Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Nasionalisme Sumber Perpecahan

Friday, June 27, 2025 | Friday, June 27, 2025 WIB Last Updated 2025-06-27T14:25:54Z




Oleh : Aurum

Pegiat Literasi dan Praktisi Kesehatan



Peristiwa kapal Madleen menjadi pencetus adanya gerakan kemanusian Global March to Gaza dimana dari seluruh aktivis kemanusian dari berbagai negara seperti Tunisia, Libya, Maroko, Amerika, Eropa, Asia termasuk Indonesia, untuk bergerak ke Gaza dalam misi kemanusiaan.

Global March to Gaza seolah menjadi tanda keputusasaan setiap nurani manusia atas setiap pembantaian yang dilakukan Zionis Yahudi di tanah Palestina yang tiada akhir.

Menurut Chairman Aliansi Kemanusiaan Indonesia (Aksi) Ali Amril menyebut "Ini adalah bentuk diplomasi tanpa podium, tanpa protokol, dan tanpa basa-basi. Gerbang Rafah mungkin dikunci, tapi nurani dunia tidak bisa dibungkam," ujarnya dalam pernyataan. (Republik, Sabtu,14/6/2025)


Diamnya Para Pemimpin Muslim

Hari - hari ini, pembantaian dan pendudukan wilayah Palestina kian mengusik rasa kemanusian setiap orang diseluruh dunia, sehingga muncul banyak demonstrasi menuntut kemerdekaan bagi palestina di berbagai negara, bahkan di negara- negara yang pemerintahannya sendiri merupakan sekutu atau pendukung Zionis Yahudi atau Amerika sebagai donatur tetap Zionis Yahudi dalam setiap serangannya kepada warga Palestina.

Bukti nyata kekecewaan atas rasa kemanusian yang semakin hari kian diabaikan oleh para pemimpin negara, membuat rakyatnya tidak bisa berharap banyak kepada pemerintahannya membantu menurunkan pasukan militernya dalam menyudahi pembantaian di Palestina.

Namun tak sampai disana, ketika seluruh aktivis dari berbagai negara tersebut sampai di Mesir untuk melakukan long march ke Rafah sebagai satu - satunya jalur yang dapat menyalurkan bantuan kemanusian untuk warga Gaza yang telah lama hidup kelaparan bahkan sebagian meninggal karena kelaparan parah, justru jalur rafah ditutup. Para aktivis kemanusian yang hendak menyalurkan bantuan kemanusiaan di tahan oleh militer Mesir bahkan tak sedikit yang dipulangkan ke negara asalnya.

Dari setiap yang terjadi pada warga di Gaza, dapat kita lihat secara terang bagaimana kemunafikan dipertontonkan tanpa malu, penghianatan - penghianatan pemimpin kaum muslim begitu nyata dilakukan pada saudaranya di Gaza, Bukan hanya diam namun para pemimpin muslim justru ikut andil dalam melanggengkan penjajahan tersebut seolah dapat diartikan para pemimpin muslim turut serta dalam pembantaian yang terjadi di Gaza, atas nama nasionalisme dalam bentuk negara - negara.

Nasionalisme dalam sekat - sekat negara tersebut begitu jahatnya hingga menghapuskan rasa kemanusian, menutup nurani, dan rasa persaudaraan para pemimpin muslim saat ini.


Nasionalisme Pemecah Umat

Nasionalisme adalah sebuah ide atau pemahaman yang mengatakan bahwa cinta kepada negara merupakan hal yang harus dimiliki setiap individu, dimana cinta tanah air diatas segalanya sehingga mengenyampingkan rasa kemanusian dan rasa persaudaraan antar muslim di dunia,

Nasionalisme memisahkan satu wilayah dari wilayah lain berdasarkan garis - garis geografis, yang menyebabkan satu wilayah dengan wilayah lainnya memiliki pemimpin yang berbeda dan memiliki peraturan atau kebijakan yang berbeda tergantung pemimpin yang diangkat di wilayah tersebut, sehingga pemisahan wilayah - wilayah tersebut menjadi sekat - sekat negara.

Sekat - sekat negara inilah yang menjadikan umat Islam terpecah seolah ketika terjadi sesuatu masalah atau saudara muslim diwilayah negara lain mengalami kesulitan adalah bukan urusannya. dengan kata lain selama kesulitan itu tidak menimpa wilayah negaranya maka itu bukan menjadi urusannya dan tidak perlu andil atau turut campur dalam permasalahan tersebut.

Nasionalisme adalah paham yang berbahaya dan menjadi paham yang merusak dan memecah belah persatuan umat muslim di dunia. Dalam kasus saat ini dapat kita lihat dengan jelas bagaimana nasionalisme begitu jahatnya melanggengkan setiap penjajahan dan perlakukan semena - mena atas pembenci Islam di suatu negara dalam menindas dan berbuat keji kepada kaum muslim, dan kaum muslim lainnya di belahan bumi lain hanya bisa menyaksikan kejahatan demi kejahatan pada saudara muslimnya tanpa mampu melakukan apapun.



Nasionalisme dalam Pandangan Islam

Dalam Al -Qur'an surat Al Hujurat ayat 10 Allah Swt berfirman yang artinya:

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara (QS. al-Hujurat: 10),"

Dari ayat diatas menunjukan bahwa umat muslim itu saudara, dimana itu tidak akan tega melihat saudara lainnya menderita dan kesusahan, justru saudara itu harus akur dan bersatu saling menyayangi melindungi dan menjaga. dalam Quran surat Al-Anfal ayat 72 juga Allah SWT berfirman yang artinya:


"Jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam urusan pembelaan agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan (QS. al-Anfal: 72),"

Dari terjemah Quran tersebut diatas mempertegas bahwa ketika ada saudara muslim kita yang sedang kesusahan maka sebagai saudara muslimnya kita wajib menolongnya. Namun hal tersebut menjadi mustahil ketika sekat - sekat nasionalisme berdasarkan negara - negara masih menjadi penghalang persatuan umat muslim di dunia.

Bercermin dari sejarah, yaitu Islam kuat dan menguasai dua pertiga dunia ketika umat muslim bersatu dalam satu komando, baik kaum muslim maupun kaum yang bukan muslim hidup rukun berdampingan di bawah kepemimpinan Islam lebih dari 13 abad lamanya.

Namun kaum muslimin menjadi begitu lemah dan dapat diperlakukan semena - mena bahkan diperlakukan lebih keji dari binatang oleh orang - orang pembenci Islam dan ingin menghancurkan Islam tidak lain dan tidak bukan karena umat Islam terpecah belah, umat Islam tidak lagi merasa memiliki rasa persatuan dan memisahkan diri dari agama Allah.

Maka jalan satu - satunya untuk setiap permasalahan yang terjadi saat ini pada kaum muslimin di seluruh dunia termasuk pembantaian di Gaza adalah dengan persatuan umat, dalam kasus penjajahan di Gaza dan persoalan lainnya saat ini syarat dengan politik maka penyelesaiannya pun harus dengan sesuatu yang bersifat politik pula.

Islam adalah agama yang tidak hanya mengatur ibadah ritual semata, namun Islam adalah agama yang juga mengatur kehidupan individu sampai kehidupan bernegara, sehingga dapat dikatakan bahwa satu - satunya solusi segala problematika saat ini adalah kembali kepada aturan Allah secara Kaffah, dan berjuang bersama kelompok - kelompok yang memperjuangkannya untuk sama - sama mengedukasi umat, bahwa begitu pentingnya penerapan aturan Islam dalam institusi negara.

Wallahu a'lam bishawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update