Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pendidikan Islam, Solusi Mengatasi Diskriminasi Kasta.

Saturday, October 11, 2025 | Saturday, October 11, 2025 WIB

 



Nusantara news.com Oleh: Emy (Aktivis muslimah).



KABAR BANDUNG- 2 Oktober 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung telah menargetkan Pembangunan Sekolah Rakyat di Ciwidey bisa selesai pada Juni 2026. Sekolah tersebut diproyeksikan hingga menampung 1.000 suswa. Bupati Bandung, Dadang Supriatna, bahwa pihaknya sudah menyiapkan lahan seluas delapan hektar sebagai lokasi pembangunan sekolah tersebut. Menurutnya, langkah ini penting Karena kebutuhan ruang belajar di perkirakan meningkat dalam waktu dekat. Dadang menambahkan, saat ini sekolah perintis yang telah berjalan telah menampung sekitar 150 siswa. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan ruang belajar baru sangat mendesak, sehingga pembangunan sekolah utama harus segera dipercepat. 


Selain itu, Bupati Dadang juga mengusulkan agar kementrian Sosial dapat mendukung pembangunan, minimal dua Sekolah Rakyat di kabupaten Bandung. Hal ini, mengingat luasnya wilayah serta penduduk yang membutuhkan fasilitas pendidikan. Sementara itu, Direktur Jendral prasarana Strategis Kementrian Sosial, Bima Staniarto, menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan daerah dalam mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat. Dengan adanya Sekolah Rakyat, diharapkan anak-anak Kabupaten Bandung dapet memperoleh layanan pendidikan yang lebih memadai tanpa harus terbatas pada ketersediaan fasilitas yang ada saat ini. Hal tersebut juga diyakini akan berdampak positif pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Keberhasilan Pembangunan Sekolah Rakyat nantinya tidak hanya menjadi pencapaian Pemkab Bandung. Melainkan juga menjadi bukti komitmen pemerintah pusat dalam mendukung pemerataan pendidikan didaerah-daerah.


Pada saat ini, Pemerintah tengah menjalankan pembangunan yang ditargetkan untuk membuat Sekolah Rakyat. Memang Sekolah Rakyat itu gratis, dan bisa diakses oleh anak-anak dengan ekonomi lemah atau miskin. Tetapi target yang ditentukan dibatasi, otomatis tidak semua anak-anak keluarga miskin bisa mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat, jadi intinya kebijakan itu tidak merata. Program Sekolah Rakyat adalah upaya pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan. Tetapi fakta yang terjadi di negeri ini, kemiskinan bersifat struktural. Lagi-lagi sistem kapitalisme yang diterapkan di negeri ini yang menjadi penyebabnya. Karena dalam sistem kapitalisme, negara menyerahkan sumber daya alam kepada swasta dan negara hanya sebagai regulator saja. Para kaum kapitalis asing dan Aseng yang menjadi pemeran utama dalam pengelolaan sumber daya alam. Sehingga rakyat tidak bisa menikmatinya.


Dengan adanya Sekolah Rakyat, diprediksi akan menjadi terobosan sebagai pemutus mata rantai kemiskinan. Tapi dengan adanya Sekolah Rakyat justru akan tercipta perbedaan kasta atau status sosial, yang akan membedakan antara si kaya dan si miskin. Masalah pendidikan di negeri ini, tetap dijadikan sebagai kunci jalan untuk kemajuan bangsa yang akan datang. Namun untuk masyarakat ekonomi menengah kebawah, untuk mendapatkan pendidikan yang sesuai keinginan dibutuhkan perjuangan yang cukup berat, mengingat biaya pendidikan di negeri ini sangat tinggi. 


Walaupun Negara mengakui bahwa pendidikan adalah hak seluruh warga negara, tetapi realitanya banyak anak yang putus sekolah karena himpitan ekonomi. Jadi nyatanya, kata-kata demikian hanyalah slogan belaka, nyatanya hanya bagi masyarakat yang mampuhlah pendidikan yang berkualitas itu didapatkan. Sejatinya, program pembangunan Sekolah Rakyat ini perlu dipertimbangkan kembali. Meskipun program ini berpotensi baik, namun akan lebih baik bila pemerintah mengembangkan sekolah yang sudah ada, supaya lebih berfungsi dan berkualitas. Dengan itu, seluruh anak di negeri ini akan mendapatkan hak pendidikan, tanpa dibedakan status sosial antara si kaya dan si miskin. Pendidikan dalam sistem kapitalisme segala dapat dijadikan ladang bisnis, termasuk biaya pendidikan sangat mahal. Dalam sistem kapitalisme sekolah unggulan di khususkan untuk kaum berduit, sedangkan untuk para ekonom menengah kebawah fasilitas yang tersedia hanya seadanya.


Oleh sebab itu, mestinya negara yang harus berperan dalam masalah pendidikan, karena kemajuan sebuah bangsa tergantung kepada generasi yang akan datang. Tetapi kalau melihat faktanya, pemerintah minim dalam pengurusan masalah pendidikan. Sebagai contoh, kesenjangan fasilitas, sarana dan prasarana antara sekolah gratis dan berbayar. Instruktur pun sangat berbeda, adakalanya sekolah gratis bangunannya terlihat seadanya dan tidak terurus, sangat beda sekali dengan sekolah berbayar dengan bangunan sekolah yang megah dan nyaman. Inilah salah satu contoh potret buram dari sistem kapitalisme.


Dalam Islam, pendidikan sebagai hak bagi seluruh rakyat, dan negara berkewajiban mengurusnya. Tujuan pendidikan dalam Islam, bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan taraf ekonomi saja, tetapi bertujuan untuk membentuk kepribadian Islam dan peradaban yang mulia. Karena itu, dalam Islam pendidikan sangat penting sekali seperti halnya sabda Rasulullah Saw "menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim." (HR.Ibnu Majah). Jadi tujuan pendidikan itu bukan hanya untuk transfer ilmu, pendidikan Islam bertujuan mencetak generasi yang berkarakter Islamiyah, berilmu agama ataupun sains.


Dalam kepemimpinan sistem kapitalis sekulerisme, akan menghasilkan kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat. Perihal pengurusan rakyat sangat minim, rakyat di tuntut untuk menanggung masalahnya sendiri tanpa diberi solusi. Dalam Islam negara akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap segala masalah umat. Dalam sistem Islam, pendidikan yang merata akan terwujud tanpa disekat-sekat dan membedakan kasta. Hanya sistem Islam lah yang mampu mewujudkan pendidikan yang melahirkan generasi yang berkualitas dan berkarakter yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. 


Wallahu alam bissowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update