v
Oleh. Suci Nurani
Dilansir dari VISI.NEWS, 13/11/2025, BANDUNG – Kabupaten Bandung mencatat peningkatan signifikan dalam Rata-rata Lama Sekolah (RLS) yang kini mencapai 9,40 tahun pada 2025. Data ini dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 November 2025. Angka tersebut menunjukkan kemajuan nyata dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 8,8 tahun.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna (Kang DS), menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik atas kontribusinya dalam memajukan pendidikan di daerahnya. “Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah melakukan langkah-langkah nyata di bidang pendidikan. Karena sebelum saya dilantik, RLS kita hanya 8,8 tahun, dan sekarang sudah meningkat menjadi 9,40 tahun,” ujarnya.
Peningkatan RLS tidak menjamin proses dan hasil pendidikan serta kualitas lulusan yang baik, mumpuni dan mampu bersaing di tingkat global. Buktinya ada banyak siswa di kelas X, yang masih kesulitan membaca dan berhitung itu membuktikan penerapan kurikulum yang ada telah gagal tidak bisa mencetak generasi yang cemerlang. Walau RLS meningkat tetapi dengan sistem kufur yang saat ini diterapkan pasti akan ada berbagai macam problematika yang dihadapi.
Mengacu pada berbagai masalah yang kompleks, termasuk ketidakmerataan akses karena kesenjangan sosial-ekonomi dan teknologi, kualitas pengajaran dan guru yang belum memadai, kurikulum yang sering berubah menyebabkan kebingungan bagi siswa dan guru ditambah biaya pendidikan yang mahal. Berbagai macam masalah ini menyebabkan pendidikan tidak dapat mencapai kualitas yang diharapkan
Kualitas pengajaran belum optimal karena banyak guru yang tidak terlatih tidak sesuai dengan bidangnya. Kesejahteraan guru, dosen dan tenaga pendidik belum terpenuhi dengan layak sehingga dapat mempengaruhi motivasi dan kualitas kerja. Tenaga pendidik merasa kerja keras mereka tidak mendapat apresiasi dari pemerintah padahal hasil kerja keras mereka menjadi tolak ukur untuk kemajuan bangsa.
Menuntut ilmu sangat penting dan kewajiban bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan dari seseorang itu lahir (buaian) hingga liang lahat. Peningkatan rata-rata lama sekolah sejalan dengan prinsip ini karena mendorong individu untuk terus belajar dan memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam.
Sesuai dengan Al-Qur'an yang menyatakan bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu ke derajat yang luhur (QS, al-mujadilah:11). Oleh karena itu, usaha untuk memperpanjang durasi pendidikan formal (rata-rata lama sekolah) dipandang sebagai cara untuk mencapai keutamaan tersebut.
Pendidikan sangat penting meski hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan karena terbentur dengan sistem pendidikan yang diterapkan saat ini. Tidak sedikit di sekolah-sekolah terjadi tindak kekerasan seperti pembulian hingga mengakibatkan kematian pelecehan seksual dan sebagainya.
Pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan negara. Meningkatkan rata-rata lama sekolah memerlukan peran aktif dari semua pihak. Islam mendukung upaya kolektif untuk memastikan akses pendidikan yang memadai bagi semua orang untuk menuju tatap hidup yang lebih baik
Pendidikan di dalam sistim IsIam didasarkan pada aqidah IsIam bersifat gratis dan dijamin oleh negara dari tingkat dasar hingga Perguruan tinggi. Sistem pendidikan ini menekankan pentingnya ilmu pengetahuan dengan kurikulum yang terintegrasi antara ajaran islam dan ilmu-ilmu lain yang dibutuhkan masyarakat
Sistem IsIam memberikan jaminan bahwa seluruh warga negara akan bisa mengakses semua jenjang pendidikan dengan gratis dan kualitas terbaik itulah pendidikan yang ada pada sistem Islam.
Sudah saatnya kita berjuang untuk menegakkan kembali aturan Islam yang akan melahirkan generasi cemerlang berkepribadian Islam yang akan memimpin dunia.
Waalahua'lam bishawab
No comments:
Post a Comment