Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

GENERASI RUSAK AKIBAT SISTEM KAPILATISME SEKULER

Monday, August 18, 2025 | Monday, August 18, 2025 WIB Last Updated 2025-08-18T08:23:09Z




Oleh: iin Parlina (bu rumah tangga) 

   

Potrem buram generasi kembali hadir, sebanyak 54 pelajar di amankan polisi karena diduga hendak tawuran di wilayah serpong, Tangerang Selatan, Sabtu(9/8/2025) dini hari sekitaran pukol 03.00 WIB. Kapolsek Serpong, AKP Suhardono, menjelaskan, para pelajar tersebut ditemukan sedang berkumpul didekat makam kawasan cilenggang. Kerumunan mereka sempat mendapatkan menimbulkan kecurigaan warga yang melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Dari informasi warga kalau ada orang banyak nongkrong-nongkrong dekat makam ditajuk cilenggang. Karena malam, kok pada nongkrong ramai-ramai, makanya kita cek, kata Suhardono saat dikonfirmasi, sabtu(9/8/2025). Saat diperiksa, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa enam cerulit,satu bom molotov, dan 25 sepeda motor. Para remaja mengaku hendak melakukan tawuran di wilayah kedaung, namun aksi tersebut berhasil digagalkan berkat kecurigaan warga. " mau tawuran nyerang ke kedaung, belum sempat kita sudah cegah duluan." ujarnya. Sebagian besar pelaku merupakan pelajar dibawah umur yang berasal dari berbagai daerah, seperti serpong dan gunung sindul.

Sebagai tindak lanjut, polisi akan memanggil orang tua para pelajar dan memberikan pembinaan guna mencegah kejadian serupa di masa depan.

Fakta lainny dalam sebuah video berdurasi 19 detik viral di media sosial menampilkan aksi kekerasan terhadap seorang pelajar berseragam pramuka di SMK NEGERI 2 Pangkep, Sulawesi Selatan. Dalam video tersebut, korban berinisial MA(16) dijalan raga depan sekolah, di saksika sejumlah siswa lain yang justru merekam kejadian dengan ponsel mereka.

Kasat Reskrim Polres Pangkep AKP Muhammad Saleh menyebut peristiwa dipicu senggolan bahu di dalam sekolah." Bermula ketika pelaku dan korban berpapasan, lalu saling bersenggolan bahu, korban tewas ingin menjelaskan masalah baik-baik tapi pelaku kemudian mengajak bertemu di luar sekolah dan langsung memukuli korban berkali-kali."ujar AKP Saleh. Akibat pemukulan tersebut, korban mengalami luka memar di pelipis dan kepala. Polisi menegaskan tidak ada masalah sebelumnya antara keduanya selain senggolan bahu yang memicu emosi.

Pelaku dijerat pasal 80 ayat(1) juncto pasal 76C UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak yang mengatur larangan kekerasan terhadap anak.


  Rusaknya generasi saat ini akibat diterapkannya Sistem Kapitalisme, Kapitalisme memiliki sistem sanksi buatan akal manusia yang lemah dan tidak menimbulkan efek jera. Maka wajar saja, bila hukum sanksi yang diterapkan tidak mampu mencegah individu melakukan kejahatan. Kapitalisme Sekuler menjadikan manfaat sebagai asas dalam setiap kebutuhan kebijakan. Ini yang menjadi salah satu faktor bahwa minuman khamar tidak pernah bisa di hapus, bahkam masih ada legalisasi pendistribusiannya. Padahal, minuman ini dapat membuat generasi hilang akal sehat dan tak jarang bermuara pada tindak kekerasan seksual bahkan pembunuhan. Kapitalisme membangun pendidikan dan asas sekuler, yaitu pemisahan urusan agama dari kehidupan, sehingga pendidikan yang diperoleh tidak mampu melahirkan generasi berkualitas dan berkepribadian islam. Maka dari itu, benang merah rusaknya generasi pada hari ini adalah diadopsinya kapitalisme dalam kehidupa. Hal ini mengundang banyak kerusakan yang membuat rakyat kehilangan hak dan mendapatkan keamanan,terpeliharanya jiwa,akal,dan kehormatan diri.


  Sudah saatnya kita implementasikan nilai-nilai islam dimana hukum Allah diterapkan secara kaffah(keseluruhan). Sehingga peraturan tidak lagi berlandaskan kepentingan manusia, melainkan sesuai dengan perintah dan larangan Allah yang maha tahu apa yang terbaik untuk diterapkan di tengah-tengah kehidupan umat manusia. Dalam sistem islam, hukum sanksi dikembalikan fungsinya sebagai penghapus dosa dan pencegah tindakan kriminal lainnya. Hal ini akan berjalan dengan baik, sebab hukum Allah akan diterapkan secara menyeluruh dalam rangka ibadah. Nuansa kehidupan bermasyarakat dipenuhi dengan kesadaran hubungan kepada Allah SWT.

Untuk menciptakan atmosfir kehidupan seperti ini, islam membangun pendidikan yang memiliki kurikulum dengan asas akidah. Sasaran pendidikan diorientasikan untuk membangun kepribadian islam melalui pola pikir islam dan pola sikap islam. Sedangkan tujuan pendidikan untuk membekali manusia dengan ilmu yang berhubungan dengan kehidupan. Inilah yang membuat pendidikan dalam islam mampu melahirkan generasi gemilang.



waalahualambishowab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update