Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pentingnya Peran Keseimbangan antara Ilmu Agama dan Duniawi

Sunday, October 19, 2025 | Sunday, October 19, 2025 WIB Last Updated 2025-10-19T10:20:24Z

Oleh Irma Faryanti 
Pegiat Literasi 

Saat membuka acara Musabaqah Qira’atil Kutub Internasional di Ponpes As'adiyah wajo (Kamis, 2/10/25), Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menyatakan harapannya agar momen ini bisa menjadi anak tangga pertama untuk menuju “Golden Age of Islamic Civilization” (zaman keemasan peradaban Islam). Di mana kebangkitan ini harus dimulai dari lingkungan pesantren.

Menag pun mengajak untuk mengembalikan masa kejayaan ilmu Islam seperti pada masa Baitul Hikmah di Baghdad, pada masa kepemimpinan Harun ar Rasyid. Pada saat itu, para ulamanya tidak hanya mahir pada kitab kuning (ilmu agama) tetapi juga kitab putih (ilmu umum). Selain Menteri Agama, acara MQKI ini dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Andi Rosman selaku Bupati Wajo, Wakil Gubernur Maluku H. Sarbin Sehe, jajaran pejabat Kemenag, ulama lintas negara, dewan hakim, juga para peserta baik dari dalam maupun luar negeri. (Kemenag.go.id, Kamis 2 Oktober 2025)

Nasaruddin berharap agar Ponpes tidak membatasi dengan satu keilmuan saja, karena pembatasan ilmu cendekiawan terjadi ketika ilmu agama dan umum dipisahkan. Dualisme inilah yang dulu menjadi penyebab runtuhnya peradaban Islam. Menurutnya, pondok pesantren adalah “benteng paling kuatnya Indonesia”, oleh karenanya harus menjadi pelopor kebangkitan, karena Islam di Nusantara dibawa melalui soft diplomacy oleh ulama besar seperti wali songo. Mereka melakukan dakwah dengan damai tanpa memusuhi pemerintah lokal.

Lebih lanjut Nasaruddin menyatakan, jika lima unsur dipertahankan oleh ponpes, seperti: Kiai, santri, masjid, membaca kitab Turats dan memelihara habitnya sebagai pesantren, maka The Golden Age of Islamic Civilization bisa kembali dimulai di Indonesia.

Pesantren adalah tempat dibentuknya generasi berkepribadian Islam. Sayangnya, keberadaan ponpes saat ini tengah berada di medan pertempuran ideologi hak dan batil. Para santri dituntut cerdas dalam memilah dan memilih antara informasi yang benar dan menyesatkan. Kemajuan teknologi yang kian pesat membuat mereka disibukkan oleh capaian pendidikan, gadget, bullying dan lain sebagainya. Yang bisa menghambat peran utama dalam mencetak para ulama.

Pendidikan agama yang seharusnya menjadi pondasi utama, seolah terkikis oleh berbagai pengaruh negatif dari medsos dan konten digital. Alhasil, akhlak pun sering tergelincir, berbagai kasus degradasi moral pun bermunculan, seperti: kenakalan remaja, pribadi tidak santun ataupun pelecehan etika. Mereka terlena oleh kesibukan dunia digital, sehingga lupa akan esensi aturan Sang Pencipta.

Semakin canggihnya teknologi digital sejatinya mampu membuat para santri menjadi lebih kreatif dan inovatif. Namun, tantangan pun muncul yaitu berupa penyalahgunaan yang akhirnya memberi dampak negatif. Untuk itu diperlukan keseimbangan antara ilmu agama dan pengetahuan umum. Hal ini nantinya akan mampu menjaga dari gempuran dunia digital, melalui tuntunan pedoman al-Quran dan Sunah.

Syariat telah menetapkan keharusan menyeimbangkan mempelajari ilmu agama dan duniawi. Rasulullah saw. bersabda dalam HR. Imam Tirmidzi:
Barangsiapa yang menginginkan dunia, maka wajib baginya memiliki ilmu. Dan barangsiapa yang menginginkan akhirat, maka wajib baginya memiliki ilmu. Dan barangsiapa menginginkan keduanya, maka wajib baginya memiliki ilmu.”

Ilmu agama lebih mengajarkan adab dan etika sesuai tuntunan syariat, sementara pengetahuan duniawi akan mengarahkan kemampuan untuk berkompetisi di era modern. Pesantren adalah lembaga pendidikan yang mengajarkan keduanya, dengan tujuan membentuk santri agar bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

Dengan pendidikan yang seimbang tersebut, akan terbentuk para santri yang akan menjadi agen perubahan. Tidak hanya siap bersaing di dunia digital, tapi juga terjaga dari sisi moral dan keterikatan terhadap agamanya. Mereka akan menjadi generasi penerus estafet perjuangan dalam melanjutkan kehidupan Islam. Yang akan menegakkan syariat Allah Swt. secara menyeluruh di setiap aspek kehidupan dalam sebuah wadah kepemimpinan.
Wallahu alam bisawwab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update