Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kekerasan Anak Dalam Keluarga Butuh Sistem Islam Untuk Menghentikan

Tuesday, June 24, 2025 | Tuesday, June 24, 2025 WIB Last Updated 2025-06-24T05:24:33Z
Kekerasan Anak Dalam Keluarga Butuh Sistem Islam Untuk Menghentikan


Thoyibah

Muslimah Pejuang Peradaban 


Kekerasan pada anak kembali terjadi sepasang suami istri tega menyiksa bayi berusia 2 tahun hingga tewas, mengutip dari KOMPAS.com- AYS (28) dan istrinya YG (24) menyiksa bayi berusia 2 tahun hingga tewas, di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, gara-gara korban rewel.


"Pengakuan tersangka sakit hati karena korban sering rewel dan menangis," ungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kuansing, AKP Shiton saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu (14/6/2025) malam.


Bahkan saat AYS melakukan penganiayaan, YG merekam aksi tersebut sambil tertawa.


Kisah tragis juga dialami seorang bayi perempuan berusia 2 tahun di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.


Bayi yang sedang lucu-lucunya harus tewas ditangan sepasang pasutri yang mengasuhnya,  kasus ini berawal dari ibu korban yang menitipkan anak kepada pelaku dengan alasan sebagai pancingan agar memiliki anak.


Pada Selasa (10/6/2025) sekitar pukul 13.00 WIB, Pelaku menghubungi ibu korban dan menyampaikan bahwa anaknya mengalami kecelakaan lalu lintas dan dirawat di RSUD Teluk Kuantan, Kabupaten Kuansing.


Setelah dirawat satu malam, pada Rabu (11/6/2025), sekitar pukul 16.00 WIB, korban meninggal dunia.


Kasus terungkap setelah hasil pemeriksaan menunjukkan korban meninggal akibat kekerasan.


Tidak hanya dilakukan oleh pengasuh, ayah kandungpun juga tega menelantarkan anaknya.   Mengutip dari tirto.id- kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA) mengatakan ikut mengawal penanganan kasus anak yang diduga ditelantarkan dan dianiaya oleh ayah kandungnya di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta  Selatan. Anak tersebut saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RS Polri Kramat Jati.


Untuk diketahui, seorang anak berinisial M diduga disiksa orang tuanya di Surabaya dan ditemukan di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Ia ditemukan Satpol PP Kebayoran Lama di Kawasan Pasar Kebayoran Lama pada Rabu, (11/6/2025) pagi pukul 07.20 WIB.


M ditemukan seorang diri dalam keadaan di atas kardus dan sedang tertidur di Lorong pasar. M sempat mengaku disiksa orang tuanya. Namun, M tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena masih kesulitan berbicara.


Kasus kekerasan terhadap anak, baik fisik maupun seksual, termasuk kasus inses oleh anggota keluarga sangat tinggi terjadi di Indonesia. 


Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA) mencatat total total 28.831 kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia sepanjang 2024 terhitung sejak Januari hingga Desember. Data tersebut dilansir Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMPFONI-PPA) yang dikelola oleh Perlindungan Anak.


Catatan SIMPFONI-PPA tersebut mencakup berbagai jenis kekerasan yang dialami anak perempuan lebih banyak dengan total 24.999 kasus. Sementara kekerasan terhadap anak laki-laki sebanyak 6.228 kasus, ini sudah termasuk kekerasan fisik, psikis, seksual, eksploitasi, trafficking, hingga penelantaran. Nu Online.


Kekerasan di lingkungan keluarga dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah faktor ekonomi, emosi yang tidak terkendali, kerusakan moral hingga iman yang lemah dan lemahnya pemahaman akan fungsi dan peran sebagai orang tua.


Sistem kehidupan Sekularisme Kapitalisme membuat para orang tua tidak tahu cara mendidik dan mengasuh anak. Sistem ini bahkan menghilangkan fitrah orang tua yang punya kewajiban melindungi anak-anak dan menjadikan rumah menjadi tempat paling aman untuk anak.


Himpitan ekonomi Kapitalisme juga sering menjadi alasan orang tua menyiksa dan menelantarkan anak, bahkan melakukan kekerasan seksual. Lingkungan dan tayangan media bahkan bisa jadi pemicu terjadinya kekerasan pada anak.


Sistem ini juga membuat hubungan sosial antar masyarakat kering dan individualis, tidak peduli terhadap sesama, hingga memudahkan terjadinya kekerasan terhadap anak.


Di Indonesia, sebenarnya sudah ada undang-undang tentang perlindungan anak, juga perlindungan atas kekerasan seksual pada anak, juga perlindungan tentang pembangunan keluarga.

Namun nyatanya semua itu tidak mampu menuntaskan persoalan kekerasan pada anak. Sebab undang-undang tersebut dibangun dengan ruh sekuler kapitalis, sehingga tidak menyentuh akar permasalahan terjadinya beragam kekerasan pada anak, yang disebabkan oleh faktor yang kompleks dan saling berkelindan.


Islam memiliki solusi untuk semua masalah, termasuk keluarga. Penerapan Islam secara sempurna dalam kehidupan akan menjamin terwujudnya berbagai hal penting dalam kehidupan seperti kesejahteraan, ketentraman jiwa, terjaganya iman dan taqwa kepada Allah Subhanahu Wa ta'ala. Sabab Islam adalah ideologi (sistem hidup) yang sesuai dengan fitrah manusia dan memuaskan akal.


Salah satu fungsi keluarga adalah pelindung. Selain itu keluarga dalam Islam juga memiliki fungsi membentuk kepribadian Islam kepada seluruh anggota keluarganya.


Negara akan melakukan edukasi untuk membentuk kepribadian Islam, dan menguatkan pemahaman tentang peran dan hukum-hukum keluarga. Sehingga setiap individu dalam keluarga memiliki pemahaman yang shahih dan komitmen untuk melaksanakan kewajiban yang telah ditetapkan Islam untuknya termasuk dalam membangun keluarga.


Negara akan melakukan edukasi yang terintegrasi dan komprehensif dalam sistem pendidikan maupun melalui berbagai media informasi dari departemen penerangan Khilafah.


Pelaksanaan hukum Islam secara kaffah dalam berbagai aspek kehidupan akan menjamin terwujudnya ketahanan keluarga yang kuat, dan mampu mencegah terjadinya kekerasan dalam keluarga. Anak hidup aman dan nyaman hanya terwujud dalam naungan Khilafah.


Wallahu alam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update