Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Spirit Ibadah haji dan Idul Adha, Momentum Menumbuhkan Rasa Persatuan Umat Islam

Thursday, June 12, 2025 | Thursday, June 12, 2025 WIB Last Updated 2025-06-12T12:54:22Z



Oleh Neneng Hermawati 

Pendidik Generasi Cemerlang 


Setiap tahunnya di bulan Zulhijah, umat Islam di seluruh dunia berkumpul di tanah suci untuk menunaikan salah satu rukun Islam yang kelima yaitu ibadah haji. Para jamaah calon haji mengenakan pakaian ihram dan melaksanakan seluruh rangkaian prosesi haji, seperti wukuf, melempar jumroh, tawaf dan sa'i. Semua aktivitas ini dilakukan dengan penuh khidmat dan atas dasar ketaatan kepada Allah Swt. dengan tujuan mengharapkan keridaan-Nya.


Nampak indah mereka bersatu, menanggalkan segala atribut duniawi, yang selama ini membelenggu mereka, seperti perbedaan bangsa, wilayah, bahasa, ras, warna kulit dan strata sosial ekonomi. 

Namun sangat disayangkan, setelah menyelesaikan rangakaian ritual haji tersebut, rombongan jamaah haji kembali ke wilayahnya masing-masing dan tetap dalam belenggu perbedaan yang ada. 


Dahulu persatuan umat Islam di seluruh dunia dibangun oleh Rasulullah saw. sampai runtuhnya kekhilafahan Islam terakhir. Tidak ada sekat wilayah negeri-negeri muslim, mereka disatukan oleh akidah yang sama, yaitu akidah Islam yang dibawa oleh Rasulullah saw. Walaupun secara pluralitas terdapat perbedaan baik dari sisi bahasa, ras, warna kulit, bangsa, dan lain-lain, semuanya itu bukan menjadi penghalang untuk bersatu. 


Adanya paham nasionalisme yang dihembuskan Barat ke dunia Islam, menjadikan wilayah kekhilafahan Islam yang terbentang hampir dua pertiga dunia, kini terpecah belah menjadi lebih dari puluhan negara bangsa (nation-state). Pada akhirnya negeri-negeri muslim tersebut dengan tanpa perlawanan dijajah dan dikuasai oleh Barat. Sungguh menyakitkan! Lihatlah kondisi saudara-saudara kita di Palestina, sampai saat ini tidak ada satu pun dari kaum muslim yang mampu menolong mereka dan mengusir penjajah Zionis Israel di tanah Palestina. Begitu pun saudara-saudara kita yang ada di Rohingya, Uighur, dan lainnya, masih dalam kondisi menderita dan memprihatinkan. Padahal, Rasulullah saw. telah menggambarkan bahwa umat Islam bagaikan sebuah bangunan yang saling menguatkan. Sabda Rasullullah saw,  "Permisalan seorang mukmin dengan mukmin yang lain itu seperti bangunan yang menguatkan satu sama lain." (HR. Bukhari dan Muslim).


Akankah kita tetap mempertahankan keterpecahbelahan umat ini dengan paham nasionalismenya? Paham yang jelas-jelas mencegah umat untuk bersatu dan menghalangi memiliki kekuatan besar untuk membantu membebaskan saudara kita dari keterjajahan. 

Umat Islam adalah umat terbesar di dunia dengan jumlah penduduk hampir dua miliar. Jika bersatu akan menjadi kekuatan dunia yang disegani, dan  persatuan sejati itu hanya dapat terwujud dalam institusi politik Islam global (khilafah) yang menyatukan umat dalam satu tubuh dan tujuan.  Berdasarkan akidah Islam,  perbedaan-perbedaan yang ada akan disatukan laksana satu tubuh yang saling menguatkan. Di manapun kaum muslim membutuhkan pertolongan, tertindas sebagaimana yang terjadi di Palestina, Rohingya, Uighur,  khalifah akan  mengerahkan militernya dari negeri-negeri muslim untuk membebaskannya sehingga seluruh umat Islam hidup aman dan tentram. 


Oleh karena itu, semangat persatuan saat Idul Adha jangan sampai luntur kembali. Idul Adha mengajarkan kita ketaatan mutlak hanya kepada Allah Swt. dan seharusnya menjadi spirit agar umat terdorong untuk patuh dalam seluruh aspek kehidupan bukan membatasi diri hanya pada aspek ritual saja tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.


Wallahu a'lam  bishshawwab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update