Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Selamatkan Remaja dari Narkoba: Ancaman Nyata, Solusi Harus Menyeluruh

Sunday, November 30, 2025 | Sunday, November 30, 2025 WIB Last Updated 2025-11-30T01:15:39Z

 



Oleh. Siti Aisyah, S.Pd.I

Fenomena penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja semakin mengkhawatirkan dan menunjukkan bahwa generasi muda berada pada titik kritis. Realitas ini tampak jelas dari berbagai kasus yang terjadi di Indonesia, salah satunya di Jalan Kunti, Kecamatan Semampir, Surabaya—wilayah yang sudah lama dijuluki “kampung narkoba”. Julukan tersebut terkonfirmasi lewat berbagai penggerebekan yang dilakukan aparat, termasuk temuan bunker narkoba pada 20 November 2024.

Dalam tes urine yang dilakukan BNNP Jawa Timur terhadap puluhan pelajar di wilayah tersebut, 15 siswa SMP dinyatakan positif narkoba (kumparan.com, 14-11-2025). Kondisi lingkungan yang telah lama menjadi lokasi transaksi dan pesta narkoba membuat remaja di sekitarnya berada dalam bahaya besar. Situasi ini menunjukkan betapa lemahnya pengawasan lingkungan, masyarakat, dan negara terhadap generasi muda.

Sementara itu, secara nasional, bentuk-bentuk kenakalan remaja yang terjadi turut memperlihatkan betapa dalamnya generasi tergelincir: mulai dari kekerasan terhadap orang tua, penganiayaan antar teman, pencurian, perampokan, seks bebas, hingga kecanduan narkoba. Kasus-kasus yang muncul ke publik hanyalah bagian kecil dari fenomena gunung es yang jauh lebih besar.

Mengapa Remaja Mudah Terjerumus?

Menurut Dr. Graham Blaine, psikiater yang mengkaji perilaku penyalahgunaan zat, penyebab keterlibatan remaja pada narkoba tidak hanya berasal dari pribadi pengguna, tetapi juga dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Banyak remaja yang terpapar narkoba berasal dari kondisi keluarga yang disharmonis: sering dimarahi, tidak dihargai, kurang kasih sayang, atau berada dalam konflik berkepanjangan. Sebagian lain menjadi korban tekanan sosial, rayuan teman, pacar, atau kelompok pergaulan yang negatif. Minimnya edukasi tentang bahaya narkoba pun membuat mereka semakin rentan.

Fakta di Surabaya menunjukkan bahwa ketika lingkungan dibiarkan rusak—seperti kampung narkoba yang tidak diberantas secara tuntas—maka remaja yang tinggal di dalamnya akan menjadi korban pertama. Ketika nilai moral, keimanan, dan arahan hidup melemah, remaja pun mudah mencari pelarian dalam kesenangan sesaat yang merusak.

Membangun Remaja yang Terselamatkan dari Narkoba

Upaya menyelamatkan remaja harus dilakukan melalui pendekatan yang komprehensif. Pembinaan generasi tidak bisa diserahkan hanya pada satu pihak. Harus ada peran yang berjalan serempak dari keluarga, sekolah, masyarakat, hingga negara.

1. Peran Keluarga

  • Memberikan kasih sayang yang cukup

  • Tidak mudah marah dan tidak otoriter

  • Membangun komunikasi hangat dan terbuka

  • Menjadi tempat paling nyaman bagi remaja

Remaja yang merasa dihargai dan disayangi tidak akan mudah mencari pelarian di luar rumah.

2. Peran Sekolah

  • Edukasi bahaya narkoba secara rutin

  • Penguatan akhlak dan karakter

  • Kerja sama dengan kepolisian, BNN, dan orang tua

  • Kegiatan ekstrakurikuler yang sehat dan produktif

Sekolah harus menjadi benteng bukan hanya akademik, tetapi juga moral.

3. Peran Masyarakat

  • Menolak aktivitas yang berkaitan dengan narkoba

  • Menguatkan peran tokoh agama dan masyarakat

  • Menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan bebas narkoba

Lingkungan yang buruk dapat menjerumuskan remaja baik-baik sekalipun.

4. Peran Negara

Negara adalah pihak yang paling bertanggung jawab memastikan generasi terlindungi. Negara tidak boleh membiarkan kampung-kampung narkoba, peredaran zat terlarang, dan aktivitas maksiat berkembang.
Pemerintah harus:

  • Menggencarkan sosialisasi UU No. 22/1997 dan UU No. 5/1997

  • Tindak tegas semua bentuk peredaran narkoba

  • Menutup tempat-tempat yang memicu dekadensi moral

  • Menyelenggarakan gerakan bebas narkoba secara nasional

  • Menguatkan kurikulum pendidikan akhlak dan karakter

Membangun Remaja Beriman: Solusi Paling Mendasar

Penguatan nilai keimanan adalah pondasi utama. Remaja yang memahami tujuan hidup—beribadah kepada Allah, menjaga amanah kehidupan, dan mempertanggungjawabkan perbuatan di akhirat—akan lebih berhati-hati dan tidak mudah terjerumus.

Kesadaran iman inilah yang membentuk karakter kuat: menjauhi yang haram, memahami nilai dirinya, dan mencari kebahagiaan dengan cara-cara yang diridai Allah. Pembinaan iman harus dilakukan oleh keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara secara simultan.

Penutup

Remaja adalah pewaris masa depan bangsa. Mereka harus dijaga agar bebas dari narkoba, kekerasan, pergaulan bebas, dan semua bentuk kerusakan moral. Upaya ini tidak boleh ditunda, tidak boleh setengah hati, dan tidak boleh dilepaskan dari peran siapa pun.

Dengan sinergi keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara—serta penguatan nilai iman dalam diri remaja—insyaAllah akan lahir generasi muda yang kuat, sehat, cerdas, dan bersih dari narkoba. Generasi yang mampu membawa bangsa menuju masa depan yang lebih baik.

Wallahu a’lam


No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update