KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto meluncurkan program Sekolah Rakyat sebagai salah satu upaya memutus rantai kemiskinan yang telah berlangsung dalam beberapa generasi.
Program tersebut menjadi langkah strategis untuk memberikan akses pendidikan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial ( Kemensos) Robben Rico menjelaskan, Sekolah Rakyat bukanlah program Kemensos, melainkan program Presiden Prabowo yang diamanahkan kepada Kemensos melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025. ( Senin, 21/07/2025 )
Pemerintah meluncurkan program Sekolah Rakyat (SR) sebagai salah satu langkah strategis untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Program ini merupakan inisiatif langsung dari Presiden Prabowo Subianto dan ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang selama ini sulit mengakses pendidikan berkualitas.
Sejatinya SR bukan solusi untuk mengentaskan kemiskinan. Realita hari ini kemiskinan yang terjadi adalah kemiskinan struktural. Demikian juga problem pengangguran tidak lantas terselesaikan dengan anak-anak keluarga miskin masuk SR. Faktanya hari ini PHK marak, dan lapangan pekerjaan memang langka.
Semua adalah akibat dari penerapam sistem kapitalisme, yang menempatkan negara hanya sebagai regulator oligarki. Negara tidak menjadi pengurus rakyat, baik dalam menyediakan layanan pendidikan dan menjamin kesejahteraan rakyat.
Sistem sekuler kapitalisme yang problematik hanya akan menghasilkan kepemimpinan yang problematik. Pengurusan negara terhadap rakyat sangat minim, disebabkan adanya pengabaian negara dalam mengurus generasi dan kebutuhan mereka. Tidak selayaknya negara hanya melakukan pemenuhan kebutuhan dan pelayanan secara minimal.
SR memang gratis, namun hal ini menunjukkan negara hanya mengurusi rakyat miskin yang tak mampu sekolah. Padahal hari ini masih banyak problem pada sekolah negeri, baik terkait kualitas pendidikan maupun sarana dan prasarana yang belum memadai, kecukupan dan kualitas tenaga pendidik dan lain-lain. Nampaklah SR hanya sekedar solusi tambal sulam yang tidak menyelesaikan persoalan masyarakat, juga kebijakan populis seperti MBG yang tidak menyentuh akar masalah.
Pendidikan adalah kunci dan lahirnya generasi yang unggul. Pendidikan dalam pandangan islam adalah hak semua individu. Negara menjamin kebutuhan tersebut dengan pelayanan maksimal. Negara memberikan layanan pendidikan dengan fasilitas terbaik.
Dalam hal pembiayaan, pendidikan dalam negara islam seluruhnya ditanggung negara, pendidikan dijamin gratis untuk semua rakyat dengan kualitas terbaik, miskin ataupun kaya, pada semua jenjang Pendidikan karena negara islam memiliki sumber dana yang mumpuni.
Perspektif islam memandang pendidikan sebagai tanggung jawab bagi rakyat yang tak ada dalam sistem kapitalisme yang dijalani sekarang, SR mungkin sekilas nampak baik, tetapi ide itu bak fenomena solusi tambal sulam yang tak akan pernah benar-benar menyediakan solusi sampai tuntas.
Dalam islam yang dijamin bukan hanya soal kualitas pendidikannya, lapangan pekerjaan, jaminan kesehatan, gaji guru yang memadai, keamanan dan kesejahteraan rakyat lainnya juga ikut diupayakan demi membangun lingkungan yang mendukung bagi pendidikan.
Oleh karena itu, untuk menyelesaikan permasalahan pendidikan ataupun kemiskinan dan seluruh bidang kehidupan seharusnya diselesaikan dari akar permasalahan, yakni mencabut akar penerapan sistem kapitalisme sekuler dan mengubahnya ke dalam penerapan Islam secara keseluruhan. Penerapan sistem Islam dengan menancapkan akidah Islam sebagai dasar negara yang insyaAllah menjadi jalan rahmat dan keberkahan dari Allah Swt.
Wallahu’alam bissawab
.png)
No comments:
Post a Comment