Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Malapetaka Remaja di Balik Kampung Narkoba

Sunday, November 30, 2025 | Sunday, November 30, 2025 WIB Last Updated 2025-11-30T10:19:36Z

 



Oleh. Siti Uswatun Khasanah

Narkoba menjadi salah satu masalah besar yang belum dapat dituntaskan oleh negeri ini. Padahal dampak dari narkoba ini sangat luar biasa, bisa menyebabkan tindak kriminalitas. Apalagi kasus terbaru akhir-akhir ini menunjukkan bahwa remaja menjadi sasaran empuk jaringan pengedar narkoba.

Dikutip dari kumparan (14-11-25), sebanyak 15 siswa SMP di Surabaya dinyatakan positif mengonsumsi narkoba oleh BNNP Jawa Timur. Setelah kasus ini, Jalan Kawasan Kunti di Kecamatan Semampir,  Kota Surabaya menjadi sorotan dan dijuluki sebagai Kampung Narkoba, di sana berjajar bedeng-bedeng kecil  terbuat dari kayu, beratapkan terpal yang sering dijadikan tempat untuk transaksi narkoba dan pesta sabu.

Kasus di atas merupakan salah satu contoh kasus narkoba. Dalam sistem hari ini, kasus narkoba telah merebak di berbagai kalangan, dari mulai pelajar, artis, dan masyarakat lainnya. Narkoba dampaknya sangat luar biasa, bahkan bisa menjadi akar kriminalitas lainnya. Sama seperti miras, narkoba bisa membuat orang berbuat hal buruk lainnya, misalnya mencuri, membunuh atau bahkan berzina.

Apalagi di kalangan pelajar. Narkoba bisa menyebabkan turunnya kemampuan intelektual, kehilangan kendali atas emosi diri, menurunnya kemampuan fisik hingga menganggu kehidupan sosialnya. Padahal remaja adalah anak muda yang sangat berperan dalam kegemilangan peradaban di kemudian hari. Remaja hari ini adalah calon pemimpin di kemudian hari. Apa jadinya jika kondisi remaja hari ini terus seperti ini?

Kasus seperti narkoba ini disebabkan oleh hilangnya nilai keimanan dan kebahagiaan hakiki, sehingga mereka mudah terjebak oleh narkoba. Nilai agama yang jauh dari sistem kehidupan umat hari ini menjadikan kemaksiatan seperti hal normal, salah satunya adalah narkoba di kalangan remaja. Kadang-kadang pengaruh teman dapat memicu seseorang untuk turut mencoba terjun ke dalam dunia narkoba. Misalnya merasa tidak keren jika tidak sama dengan teman-teman di sekitarnya, akhirnya mereka mencoba apa yang dilakukan temannya seperti mengonsumsi narkoba.

Remaja hari ini, juga seringkali salah dalam mengartikan kebahagiaan hakiki. Mereka berpikir jika narkoba dapat mengantarkan mereka pada kebahagiaan, namun faktanya justru mengantarkan mereka pada kesengsaraan. Mereka merasa dengan mengonsumsi narkoba bisa menghilang masalah sejenak, padahal hal ini justru menambah permasalahan.

Jika kasus kriminalitas seperti ini meraja lela, artinya kasus tersebut terjadi secara sistemik. Bukan hanya disebabkan oleh oknum, namun disebabkan oleh sistem yang gagal dalam melakukan pengawasan. Hingga pengedaran narkoba merebak. Padahal negara memiliki power untuk melakukan pengawasan ketat di masyarakat hingga memberantas narkoba.

Namun sayang, kita hari ini berada di dalam sistem yang tidak memikirkan nasib rakyatnya, tidak memikirkan masa depan umat serta tidak memikirkan bagaimana remaja hidup dalam keimanan dan kebahagiaan. Kita berada dalam sistem yang hanya berorientasi pada keuntungan bagi penguasa dan pemilik modal serta sistem dengan dasar pemisahan agama dari kehidupan, yaitu sistem sekuler kapitalis.

Dalam sistem ini, kemaksiatan akan dibiarkan begitu saja. Kalau mereka memberikan solusi,  yang diberikan hanya solusi parsial bukan fundamental. Hal ini disebabkan sistem hari ini tidak berlandaskan keimanan kepada Allah.

Kampung narkoba adalah bukti lemahnya negara dalam menjaga rakyat dan pemudanya dari kemaksiatan dan kriminalitas. Jika hal ini terus dibiarkan, maka akan menjadi mala petaka bagi remaja bahkan malapetaka bagi umat ini. Padahal remaja adalah harapan umat untuk menuju pada peradaban yang gemilang.

Oleh karena itu, dibutuhkan penguatan akan nilai keimanan dan perbaikan orientasi kebahagiaan hakiki. Dalam hal ini keluarga sangat berperan besar dalam mendidik anak-anaknya untuk menjadi anak yang beriman dengan pemikiran serta kepribadian Islam. Selain itu, dunia pendidikan juga sangat berperan dalam memberikan pemahaman mengenai hal ini.

Kekuatan negara paling berperan dalam hal ini, negara wajib melindungi remaja dari bahaya narkoba dan segala hal yang membahayakan generasi. Apalagi negara memiliki kekuatan untuk menutup akses beredarnya narkoba dan melakukan pengawasan di tengah-tengah masyarakat. Negara bersama masyarakat tidak boleh membiarkan kemungkaran merajalela.

Namun, kita tidak bisa berharap pada sistem sekuler hari ini untuk melakukan hal-hal tersebut.  Umat butuh sistem yang berlandaskan pada syariat Islam, yaitu sistem Islam kafah. Dalam sistem Islam remaja akan didekatkan dengan agama sebab sistem Islam menjadikan Islam sebagai landasan kehidupan yang mengatur seluruh tatanan negara. Islam tidak akan membiarkan kemungkaran merajalela.

Wallahu a'lam bishawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update