Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Refleksi Muharram: Mewujudkan Kebangkitan Umat yang Hakiki

Wednesday, June 25, 2025 | Wednesday, June 25, 2025 WIB Last Updated 2025-06-25T01:32:07Z

 


Oleh : Rasyidah (Pegiat Literasi)


Tahun baru Islam 1447 H tidak lama lagi akan tiba. Berdasarkan kalender Hijriah Kementerian Agama (Kemenag), tahun baru Islam 1 Muharram 1447 H jatuh pada Jumat, 27 Juni 2025. Bagi umat Islam, tahun baru Islam bukan sekadar perayaan tahunan. Pergantian tahun adalah momentum untuk memperbaiki diri dari tahun-tahun sebelumnya. Di penghujung tahun inilah menjadi waktu yang pas untuk memperbaiki diri agar tahun berikutnya lebih baik. (Liputan6.com, 20/6/2025)


Berdasarkan situs Nu online, bulan Muharram merupakan salah satu waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan ibadah puasa bagi umat Islam. Bahkan, puasa di bulan ini dinilai memiliki keutamaan lebih tinggi dibanding puasa lainnya setelah Ramadhan (AntaraNews.com,21/6/2025)


Sebagai umat Muslim pastinya kita bahagia dengan datangnya bulan Muharram, bulan yang penuh berkah ini. Karena Allah SWT telah memberikan kabar gembira akan hal itu di dalam kalamNya, lebih tepatnya di Al-Qur'an surah At-Taubah ayat 36.


Tahun baru Islam hadir kembali di tengah berbagai persoalan yang masih terus menimpa umat Islam dan nasib umat makin suram. Genosida Palestina masih terus terjadi di tengah pengkhianatan penguasa negeri muslim. 


Tahun baru islam seharusnya menjadi momen untuk introspeksi bagi umat Islam. Peristiwa hijrah menjadi titik awal terwujudnya kemuliaan umat.  Umat Islam bersatu di bawah naungan Daulah Islam, hidup Sejahtera di bawah aturan Allah, islam tersebar ke seluruh penjuru dunia  dan menjadi rahmat bagi seluruh alam

Namun, hari ini predikat sebagai umat terbaik tak nampak nyata dalam kehidupan. Umat Islam harus merenungkan kembali apa akar masalah kondisi buruk ini sehingga umat Islam kehilangan kemuliaannya sebagai umat terbaik.  Umat terpuruk karena makin jauh dari aturan Allah (QS 20: 124)


Di bulan Muharram ini marilah kita kembali kepada ketakwaan yang sesungguhnya, menjadikan Islam dan semua aturan Allah SWT diterapkan di semua lini kehidupan (kaffah). Mengobarkan kembali semangat yang membara dalam dada para generasi muda untuk cinta dan taat sepenuhnya terhadap syariat Islam.


Seyogyanya semangat perubahan yang dimiliki ummat saat ini diarahkan juga untuk memperbaiki kondisi negeri ini. Karena kondisi lingkungan sistem yang ada saat ini justru, menjadi masalah dan penghambat bagi kehidupan kehidupan bahkan bisa membahayakan aqidahnya, karena lingkungan yang buruk dan aturan yang rusak akan mempengaruhi gagalnya perubahan yang hakiki.


Harapan agar dapat menjadi negeri yang baldatun toyyibatub warabun gofur adalah dengan berhijrah secara totalitas. Artinya, meninggalkan Sistem Kapitalis sekuler menuju Sistem yang datang dari sang maha pencipta kehidupan yakni Allah.


Satu-satunya cara untuk meraih kembali kemuliaan adalah dengan kembali kepada aturan Allah dan menerapkannya dalam kehidupan secara kaffah. Umat disadarkan akan kebutuhannya pada Khilafah sebagai institusi yang akan menjadi junnah bagi ummat. Karena itu umat harus disadarkan hakekatnya sebagai muslim dan didorong untuk ikut memperjuangkannya. 

Penyadaran umat ini membutuhkan bimbingan dari jamaah dakwah yang tulus dan istiqamah berjuang  di jalan Allah.


Semua itu terjadi berkat dakwah yang terus mereka sebarkan, meluruskan akidah, menguatkan tauhid, hingga menghantarkan mereka pada persatuan umat Islam yang begitu kuat disertai dengan peradaban yang agung hingga berabad-abad lamanya.


“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.” (QS. At-Taubah : 20)


Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi seluruh umat Muslim di dunia untuk menerapkan hukum-hukum Islam serta mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia. Hukum bersumber pada Al-Qur'an, Sunnah (hadits Rasulullah), ijma' sahabat, dan qiyas).


Khilafah ada mekanisme yang disebut dengan bagaimana melakukan kontrol atau melakukan muhasabah melakukan koreksi amar makruf nahi mungkar.


Inilah penting seseorang untuk bersegera merefleksi  diri menuju perubahan hakiki dan memberi pengaruh terhadap umat. Perubahan tidak akan mudah tatkala dilakukan secara individual. Maka untuk keberasamaan dalam sebuah jamaah dakwah adalah suatu kebutuhan bahkan keharusan. Sebab dakwah adalah kunci istiqamah saat hijrah, yang saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. “Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu beriman” ( QS Al Imran : 139).


Oleh karena itu, peristiwa Tahun baru Hijrah ini (Muharram) hendaklah manusia merenungi  kembali maknanya dengan baik. Agar Islam kembali tegak di muka bumi ini, membawa umat pada jalan lurus yang akan di ridai oleh Allah Swt. Arah perubahan juga harus menjadi perhatian khusus sehingga membawa umat Islam pada tujuan yang satu. Momentum Muharram sangat pas  jadikan evaluasi secara totalitas agar membawa kehidupan ini pada cahaya kebenaran, Islam. Jadi, jangan sampai salah mengambil arah dan langkah.


Di bulan Muharram yang penuh berkah ini, mengajak dan menghimbau kepada kaum Muslim mari kita kembalikan kehidupan Islam, kembali kepada Islam secara kaffah, jangan pilih-pilih syariat Allah dan berjuang tegakkan khilafah. Jangan biarkan orang-orang kafir menghinakan kita. Allahuakbar. Wallahu Alam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update