Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rumah Baca Cahaya Ilmu Gelar Lokakarya Mendongeng, Dorong Literasi dari Skala Keluarga

Saturday, September 27, 2025 | Saturday, September 27, 2025 WIB Last Updated 2025-09-27T15:36:31Z

 


Nusantara news.net, Tanah Bumbu-Rumah Baca Cahaya Ilmu berkomitmen untuk menumbuhkan literasi dasar dari lingkup terkecil, yaitu keluarga. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Lokakarya Mendongeng yang bertempat di Studio Mini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tanah Bumbu, dengan menghadirkan narasumber utama dari Kampung Dongeng Tanah Bumbu pada Sabtu (27-9-2025). 


Lokakarya ini terselenggara berkat fasilitasi komunitas literasi dari Pusbin ini secara resmi dibuka oleh Plt. Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sekdis Persip), Aulia Hadi Waluyo Perdana. Dalam sambutannya,  Aulia mengapresiasi inisiatif Rumah Baca Cahaya Ilmu yang menyelenggarakan Lokakarya Mendongeng untuk meningkatkan indeks literasi di masyarakat yang selama ini belum terjangkau oleh pihak terkait.


Beliau menekankan pentingnya peran mendongeng sebagai jembatan yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai moral dan menumbuhkan minat baca sejak usia dini. Dispersip Tanah Bumbu menyambut baik kegiatan kolaboratif seperti ini, yang sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Kabupaten Tanah Bumbu.


Antusiasme terhadap lokakarya ini terlihat dari jumlah dan keberagaman peserta yang hadir. Sebanyak 50 peserta dari berbagai kalangan tumpah ruah memenuhi Studio Mini Dispersip. Mereka datang dari latar belakang yang sangat beragam, mulai dari guru TK, pelajar, tenaga kesehatan, guru SMP, ibu rumah tangga, hingga mompreneur (ibu-ibu wirausaha). Kehadiran peserta dari berbagai profesi ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan keterampilan mendongeng tidak hanya relevan bagi pendidik formal, tetapi juga bagi setiap orang yang memiliki peran sentral dalam mendidik dan berinteraksi dengan anak-anak.


Selama sesi lokakarya, para peserta menerima materi intensif mengenai teknik mendongeng yang bisa menarik audiens. Narasumber dari Kampung Dongeng Tanah Bumbu, Trialis Nurika Evy yang akrab disapa Kak Alis, yang dikenal ahli dalam menyajikan cerita secara interaktif dan ekspresif, membagikan kiat-kiat praktis. Mereka mengajarkan bagaimana menggunakan variasi suara, ekspresi wajah, bahasa tubuh, hingga pemanfaatan alat bantu sederhana seperti boneka atau properti kecil untuk menghidupkan karakter dan alur cerita. 


Teknik ini dianggap krusial agar dongeng tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media edukasi yang mendalam dan berkesan.

Tidak hanya menerima teori, para peserta juga langsung diajak melakukan praktik mendongeng. Dalam sesi praktik ini, mereka mendapatkan umpan balik konstruktif dari narasumber dan sesama peserta. Momen ini menjadi kesempatan emas bagi para guru untuk menyempurnakan cara bercerita mereka di kelas, bagi para orang tua untuk menciptakan waktu berkualitas bersama anak di rumah, dan bagi pegiat kesehatan untuk menyampaikan pesan-pesan penting melalui media cerita yang lebih menyenangkan. 


Suasana studio pun dipenuhi gelak tawa dan tepuk tangan, mencerminkan interaksi yang hidup dan pembelajaran yang efektif.

Dadik Trisatya, Ketua Panitia Lokakarya sekaligus perwakilan dari Rumah Baca Cahaya Ilmu, menyampaikan sambutan mengenai visi kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa literasi dasar dimulai dari keluarga.



"Kami meyakini bahwa fondasi minat baca dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dibangun pertama kali di dalam rumah. Ayah dan Bunda adalah pendongeng pertama bagi anak-anak mereka," ujarnya. 

"Oleh karena itu, Rumah Baca Cahaya Ilmu berkomitmen untuk menggerakkan literasi dari skala kecil yaitu keluarga. Lokakarya ini adalah langkah nyata kami untuk membekali para orang tua, guru, dan calon orang tua dengan senjata paling ampuh,  kemampuan bercerita yang memikat." imbuhnya 

Dadik menambahkan bahwa mendongeng bukan sekadar bercerita, melainkan sebuah seni untuk menanamkan nilai-nilai, empati, dan imajinasi. Ketika orang tua atau guru mampu mendongeng dengan baik, mereka tidak hanya mempererat ikatan emosional dengan anak, tetapi juga secara aktif membentuk karakter dan kemampuan berbahasa anak.

Pelaksanaan Lokakarya Mendongeng ini menjadi bukti nyata kolaborasi yang efektif antara komunitas literasi (Rumah Baca Cahaya Ilmu dan Kampung Dongeng Tanah Bumbu) dengan lembaga pemerintah (Dispersip Tanah Bumbu) dan dukungan dari Pusbin, dalam rangka memperkuat ekosistem literasi di Kabupaten Tanah Bumbu. Diharapkan, ilmu dan keterampilan yang didapat para peserta dapat langsung diterapkan, sehingga gaung literasi keluarga semakin nyaring, menciptakan generasi penerus yang berkarakter kuat dan berdaya imajinasi tinggi.


"Semoga setiap peserta yang kembali ke rumahnya masing-masing hari ini tidak hanya membawa sertifikat, tetapi juga semangat baru untuk menjadi duta dongeng di keluarga dan komunitas mereka," pungkasnya.[ ]

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update