Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kecanduan Judi Online di Usia Belia, Sistem Kapitalisme Merusak Generasi Bangsa

Monday, November 10, 2025 | Monday, November 10, 2025 WIB Last Updated 2025-11-10T12:07:26Z

                         Oleh Ummu Diaz 
                          Aktivis Dakwah 


Sejumlah anak yang masih bersekolah dari Sekolah Dasar sampai anak Sekolah Menengah diduga kecanduan judi online dari konten live streaming, para streamer game yang secara terang-terangan mempromosikan situs judi slot.

Seperti yang dialami oleh seorang siswa SMP di Kokap, Kulon Progo DI yogyakarta. Dia tidak masuk sekolah dalam satu bulan dikarenakan malu terjerat judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol). (DetikNews, 27/10/2025)

Pesatnya perkembangan teknologi digital memberikan banyak kemudahan, namun juga meningkatkan risiko anak-anak terjerumus di dalam situs judi online dapat terjadi dikarenakan situs-situs tersebut tidak pernah memberikan persyaratan bagi siapa pun yang ingin masuk ke dalam situs judol. Pada tahun 2024 saja PPATK mencatat nilai transaksi keuangan mencurigakan terutama terkait judi online telah mencapai lebih dari  Rp600 Triliun. Judi online ini sebuah kejahatan yang luar biasa, pada tahun 2023 tercatat 500.000 anak-anak Indonesia berstatus pelajar dan mahasiswa terseret didalamnya.

Dan kenyataannya yang terjadi saat ini, pendidikan belum sampai bisa membentuk karakter anak-anak bangsa. Kurangnya perhatian pemerintah untuk meningkatkan pendidikan bukan sekadar hanya fokus kepada nilai, tetapi juga harus mengutamakan akidah dan akhlak bagi seluruh siswa-siswi yang masih di bangku sekolah.

Dampak Judol dan Pinjol 

 Judi online di usia dini dapat menyebabkan dampak negatif serius pada perkembangan anak, seperti penurunan prestasi akademis, masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan gangguan perilaku misalnya anak menjadi agresif dan sensitif dan risiko terjerat utang di masa depan. Anak-anak yang belum mampu membedakan hal baik dan buruk berisiko menjadi korban kecanduan dan kesulitan mengendalikan diri.

Di era digital saat ini, kehadiran pinjaman online maupun judi online yang semakin marak saat ini menjadikan ancaman yang serius bagi keluarga muslim. Kemudahan akses terhadap pinjol dan judol melalui aplikasi Smartphone membuat banyak orang terjerumus dan menjadi korban dari lingkaran utang yang jelas menyesatkan. Sedangkan situs pinjol maupun judol memberikan janji-janji yang sangat menggiurkan dengan janji kemenangan namun akhirnya hanya menambah permasalahan yang baru.

Judol dan pinjol ini dianggap solusi yang instan karena menawarkan keuntungan cepat dan praktis, namun sejatinya bukan sekadar merusak keuangan pribadi tetapi juga bisa menimbulkan tekanan psikologis yang berujung kepada konflik keluarga dan mereka yang kalah dalam permainan judol sering kali mencari solusi untuk menutup kerugian dengan cara pinjol dan ada beberapa kasus akhirnya mengambil jalan pintas dengan melakukan bunuh diri.

Di sistem saat ini tidak akan ada solusi yang tuntas karena jelas sistem kapitalis yang didalamnya hanya ada untung dan rugi dalam menyelesaikan masalah, tidak akan berpihak kepada rakyat. Jadi wajar setiap permasalahan yang dialami rakyat harus berusaha sendiri dalam menghadapinya, lalu fungsi negara apa?

Sedangkan Islam memandang permasalahan judol dan pinjol ini sebuah permasalahan yang termasuk ke dalam urgen karena sudah merusak umat dari usia belia sampai orang dewasa bukanlah hal yang sepele. Masalah ini harus segera diselesaikan dengan serius dengan mencari solusi pencegahan dan langkah-langkah yang harus dilakukan bisa dengan menghindari riba dan judi yang terdapat di dalam Al-Quran:

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْخَمْرُ وَٱلْمَيْسِرُ وَٱلْأَنصَابُ وَٱلْأَزْلَـٰمُ رِجْسٌۭ مِّنْ عَمَلِ ٱلشَّيْطَـٰنِ فَٱجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ 

"Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya meminum khamar ,penjudi berkorban untuk berhala dan mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan,maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapatkn keberuntungan." (QS. Al -Maidah: 90)

Selain itu, umat juga harus bisa mengelola keuangan dengan baik dan bijak, mana kebutuhan dan mana keinginan karena kebanyakan kasus mereka yang terjerumus dalam lingkaran judi dan pinjol ini berasal dari gaya hidup yang hedonis, sehingga kebutuhan yang tidak sesuai dengan penghasilan dan mereka terjerat dalam hal keharaman dengan bertujuan mencari solusi yang praktis.

Padahal seharusnya bagi siapapun yang sudah masuk ke dalam lingkaran judol dan pinjol ini harus segera bertobat dan memperbaiki diri dan berusahala untuk bisa menyelesaikan masalah yang sudah terlanjur terjadi dengan catatan tidak melakukan kesalahan yang sama .

Adapun untuk orang tua harus lebih berhati-hati dengan pergaulan anak-anaknya, perhatikan siapa teman-temannya, lingkungannya seperti apa dan itu semua butuh pantauan dari orang tuanya, untuk bisa memastikan anak-anak nya tidak terseret dalam lingkaran pinjol dan judol. Serta memperkuat lagi akidahnya dan selalu menjadi orang tua yang lebih dekat lagi dengan anak-anaknya terus membersamai pertumbuhan mereka.

Namun, itu semua butuh dukungan dari rakyat dan pemerintah, harus saling menjaga agar tidak ada lagi permasalahan yang sama yang dialami umat saat ini. Saling mengingatkan dan memantau situs-situs online yang mengandung pinjol dan judol agar tidak terpapar ke pada  anak-anak dan keluarga kita, dan pemerintah segera melakukan perbaikan untuk memblokir situs-situs yang menyediakan iklan-iklan yang mengandung situs judol maupun pinjol.
 
Dengan kondisi saat ini butuh umat yang selalu mengedepankan nilai-nilai Islam yang terus melakukan amar makruf nahi mungkar untuk bisa menyelesaikan setiap permasalahan di tengah-tengah umat yang sesuai dengan syari'at Allah. Namun, umat tidak bisa melakukan amar makruf nahi mungkar hanya dengan perorangan, tetapi butuh sebuah jamaah yang memiliki misi dan visi yang sama yang memiliki tujuan yang mulia untuk mengembalikan Islam ke tengah-tengah umat dan syari'at Islam dijadikan sebuah sistem dalam sebuah negara.

Hanya Islam yang mampu memberikan solusi bagi setiap umatnya dan memastikan setiap individu dalam ketakwaan dan membuat setiap kebijakan -kebijakan hanya untuk kepentingan rakyatnya, memastikan umatnya tidak akan mengalami kesulitan karena seorang pemimpin harus punya rasa takut terhadap amanah yang diembannya, karena setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawabannya, dan itu hanya ada pada seorang khalifah yang menerapkan sistem yang terbaik yaitu syari'at Islam dengan mendirikan Daulah Islam ala minhaji nubuwah.

Wallahualam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update