Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kawal Aksi Global Sumud Fotilla, Kebutuhan Akan Khilafah Semakin Mendesak

Saturday, October 11, 2025 | Saturday, October 11, 2025 WIB

 


Oleh: suryani


Kutipan KOMPAS.com—Gelombang pro palestina melanda sejumlah kota besar di eropa pada kamis (2/10/2025), setelah israel mencegat armada kapal bantuan kemanusiaan yang hendak menuju gaza.


Pasukan bersenjata israel memasuki sekitar 40 kapal yang berusaha menembus blokade laut gaza yang membawa bantuan kemanusiaan. Lebih dari 400 aktivis asing di tangkap, termasuk aktivis iklim asal swedia Greta Thunberg. Apa yang dilakukan israel saat ini mendapat kecaman internasional namun kecaman tersebut seperti biasanya tidak berpengaruh terhadap israel, kini sejumlah aktivis terancam dan tidak di ketahui keberadaannya.


Seperti yang terjadi di eropa Puluhan ribu orang terjun langsung untuk menyuarakan kemarahan memprotes pencegatan rombongan kapal Global Sumud Fotilla oleh israel.


Dalih israel:


Israel menyatakan bahwa pencegatan yang dilakukan terhadap kapal-kapal aksi sumud fotilla merupakan hak yang sah, mereka mengatakan hsl itu dilakukan karena kapal-kapal tersebut telah melanggar blokade laut dengan alsan untuk mencegah penyelundupan senjata ke jalur gaza.


Selain itu israel juga menuduh bahwa aksi sumud fotilla ini memiliki keterkaitan dengan Hamas, padahal klaim ini telah di bantah oleh para aktivis dan apa yang dituduhkan oleh israel pun belum disertai dengan bukti.


Pencegatan ini merupakan perseteruan antara klaim israel untuk menegakkan blokade demi alasan keamanan dari upaya global sumud fotilla untuk memberikan bantuan kemanusiaan serta menentang keras blokade tersebut. Apa yang dilakukan israel secara tidak lansung adalah bentuk pemusnahan manusia dan bentuk genosida paling terkejam, gaza kini berada dalam krisis makanan, kelaparan terjadi secara besar-besar bahkan sebagian penduduk gaza meregang nyawa akibat kelaparan. Kita tidak boleh menutup mata terhadap tindakan ini, namun aksi kecaman tidak menjadikan palestina merdeka sepenuhnya, bahkan solusi dua negara pun sama, semuanya hanyalah bentuk solusi sementara. Kita butuh solusi yang sepenuhnya mampu membebaskan tanah palestina dari penjajah dan solusi itu adalah jihad dan khilafah.


Apa itu jihad dan khilafah, solusi pasti yang belum terlaksana:


Apa yang terjadi pada palestina sangatlah kompleks melibatkan agama, politik, sejarah, maupun hukum internasional. Jihad berarti memperjuangkan atau bersungguh-sungguh untuk menegakkan kebenaran, ini merujuk pada perjuangan untuk membela diri, membebaskan tanah yang diduduki dan melawan bentuk kekerasan kemanusiaan, perlawanan ini adalah kewajiban untuk mempertahankan hak-hak umat islam dan kedaulatan atas tanah palestina.


Khilafah merujuk pada sistem pemerintahan islam global yang di pimpin oleh seorang khilafah, yang bertujuan untuk memelihara agama dan mengatur urusan dunia berdasarkan syariat. Bahwasanya masalah palestina tidak akan terselesaikan selama umat islam masih terpecah-pecah dalam negara bangsa, umat islam harus bersatu dalam memperjuangkan kemerdekaan dan tanah kaum muslimin oleh karenanya yang menjadi satu-satunya solusi dalam membebaskan tanah palestina yaitu merampasnya kembali dari tangan penjajah dengan cara jihad atau perang di jalan allah SWT. Itu dapat dilakukan jika khilafah bisa ditegakkan seluruh umat muslim bersatu memilih pemimpin dikuatkan oleh akidah islam membangkitkan islam kaffah dan menerapkan aturan islam bisa terlaksana. Namun saat ini kita masih dibawah sistem kapitalisme yang mendorong kemerosotan berfikir bagi umat, sehingga tidak memikirkan untuk bangkit membawa perubahan ke yang lebih baik. Sistem islam pernah diterapkan hanya saja telah runtuh, dan saat itu negara islam menjadi negara yang terdepan jauh dari kata tertinggal dan mampu menaklukkan negara besar pada saat itu, sekarang kebutuhan akan khilafah sangat mendesak untuk membebaskan palestina.


Wallahu’alam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update