Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bunuh Diri: Penyelesaian Masalah Hidup dalam Sistem Kapitalisme

Monday, October 06, 2025 | Monday, October 06, 2025 WIB Last Updated 2025-10-06T05:49:34Z

Oleh. Anie Ummu Zahira

EN, perempuan 34 tahun, ditemukan tewas gantung diri di kusen pintu kamarnya. Dua anaknya yang berusia 9 tahun dan 11 bulan ditemukan tak bernyawa tak jauh dari sang ibu.

Menurut polisi, kemungkinan besar sang ibu adalah pelaku pembunuhan terhadap kedua anaknya. Kesimpulan ini diperkuat dengan penemuan surat wasiat yang ditulis oleh sang ibu.

Surat itu mengungkapkan masalah keluarga, tepatnya kesulitan ekonomi, dan berisi pula permintaan maaf untuk seluruh keluarganya, termasuk kepada kedua anaknya yang telah meninggal ( _BBC News Indonesia_ , 10-09-2025). Kasus bunuh diri dengan dugaan motif ekonomi tidak sekali ini saja terjadi, terutama dalam rentang 2023 sampai 2025.

Maraknya kasus bunuh diri menunjukkan bahwa kondisi masyarakat saat ini dalam keadaan tidak baik-baik saja.

Tuntutan hidup dalam sistem kapitalisme, yang  menjadikan standar  kebahagiaan dunia sebatas materi,  abainya negara dalam memenuhi kebutuhan rakyat, sulitnya lapangan pekerjaan,   PHK terjadi dimana-mana, inflasi, kebutuhan pokok semakin mahal, dan masih banyak lagi, menggiring  kemiskinan kian  merajalela.

Beratnya hidup dalam sistem saat ini nyata-nyata telah  menggerus jati diri kaum muslim. Kesehatan mental pun goyah. Alhasil tak sedikit dari mereka yang menjadikan bunuh diri sebagai solusi untuk mengakhiri permasalahan hidup yang mereka hadapi. Rendahnya kualitas iman dan takwa menjadikan mereka begitu mudah kehilangan kesadaran akan hubungannya dengan Sang Khalik.

Sejatinya Islam melarang  bunuh diri. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat An Nisa ayat 29:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ اِلَّآ اَنْ تَكُوْنَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِّنْكُمْۗ وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا ۝٢٩

_"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan cara yang batil (tidak benar), kecuali berupa perniagaan atas dasar suka sama suka di antara kamu. Janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu._

Demikian juga Imam Nawawi melalui Syarah Riyadhus Shalihin melampirkan riwayat dari Abu Zaid Tsabit bin Adh-Dhahhak Al-Anshari, di mana Nabi SAW bersabda,

وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَيْءٍ، عُذِّبَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

_"Barang siapa membunuh dirinya sendiri dengan sesuatu, maka nanti pada hari kiamat ia akan disiksa dengan sesuatu itu."_ (Muttafaq Alaih)

Sungguh, bunuh diri adalah perilaku yang mengantarkan seseorang pada jurang kenistaan dan dosa. Hanya Islam yang diterapkan sempurna  yang mampu mencegahnya. 

Dalam Islam,  negara bertanggungjawab atas penjagaan rakyatnya secara fisik dan psikis. Kesejahteraan dan kebahagiaan bukan semata-mata terpenuhinya kebutuhan jasmani, melainkan juga terjaganya kesehatan mental rakyat.

Penguasa dalam Islam, memahami betul bahwa rakyat adalah amanah, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

_"Imam itu pengurus rakyat dan akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang dia urus."(HR.Bukhari Ahmad).

Dalam Islam, penguasa menjadikan dirinya sebagai pengurus dan perisai bagi rakyat. Negara bertanggung jawab secara totalitas sebagai raa’in (pengatur dan penanggung jawab) bagi urusan masyarakat.

Pondasi kokoh bagi setiap individu hanya bisa terwujud ketika Islam diterapkan. Karena, dalam sistem Islam iman dan takwa menjadi modal besar dan pedoman utama bagi setiap individu dalam menjalani kehidupannya di dunia. Sehingga individu akan memahami konsep kebahagiaan hakiki sebagai seorang muslim, yakni menggapai ridha Allah SWT.

Penerapan sistem kapitalis-sekuler, menyebabkan pola pikir liberal. Sehingga wajar perilaku bunuh diri adalah sesuatu yang bebas dilakukan individu sebagai solusi penyelesaian masalah hidup yang mereka hadapi.

Berbeda dengan penerapan sistem Islam.  Seluruh aspek kehidupan manusia diatur secara paripurna hingga mampu melahirkan aspek keimanan yang kuat dan kokoh serta sikap optimis dalam menjalani kehidupan dalam meraih kesejahteraan dan keberkahan hidup.

Demikianlah saat Islam Kaffah diterapkan,  setiap muslim merasa tentram dan tenang dalam menjalani hidup. Dalam naungan Islam, setiap diri memiliki kemuliaan hidup yang dijaga sehinggga tak mudah memilih bunuh diri sebagai jalan untuk  menghilangkan nyawa. Bunuh diri bukan pilihan mengakhiri diri, dan Islam Kaffah saja lah yang mampu menghindari.

Wallaahu a'laam bisshawaab.


No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update