Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pendidikan Bermasalah, Islam Solusinya.

Saturday, November 01, 2025 | Saturday, November 01, 2025 WIB Last Updated 2025-11-01T03:28:59Z

 



Oleh : Yani Hardi

(Ibu Rumah Tangga) 


Krisis pendidikan karakter di Indonesia makin mengkhawatirkan. Sekadar contoh, dalam kasus paling mutakhir, seorang kepala sekolah dilaporkan ke Polisi. Sebabnya sebetulnya sepele. Hanya karena menegur dan menampar siswa yang merokok di sekolah. Ironisnya, ratusan siswa justru berpihak kepada temannya yang melakukan pelanggaran. Mereka mogok massal dan menuntut pemecatan kepala sekolahnya. Di sisi lain, seorang mahasiswa Universitas Udayana bunuh diri diduga akibat alami perundungan. 

Sebenarnya masih banyak fakta kejadian  yang sangat miris dan mengkhawatirkan di Indonesia khususnya.


Krisis Pendidikan karakter ini sesungguhnya berakar pada sistem pendidikan sekuler. Sistem yang memisahkan agama dari kehidupan ini telah menghapus orientasi spiritual dan moral dari dunia pendidikan. Akibatnya, anak didik kehilangan arah dan makna hidup. Tujuan pendidikan berubah menjadi sekadar demi bekal mencari pekerjaan, bukan membentuk kepribadian mulia.

 Padahal Allah SWT telah menegaskan di dalam Al -Qur'an.

Siapa saja yang  berpaling dari peringatan-Ku (al-Quran), maka sesungguhnya bagi dia kehidupan yang sempit (QS Thaha [20]: 124).


Dalam Islam, tujuan pendidikan bukan sekadar mencetak manusia cerdas, tetapi mencetak insan yang berkepribadian Islam (syakhshiyyah islâmiyyah), yakni membentuk pola pikir (‘aqliyyah) dan pola sikap (nafsiyyah) yang didasarkan pada akhlak.


Namun, dalam sistem sekuler, ketika pendidikan memisahkan ilmu dari iman, lahirlah generasi yang boleh jadi pandai, tetapi tidak berakhlak; boleh jadi pintar, tetapi tidak bermoral.


Karena itu pula, dalam konteks pendidikan, Islam menanamkan akidah Islam pada anak didik sebagai hal pertama dan utama sebagai asas seluruh ilmu, yang akan membentuk perilaku mereka yang diatur oleh syariah, dan mengarahkan potensi mereka untuk beramal demi ridha Allah SWT.


Namun demikian, dalam sistem kapitalis-demokrasi-sekuler saat ini, pendidikan gratis dan berkualitas sekaligus mampu melahirkan manusia-manusia yang beriman dan bertakwa tampaknya amat sulit diwujudkan. Pendidikan semacam ini hanya mungkin terwujud di bawah sistem pemerintahan Islam yang menjadikan akidah Islam sebagai asasnya dan syariah Islam sebagai pilarnya. Di luar itu, pendidikan sebagaimana pendidikan sekuler saat ini akan tetap bersifat materialistik dan kehilangan ruhnya.


Dengan demikian hanya dengan penerapan syariah Islam secara kâffah oleh institusi Negara, pendidikan akan kembali memancarkan cahaya. Dengan penerapan syariah Islam secara kâffah, Negara akan menjadi pelindung ilmu, penjaga adab dan penegak peradaban yang memuliakan manusia. Dari rahimnya akan lahir generasi ulama dan mujahid; generasi pemimpin dunia yang menebarkan rahmat bagi seluruh alam.


WalLâhu a’lam bi ash-shawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update