Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Balada PHK Nestapa Pekerja

Sunday, November 09, 2025 | Sunday, November 09, 2025 WIB Last Updated 2025-11-09T15:00:38Z

Oleh. Sri Rahayu Lesmanawaty (Aktivis Muslimah Peduli Generasi)

Ratusan karyawan PT Multistrada Arah Sarana Tbk, yang merupakan bagian dari PT Michelin Indonesia, terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Hal ini memicu reaksi keras dari karyawan karena salah satu produsen ban raksasa di Indonesia tersebut terindikasi mengabaikan Perjanjian Kerja Bersama. Mereka melakukan aksi konsolidasi untuk memperjuangkan hak-hak mereka secara resmi dan terstruktur (beritacikarang.com, 29-10-2025).

Demikianlah badai PHK massal terus menerjang Indonesia. Ini mengindikasikan bahwa saat ini perekonomian Indonesia sangat tidak baik-baik saja. Pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang selama ini dibangga-banggakan  dengan pertumbuhan ekonomi stabil pada level 5%, ternyata tidak berkorelasi positif dengan kinerja industri dan penyerapan tenaga kerja. Pertumbuhan ekonomi dengan kondisi seperti ini dipertanyakan dari sisi kualitasnya.

Balada Pilu PHK Senandung Kegagalan Kapitalisme

Sungguh kapitalisme sebagai sistem yang diterapkan di Indonesia selama ini telah menyanyikan senandung pilu di hidup rakyatnya. Kapitalisme menjerumuskan negara dalam mengelola perekonomian sampai pada tingkat kegagalan yang sempurna, yaitu kegagalan menyejahterakan rakyatnya.

Massalnya PHK telah menunjukkan menunjukkan gagalnya negara dengan sistem yang dianutnya. Perekonomian yang gsgal tidak semanis janji penguasa  semasa kampanye. Janji- janji yang dicitrakan dengan membuka lapangan kerja secara luas  nihil aktualisasi. Opini terkait  UU Ciptaker yang akan membuka lapangan kerja realisasinya nol besar.

Suatu hal yang wajar jika semua ini terjadi. Bermula dari kapitalisme sebagai sistem yang diterapkan,  kapitalisme telah memosisikan  penguasa negara hanya bertugas sebagai regulator dan fasilitator, yaitu hanya ketok palu regulasi dan mengawasi. Walhasil posisi tersebut  senyatanya hanya menguntungkan para kapitalis (investor) saja,  pekerja merugi dengan berbagai kenyataan pahit yang diterima.

Mekanisme alih daya (outsourcing) yang menjadikan pekerja minim kesejahteraan dan bisa diputus kontrak kerja sewaktu-waktu tanpa ada kompensasi berupa pesangon menjadikan pekerja semakin sulit.  Kapitalisme telah menjadikan perusahaan berbuat licik dengan merekrut pekerja namun berbiaya murah. Padahal Outsourcing sudah mendapat protes keras dari kalangan buruh sejak dilegalkan di Indonesia melalui UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, tetapi pemerintah tetap bergeming dan tetap berpihak pada para kapitalis.

Demikianlah negara menjadi pelayan investor kapitalis, bukan menyejahterakan rakyat, termasuk pekerja. Senandung PHK terus membuat pilu para pekerja demikian juga rakyat secara keseluruhan. Keberpihakan negara dalam sistem kapitalisme pada para kapitalis, bukan pada rakyat telah merenggut senyum rakyat untuk hidup sejahtera. Massalnya PHK membinasakan gairah kerja rakyat Indonesia.

Sejahtera Nyata Dalam Islam

Berbeda dengan Islam. Sistem Islam sangat menjamin kesejahteraan rakyat, tidak terkecuali para pekerja, individu per individu.  Posisi negara ditempatkan secara tepat sebagai pengurus bukan hanya regulator. Negara adalah penanggung jawab bukan hanya memberi jawaban "ya" pada para kapitalis oligarki bercuan.

Syariat Islam dengan serangkaian aturan yang membentuk politik ekonomi Islam benar-benar menjamin pemenuhan kebutuhan dasar, yaitu sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, dan keamanan bagi tiap-tiap individu rakyat. Sehingga saat diturunkan berbagai UU pun, termasuk UU ketenagakerjaan akan selalu mengaitkan dengan aqidah Islam yang tentunya tak akan menyengsarakan rakyat.

Dalam sistem Islam negara akan menjalankan politik ekonomi Islam dengan mekanisme terbaiknya. Dalam mekanisme terbaik ini ketersediaan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan keamanan, diberikan secara cuma-cuma untuk rakyat (termasuk pekerja). Rakyat menjadi tidak terbebani biaya besar untuk tiga kebutuhan tersebut. Baitulmal yang memiliki pemasukan yang besar, utamanya dari pengelolaan harta milik umum seperti pertambangan, hutan, laut, dan sebagainya, telah memampukan negara untuk menggratiskan semuanya.

Dalam sistem Islam saat negara melakukan industrialisasi pembukaan lapangan kerja dalam skala massal sangat real.  Selain itu negara juga memajukan sektor lainnya seperti pertanian, peternakan, dan perdagangan sehingga penyerapan tenaga kerja tetaplah niscaya.

Dalam sistem Islam mewujudkan iklim usaha yang kondusif dengan pemberian modal usaha, bimbingan usaha, dan meniadakan berbagai pungutan pun dilakukan oleh negara. Dengan upaya ini banyak wirausahawan bermunculan di berbagai bidang. Tentunya ini akan membuka lapangan kerja. Serangkaian beleid ini, menjadikan rakyat mudah mendapatkan pekerjaan. Rakyat (laki-laki dewasa) tak jadi pengangguran.

Dalam optimalisasi industri dalam negeri pun sistem Islam mampu memenuhi kebutuhan produk untuk pasar lokal sehingga tidak diperlukan impor. Kebutuhan pokok seperti sandang, pangan, papan, serta alat untuk pendidikan dan kesehatan terpenuhi secara mandiri.  Ketergantungan pada impor produk asing sangatlah dihindari.

Beleid lainnya dalam sistem Islam adalah pemastian akad kerja antara pengusaha dengan pekerja. Akad Ratusan karyawan PT Multistrada Arah Sarana Tbk, yang merupakan bagian dari PT Michelin Indonesia, terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Hal ini memicu reaksi keras dari karyawan karena salah satu produsen ban raksasa di Indonesia tersebut terindikasi mengabaikan Perjanjian Kerja Bersama. Mereka melakukan aksi konsolidasi untuk memperjuangkan hak-hak mereka secara resmi dan terstruktur.dibuat sesuai tuntutan syarak, sehingga tidak ada perbuatan menzalimi satu sama lain. Relasi pengusaha dengan pekerja direalisasikan sesuai perintah Allah melalui ajaran Rasul-Nya, bahwa pengusaha haruslah memperlakukan pekerjanya dengan baik. Pekerja pun  akan bekerja dengan tenang dan sebaik- baiknya bekerja.

Saat negara menjalankan aturan negaranya sesuai syariat-Nya, sejahtera sangat niscaya adanya. Senandung PHK massal tak akan membuat pilu para pekerja. Jika sistem Islam berjaya rakyat Indonesia tentunya niscaya bahagia. Badai PHK sirna tak lagi jadi bahaya.

Wallaahu a'laam bisshawaab.




No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update