Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Peran Negara dalam Menangani Kecelakaan

Thursday, February 05, 2026 | Thursday, February 05, 2026 WIB Last Updated 2026-02-05T00:44:37Z



Muthya 

Ibu Rumah Tangga 

Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung membuat taman laka yang melibatkan wanita di daerah Jawa barat. Taman itu disebut Taman Pacantells (Pangulinan Cacah Menak-Taman Edukasi Lalu lintas Sabilulungan) sebagai taman edukasi lalu lintas untuk masyarakat, terutama bagi wanita dan anak-anak. Juga semua kalangan dan dikelola secara bersama-sama.

Pemerintah Daerah membuat Taman Edukasi Pacantells ini karena adanya kecelakaan yang tidak teredukasi. Data menyebutkan korbannya sebagian besar ibu dan anak. Inisiasi terbentuknya inovasi pendayagunaan Taman Pacantells, untuk menurunkan jumlah dan tingkat kematian atau jumlah korban jiwa yang disebabkan oleh suatu kecelakaan, baik kecelakaan lalu lintas maupun kerja. Melalui konsep pelatihan keselamatan bagi ibu-anak dengan memanfaatkan kekuatan hubungan ibu-anak. (rri.co.id. 23/1/2026)

Pacantells (Pangulinan Cacah Menak- Taman Edukasi Lalu Lintas Sabilulungan) diambil dari campuran Bahasa Sunda dan Indonesia memiliki arti taman bermain untuk semua kalangan. Program ini merupakan kapitalisasi golden age, yaitu masa keemasan balita sebagai media pembentukan budaya bangsa yang selamat lalu lintas.

Edukasi lalu lintas sangat penting bagi kebanyakan orang yang masih kurang memahami aturan ĺalu lintas, dan bisa berakibat fatal. Banyak kecelakaan yang terjadi, tanpa ada saksi atau korban yang melaporkan kejadian tersebut. Hal ini bisa membuat proses investigasi lebih sulit. Untuk mengatasinya harus ada cara yang bisa mendeteksi suatu kejadian, mengurangi kecelakaan seperti memasang cctv di jalan-jalan. Kemudian memperbaiki jalan yang berlubang yang merupakan faktor penting, dan harus ada kerja sama dengan masyarakat.

Kecelakaan lalu lintas seringkali berakar dari kurangnya pengawasan, regulasi yang lemah, serta kelalaian, baik dari pengguna jalan maupun pihak terkait. Selain itu sarana kelengkapan pengendara tidak lengkap seperti SIM, dan lainnya. Ini disebabkan karena masyarakat sulit untuk mendapatkannya. Untuk memiliki perlengkapan pengendara banyak kebijakan dan persyaratan. Sehingga masyarakat mengabaikannya, dan ketika kecelakaan terjadi tidak ada identitas yang jelas. 

Dalam sistem kapitalis kenyataanya menunjukkan bahwa negara sudah kehilangan daya urus atas rakyatnya. Paradigma sekuler kapitalisme sudah mempengaruhi pemikiran para penguasa sedemikian rupa, sehingga mereka membangun hubungan dengan rakyatnya bukan seperti penggembala dan yang digembala, melainkan sebagai regulator yang memandang semua urusan dengan kacamata pengusaha. Penguasa lebih memperhatikan untung rugi, termasuk dalam memenuhi hak-hak rakyatnya. 

Islam memberikan edukasi komprehensif mengenai lalu lintas yang tidak hanya fokus pada teknis berkendara, tetapi juga etika (adab) dan keselamatan sebagai bagian dari ketaatan kepada Allah Swt.

Edukasi lalu lintas dalam Islam bagi wanita dan masyarakat umum senantiasa  menjaga keselamatan dalam berlalu lintas. Hal itu sejalan dengan tujuan hukum Islam yaitu menjaga jiwa. Mengabaikan aturan yang menyebabkan kecelakaan dianggap melalaikan kewajiban menjaga keselamatan diri dan orang lain.

Islam melarang duduk-duduk di pinggir jalan yang dapat mengganggu pengguna jalan lain, sesuai hadis tentang haqqut thariq (hak jalan). Ketika mengawali perjalanan, disunnahkan membaca doa naik kendaraan untuk memohon perlindungan. Muslim diajarkan untuk tidak berjalan atau berkendara dengan congkak/sombong, serta tidak banyak bergerak yang tidak pantas di jalan,l Allah swt berfirman; 

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. ” (QS Luqman : 18).

Menaati aturan lalu lintas seperti lampu merah, marka jalan, dàn batas kecepatan dianggap sebagai bagian dari ketaatan kepada ulil amri (pemerintah/otoritas) selama aturan tersebut bertujuan untuk keselamatan umum. Berkendara dengan disiplin mencerminkan akhlak seorang muslim yang menghormati hak orang lain di jalan.

Menyoroti tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia, solusinya adalah negara menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan seluruh rakyat. Termasuk di dalamnya membangun dan memelihara infrastruktur jalan.

Di beberapa daerah, diterapkan pendekatan edukasi lalu lintas yang unik, seperti tilang syariah. Di mana pelanggar (terutama yang ringan) diberikan alternatif untuk membaca Al-Qur'an sebagai bentuk pembinaan karakter. Islam memandang lalu lintas sebagai ruang publik yang harus dijaga keamanannya. Edukasinya mencakup kedisiplinan, adab, tanggung jawab (amanah), dan keselamatan (hifz an-nafs).

Jelas ada perbedaan pengurusan umat dalam sistem Islam dan sistem kapitalisme. Islam sangat memperhatikan keamanan rakyatnya. Hal itu terbukti dalam sejarah peradabannya, yang mencapai kegemilangannya selama 12 abad, rakyat sejahtera dan keamanan terjamin. Hanya sistem Islamlah yang bisa memenuhi dan menjamin keamanan serta kebutuhan rakyatnya.


Wallahu A'lam bish shawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update