini, umat Islam terpecah dalam berbagai negara dengan kepentingan masing-masing. Kondisi ini membuat respon terhadap penindasan menjadi tidak terkoordinasi dan tidak efektif.


Padahal, jika potensi umat disatukan—baik dari sisi sumber daya manusia, ekonomi, maupun militer—maka umat Islam memiliki kemampuan besar untuk melindungi dirinya.


Namun selama sekat-sekat tersebut masih ada, kekuatan umat akan tetap terfragmentasi dan sulit untuk menghadirkan perlindungan yang nyata.


Masjid Al-Aqsa: Simbol yang Terluka

Penutupan akses ke Masjid Al-Aqsa bukan hanya persoalan pembatasan ibadah, tetapi juga simbol dari lemahnya posisi umat Islam. Al-Aqsa memiliki nilai spiritual dan historis yang sangat tinggi bagi kaum Muslimin.


Ketika akses ke tempat suci ini dapat ditutup secara sepihak, hal itu menunjukkan bahwa tidak ada kekuatan yang mampu menjamin kebebasan beribadah bagi umat Islam di sana.


Ini menjadi pengingat bahwa persoalan Palestina bukan hanya persoalan wilayah, tetapi juga persoalan kehormatan umat.


Menuju Kesadaran dan Perubahan

Kondisi ini seharusnya menjadi bahan refleksi bagi umat Islam di seluruh dunia. Penindasan yang terus berulang tidak akan berhenti jika tidak ada perubahan mendasar dalam cara umat memandang dan menyelesaikan persoalan.


Diperlukan kesadaran kolektif bahwa persatuan dan kekuatan adalah kunci untuk menghadapi tantangan global. Umat Islam tidak cukup hanya bersimpati atau mengutuk, tetapi perlu memikirkan langkah strategis yang mampu memberikan dampak nyata.


Selain itu, penting untuk membangun kesadaran bahwa perjuangan tidak hanya bersifat emosional, tetapi juga harus terarah dan berkelanjutan.


Mencari Perisai Umat

Agresi di Gaza dan penutupan Masjid Al-Aqsa adalah pengingat bahwa umat Islam masih membutuhkan perlindungan yang kuat. Tanpa adanya kekuatan yang mampu menjaga kepentingan umat, penindasan akan terus berulang dalam berbagai bentuk.


Oleh karena itu, momentum ini harus dimanfaatkan untuk membangun kesadaran, memperkuat persatuan, dan mencari solusi yang mampu menghadirkan keadilan yang sesungguhnya.


Sebab pada akhirnya, kemenangan tidak hanya ditentukan oleh siapa yang paling kuat, tetapi juga oleh siapa yang memiliki keteguhan dalam memperjuangkan kebenaran.


No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update