Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Generasi Muda Takut Nikah

Tuesday, December 09, 2025 | Tuesday, December 09, 2025 WIB Last Updated 2025-12-09T12:35:09Z

Oleh. Puji 

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada 2024 sekitar 69,75℅ pemuda Indonesia ( usia 16-30 tahun) masih berstatus belum menikah. Survei yang dilakukan oleh Forum  Generasi Berencana (GenRe) tahun 2024 menunjukkan bahwa di kalangan pemuda usia 21-24 tahun hanya sekitar 26℅ yang menyatakan tidak takut menikah, artinya mayoritas menyatakan ragu atau takut  (https://www.kompasiana.com/19/10/2025).

Banyaknya generasi muda yang mengalami keraguan dan takut menikah karena mereka belum siap untuk menjalankan kewajiban sebagai suami istri. Generasi muda belum siap untuk membina keluarga dan rumah tangga secara mental maupun psikologis.  Terlebih adanya narasi "marriage is scary" memperkuat ketakutan akan pernikahan bagi generasi muda.  Hal ini semakin berkembang dan melanda generasi muda bangsa ini yang terpengaruh sehingga membuat mereka harus berfikir ulang untuk menikah di usia muda. 

Apalagi banyak anak muda menilai kestabilan ekonomi lebih penting daripada segera menikah. Dimana, pernikahan itu adanya tanggungjawab terkait nafkah bagi pihak suami serta tanggungjawab sebagai ibu dan pengatur rumah tangga bagi pihak istri. Selain itu, adanya budaya hedonis maupun materialis disertai kebebasan berekspresi ini juga mempengaruhi pikiran generasi muda sehingga mereka masih ragu ataupun takut untuk menikah di usia muda. Mereka takut dan ragu akan kehidupan pasca menikah yaitu menjadi pasangan suami istri dalam keluarga untuk membina rumah tangga. 

Banyaknya generasi muda yang takut dan ragu untuk menikah di usia muda tentunya berdampak juga pada populasi penduduk terutama pada menurunnya tingkat kelahiran.  Generasi muda saat ini mengalami rasa ragu dan takut melakukan pernikahan karena mereka beranggapan bahwa pernikahan itu sebagai beban bukan sebagai ladang kebaikan dan jalan melanjutkan keturunan yang diperbolehkan dalam Islam. Disamping itu, generasi muda kurang mengetahui bahwa pernikahan itu bisa menjadi solusi agar generasi muda tidak melakukan perbuatan zina.  Apalagi banyak generasi muda mengalami keraguan dan ketakutan menikah karena faktor kemiskinan yang terjadi karena kita menjadikan kapitalisme sekuler sebagai pedoman dalam kehidupan masyarakat dan negara.  Disamping itu adanya pengaruh media sosial  terkait budaya liberal juga menjadi salah satu faktor yang memberi pengaruh generasi muda ragu dan takut untuk menikah. 

Islam memandang bahwa pernikahan merupakan ibadah bukan sebagai beban. Pernikahan merupakan solusi bagi generasi muda agar tidak terjerumus kepada pergaulan bebas dan perzinahan. Pernikahan merupakan pintu gerbang awal untuk membina keluarga dan rumah tangga agar bisa melestarikan keturunan sesuai ajaran Islam dan Alquran. Penguatan institusi keluarga dengan mendorong pernikahan sebagai ibadah dan penjagaan terkait keturunan. Hal ini dilakukan untuk melindungi generasi muda dari perbuatan maksiat yang bisa membuat kerusakan seperti perzinahan maupun pergaulan bebas tanpa batasan norma agama maupun aturan sosial masyarakat.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update