Oleh: Suryani
KUDUS, KOMPAS.TV – Ratusan pelajar SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami keracunan usai menyantap menu makan bergizi Gratis atau MBG. Berdasarkan data dinas kesehatan Pemkab Kudus pada kamis (29/1/2026), jumlah siswa yang mengalami keracunan hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit mencapai 118 orang.
Dari liputan 6.com – Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Manado, Billy Christian Kereh merilis data terbaru korban keracunan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang tersebar di empat fasilitas kesehatan berbeda. Berdasarkan data per 28 januari 2026, total korban yang terdata mencapai angka 197 yang tersebar di empat rumah sakit.
detiknews.com – Sebanyak 803 orang di kabupaten grobongan diduga keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG). Tim Satuan Tugas (Satgas) menyebut penyedia MBG itu dari SPPG grobongan gubug kwaron 1. dari 803 orang yang terdampak, 54 diantaranya masih di rawat di rumah sakit.
Apa itu Program MBG (Makan Bergizi Gratis):
MBG merupakan program yang dikeluarkan pemerintah indonesia yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Sasaran program ini yaitu anak-anak sekolah, kelompok rentan gizi seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Adapun tujuannya yaitu mendukung pembangunan SDM unggul, memberdayakan ekonomi lokal, dan yang paling penting yaitu mengatasi masalah stunting dan gizi buruk.
Dari semua fakta kasus di atas kita menyadari bahwa implementasi dari program tersebut tidak semulus dengan harapan yang ingin di capai karena dampak dari program MBG ini membahayakan masyarakat yang dapat berujung pada kematian. Perlu tindakan tegas dan pentingnya peran negara ataupun bandan-badan yang terikat untuk memperhatikan hal ini, terhadap kebijakan MBG untuk di evaluasi kembali dengan adanya beberapa kasus yang terjadi.
Analisis:
Profit dan Kualitas: salah satu yang harus diperhatikan adalah bahwa program ini akan lebih berorientasi pada keuntungan (profit) daripada kualitas gizi. Perusahaan yang ditunjuk sebagai penyedia makanan bisa saja menekan biaya untuk memaksimalkan laba, yang berisiko mengorbankan kualitas bahan baku dan proses pengolahan yang memungkinkan memicu kasus keracunan dan masalah kesehatan lainya sehingga dirasa perlu pengawasan yang ketat dari ahlinya baik berupa ahli gizi atau lainya dalam proses pengolahan MBG sampai ke tangan pengonsumsinya.
Program makan gratis adalah solusi sementara yang tidak menyentuh akar permasalahan baik itu kemiskinan, ketidaksetaraan, ataupun solusi dari gizi buruk. Dalam pandangan ini, kemiskinan dan gizi buruk adalah produk dari sistem kapitalisme yang menciptakan ketidakadilan ekonomi, dan program sosial seperti ini hanya berfungsi untuk meredam dampak negatif tersebut yang mana justru menambah masalah baru lagi tanpa mengubah struktur sistem yang ada.
Kontruksi islam:
Islam mengajarkan bahwa keuntungan tidak boleh di cari dengan cara merugikan orang lain selain itu islam memandang kebebasan harus dibatasi oleh etika hukum dan syariat untuk menjamin keadilan sosial. Dari perspektif Islam, kapitalisme murni dikritik karena beberapa hal yang dianggap sebagai akar masalah sosial, termasuk isu gizi buruk dan ketimpangan. Kapitalisme cenderung menempatkan laba sebagai tujuan utama. Hal ini dapat mendorong penyedia makanan dalam program gratis bisa saja mengurangi kualitas demi keuntungan, yang pada akhirnya membahayakan kesehatan anak-anak. Sebaliknya, Islam mengkritik mentalitas ini dengan mengajarkan bahwa keuntungan tidak boleh dicari dengan cara yang merugikan orang lain. Dalam sistem Islam, etika (seperti larangan riba dan penimbunan barang) adalah bagian integral dari keyakinan. Ini bertindak sebagai pengawas internal yang meminimalisir praktik curang, memastikan kualitas makanan tetap terjaga tanpa harus menunggu inspeksi pemerintah.
Wallahu 'alam.

No comments:
Post a Comment