Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kawula Muda Bersuara: Two State Solution Bukan Solusi Penderitaan Palestina

Thursday, October 16, 2025 | Thursday, October 16, 2025 WIB Last Updated 2025-10-16T13:25:11Z

Oleh Arini Faiza

Pehiat Literasi 

Kebiadaban Zionis terhadap rakyat Palestina telah melebihi batas nalar manusia, mereka bukan hanya membombardir Gaza, tapi juga memblokir semua akses bantuan. Demi menembus blokade penjajah, sejumlah relawan dari berbagai negara bergabung dalam Sumud Global Flotilla yang memiliki misi untuk mengantarkan bantuan kemanusiaan ke Gaza. Namun sayang, kapal-kapal yang mengangkut bantuan ini dihadang oleh tentara Yahudi, dan lebih dari 400 aktivis ditangkap termasuk Greta Thunberg yang berasal dari Belgia.

Hal ini menuai gelombang protes yang dilakukan oleh Gen Z di berbagai kota di Eropa, seperti Paris, London, dan Roma. Aksi solidaritas untuk Palestina ini menunjukkan bahwa masyarakat dunia mulai muak dengan kebiadaban Israel, ketika kapal-kapal yang membawa bantuan dihentikan, ini bukan hanya penyiksaan terhadap rakyat Gaza, tetapi kejahatan keji terhadap nilai-nilai kemanusiaan. (kompas.com, 4/10/2025)

Kepedulian kalangan muda terhadap penderitaan rakyat Palestina, yang ditunjukkan dengan menggelar aksi protes di berbagai negara sungguh patut diapresiasi. Atas nama kemanusiaan mereka mendobrak kebisuan para pemimpin yang hanya bisa mengecam tanpa melakukan aksi nyata untuk menghentikan penjajahan dan genosida di Gaza.

Begitupun aksi solidaritas dari berbagai  negara yang tergabung dalam global Sumud  Flotilla, mereka tidak lagi memikirkan keselamatan diri demi bisa mengantarkan bantuan makanan dan obat-obatan untuk rakyat Palestina.  Sebagaimana diketahui, penjajah bukan hanya membombardir, mereka juga menutup akses bantuan sehingga warga Gaza mengalami kelaparan. Namun, upaya para aktivis ini pun juga dihadang oleh Zionis.

Pencegatan bantuan kemanusiaan yang dibawa oleh para aktivis membuktikan bahwa Zionis hanya bisa dilawan dengan perang, bukan dengan perdamaian. Buktinya beberapa kali gencatan senjata tidak mampu menghentikan kebrutalan penjajah. Bahkan seolah tidak ada satu negara pun di dunia ini yang berani melawan Israel. Semuanya diam, jika ada yang bersuara, maka solusi dua negara lah yang mereka kemukakan. Padahal rencana ini, sungguh tidak memberikan keadilan bagi rakyat Palestina.

Setelah dua tahun mengalami genosida, angin segar perdamaian di Palestina sempat berhembus ketika AS mengajukan proposal perdamaian yang disetujui Israel dan Hamas. Warga Gaza berharap bahwa Zionis benar-benar tunduk pada keinginan Amerika Serikat dan tidak melakukan sabotase seperti yang mereka lakukan pada perjanjian-perjanjian sebelumnya. Namun, Yahudi laknatullah memang tidak pernah bisa memegang janji, kenyataannya di tengah upaya memastikan implementasi atas rencana Trump berjalan pada tahap pertama, yakni memaksa pasukan IDF menghentikan agresinya. Tapi pada kenyataannyanya serangan udara penjajah justru terus berlangsung di sana.

Sungguh, percaya pada Zionis dan sekutunya merupakan hal yang sia-sia. Sampai kapanpun sepertinya perdamaian hakiki di Gaza tidak akan terwujud jika hanya mengandalkan cara diplomatik. Sejatinya Islam memiliki solusi untuk menyelesaikan permasalahan Gaza. Palestina adalah tanah kaum muslimin, yang sudah seharusnya diperjuangkan oleh umat Islam.

Satu-satunya Solusi Islam terkait pembebasan tanah Syam adalah dengan mengerahkan tentara untuk mengusirnya. Hanya saja hal ini sulit dilakukan jika hanya  mengandalkan kekuatan rakyat Palestina, di tengah keterbatasan dan blokade yang diciptakan oleh Zionis di bawah dukungan sekutunya. Sementara itu, pemimpin negeri-negeri muslim juga hanya mampu bernarasi bahwa mereka membela dan mencintai rakyat Palestina, namun di sisi lain bergandengan tangan dengan mengatasnamakan kerjasama diplomatik. 

Karenanya, kemerdekaan Palestina hanya mungkin terjadi dengan cara mengangkat senjata dan memobilisasi seluruh tentara kaum muslimin dengan semangat jihad fi sabilillah dalam komando sebuah institusi negara yang menerapkan Islam kafah. Sejarah pernah mencatat bagaimana kehidupan umat dalam penjagaan seorang pemimpin Islam. Seperti yang pernah dilakukan oleh  Khalifah Umar bin al-Khaththab ra., yang begitu sungguh-sungguh dalam memenuhi harapan Rakyat Palestina untuk membebaskan mereka dari penjajahan bangsa Romawi. Beliau mengirimkan ribuan tentara ke Syam, setelah melalui perang selama berbulan-bulan, pada 637 M berhasil membebaskan Baitulmaqdis. Sementara pada 1187 M, Salahuddin al-Ayyubi sebagai panglima, kembali berjuang mati-matian beserta pasukannya hingga berhasil meraih kemenangan dari tentara Salib.

Untuk itu, sudah seharusnya kaum muslimin fokus pada solusi yang sesuai dengan syarak, bukan malah mengekor pada Barat yang hanya memikirkan kepentingan mereka sendiri. Sayangnya, saat ini kepemimpinan Islam belum tegak kembali di tengah-tengah umat, karenanya fokus perjuangan adalah menegakkannya sesuai dengan cara yang ditempuh Rasulullah saw. yakni dengan menapaki thariqah dakwah yang dicontohkan Beliau. Dengan meningkatkan taraf berpikir masyarakat agar mereka mengerti tentang hakekat kehidupan, juga urgensi dalam menerapkan seluruh hukum Islam, termasuk jihad ofensif yang hanya akan terlaksana jika institusi Islam tegak.

Meskipun tidak ada Khalifah, jihad ofensif berlaku untuk kaum muslim Palestina. Begitu pula dengan umat Islam di negeri-negeri lainnya, mereka tetap memiliki kewajiban untuk menolong dengan apa pun yg bisa dilakukan. Termasuk mendesak para penguasa untuk menjalankan perintah Allah Swt. mengirimkan tentara dan senjata yang mereka miliki. Allah Swt. berfirman: 

“Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu dan jangan melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Baqarah: 190)

Maka, menegakkan kepemimpinan Islam adalah kunci untuk membebaskan Palestina, juga solusi bagi seluruh permasalahan umat yang diakibatkan oleh penerapan sistem demokrasi kapitalisme. Kesadaran dan suara generasi muda sangat berarti bagi perjuangan dalam pembebasan Gaza, terlebih jika para pemuda ini tergabung dalam jamaah dakwah ideologis untuk menerapkan hukum-hukum Allah. Wallaahualam bisawwab.



No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update