Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gen Z Bicara Perubahan, Islam Wujudkan Kebangkitan

Monday, October 13, 2025 | Monday, October 13, 2025 WIB

 


Oleh: Astina


Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Syahardiantono mengumumkan hasil penindakan hukum terhadap kerusuhan saat demonstrasi 25 Agustus - 31 Agustus 2025 di berbagai daerah di Indonesia. "Total ada 959 tersangka, dengan rincian 664 dewasa dan 295 anak," ujar Syahardiantono dalam konferensi persnya di gedung Bareskrim Polri, Rabu, 24 September 2025. Kabareskrim mengatakan, semua tersangka tersebut merupakan pelaku kerusuhan dan bukan peserta demonstrasi. Semua kasus tersebut ditangani oleh Bareskrim dan 15 kepolisian daerah (polda).


Peserta Demonstrasi yang dilakukan untuk menentang kebijakan yang ditetapkan pemerintah didominasi oleh Gen Z. Gen Z mulai sadar politik dan menuntut perubahan atas ketidakadilan. Namun, kesadaran politik itu justru dikriminalisasi dengan label anarkisme. Ini adalah bentuk pembungkaman agar generasi muda tidak kritis terhadap penguasa. Demokrasi-Kapitalisme hanya memberi ruang pada suara yang sejalan, sementara yang mengancam akan dijegal atau dikriminalisasi.


Kesadaran Gen Z terhadap politik menimbulkan kekhawatiran terhadap pemerintah karena dengan adanya kesadaran politik maka Gen Z akan selalu melakukan kritik jika kebijakan yang diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Begitulah sistem kapitalisme yang membungkam ketika ada yang melakukan kritik, karena dengan adanya kritik akan menghambat kebijakan yang akan diterapkan.


Dalam sistem kapitalisme kebijakan yang diusulkan akan ada cacat celanya karena sistem kapitalisme adalah hasil pemikiran manusia yang tentunya akan menguntungkan pihak tertentu, berbeda dengan sistem Islam yang merupakan sistem dari Allah SWT yang berpedoman pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sistem islam akan memberikan kebaikan untuk seluruh masyarakat, dan tidak akan berpihak kepada orang tertentu. Seperti halnya saat para pemuda menyerukan keadilan dan mengkritik pemerintah dalam sistem islam para pemuda akan dibimbing agar memahami politik lebih dalam dan lebih baik. 


Sehingga ketika mengkritik tuntutan yang diberikan kepada pemerintah seharusnya tidak hanya sekedar tuntutan praktis namun sampai menyentuh pada akar masalah yakni perubahan sistem politik. Demikianlah yang dulu dilakukan oleh Rasulullah SAW. Beliau mengubah sistem kehidupan Jahiliyyah menjadi kehidupan Islam dibawah negara Islam di Madinah.


Muhammad bin Abdullah dipilih oleh Allah SWT sebagai Rasulullah untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya Islam, Syariat yang diemban oleh Rasulullah bukan sekedar perbaikan individu melainkan perbaikan sistem kehidupan agar setiap hal yang dilakukan oleh manusia terikat dengan aturan Allah baik urusan individu, masyarakat, hingga negara. 


Dulunya Rasulullah sosok yang disegani hingga dijuluki Al Amin (yang terpercaya). Namun sekalipun para tetua Quraisyi menghalangi dakwah rasul. Para pemuda menerima dan berjuang bersama rasulullah sebab jiwa perubahan yang ada didalam diri para pemuda melihat kebenaran islam. 

Rasul men-tatsqif para sahabat hingga mereka memiliki kepribadian islam yang tangguh. Bersama merekalah Rasulullah membentuk kelompok (kutlah) politis mendakwahi masyarakat untuk mengambil islam sebagai kehidupan. Hingga akhirnya Pertolongan itu datang dari tokoh yang masih muda, Sa’ad bin Muadz. Dari kekuasaan Sa’ad Rasulullah bisa menerapkan islam secara sempurna dalam sebuah negara mampu mengalahkan sistem batil jahiliyyah. Inilah Arah perjuangan yang seharusnya dilakukan oleh para pemuda. Untuk itu menjadi pilihan pasti bagi para mahasiswa untuk melakukan perjuangan bersama kelompok Islam ideologis yang mengikuti metode dakwah Rasulullah SAW.


Gen Z perlu memahami arah perubahan seperti apa yang dapat menjadi solusi tuntas atas semua problem yang ada. Perubahan bukan hanya pergantian pemimpin, membubarkan DPR, ataupun menurunkan harga-harga kebutuhan hidup. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan yang menghantarkan pada perubahan sistem hidup yang menyeluruh—yang saat ini menggunakan sistem sekuler kapitalisme (pemisahan agama dari kehidupan) menuju sistem Islam. Islam akan digunakan sebagai asas dalam setiap aktivitas perbuatan manusia, baik secara individu, masyarakat, maupun negara.


Dengan demikian, ketika Gen Z berbicara tentang perubahan hakiki, cara yang dipakai haruslah cara yang dibenarkan oleh Islam. Mengingatkan kepada penguasa untuk menerapkan aturan yang datang dari Allah. Keberaniannya menyampaikan kebenaran merupakan bukti ketaatannya kepada Allah.


Kondisi umat Islam hari ini banyak mengalami problematika yang mirip dengan masa jahiliah, seperti kerusakan moral, dominasi sistem kapitalisme, dan hegemoni pemikiran Barat yang menyingkirkan nilai Islam. Dalam situasi ini, pemuda kembali dituntut untuk mengambil peran sebagaimana generasi sahabat terdahulu, yaitu menjadi pelopor kesadaran Islam di tengah arus sekularisme; Menggali potensi ilmu dan teknologi untuk kepentingan umat, bukan sekadar gaya hidup; Menjadi garda terdepan dalam dakwah dan perjuangan, menegakkan Islam kafah sebagai solusi hakiki.


Sejarah Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa perubahan hakiki (taghyir) dari jahiliah menuju Islam kafah tidak mungkin terwujud tanpa peran pemuda, termasuk Gen Z. Mereka adalah energi, semangat, dan ujung tombak kebangkitan umat. Oleh karenanya, Gen Z harus mengambil inspirasi dari Ali, Mus’ab, Zubair, dan Usamah—menjadi generasi yang siap berjuang, bukan sekadar pengikut arus zaman.

Ini karena pada akhirnya, kebangkitan umat dan tegaknya Islam kafah akan lahir dari tangan-tangan mereka yang dengan kesadaran, beriman, dan istikamah di jalan dakwah. Jadilah bagian yang memperjuangkan Islam Kafah.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update