Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hanya Islam yang Mampu Melindungi Generasi dari Bahaya Judi Online

Tuesday, June 03, 2025 | Tuesday, June 03, 2025 WIB Last Updated 2025-06-03T12:58:06Z


Oleh Ummu Syifa 

Aktivis Muslimah 


Sangat miris, fenomena judi online saat ini sudah  menyasar anak-anak. Hasil temuan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam Program Mentoring Berbasis Risiko (Promensisko) menunjukkan jumlah deposit yang dilakukan oleh pemain berusia 10-16 Tahun lebih dari Rp 2,2 miliar. (cnbcindonesia.com, 8/5/2025).


Jika dicermati, hal itu bukan sebuah kebetulan, sistem kapitalisme yang saat ini diterapkan yang menjadikan keuntungan sebagai tujuan utama telah memanfaatkan celah psikologis dan visual untuk menarik anak anak dan tidak peduli terhadap kerusakan generasi.


Selain itu, minimnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak di rumah menjadi celah masuknya judol ini. Ibu yang seharusnya menjadi pengurus, pengawas, dan pembimbing anak di rumah dalam membekali dan membentengi anak dengan akidah serta pemahaman Islam, kini sebagian besar disibukkan di luar rumah untuk membantu mencari nafkah karena kesulitan ekonomi.


Negara pun yang diharapkan bisa mengatasi dan memutus akses judol ini dinilai belum melakukan upaya yang serius dan sistematis. Kita bisa melihat, pemutusan dilakukan setengah hati dan tebang pilih sementara banyak situs yang masih aktif. Fakta ini membuktikan bahwa demokrasi kapitalisme tidak memiliki solusi hakiki dalam menyelamatkan generasi muda dari kriminalitas khususnya judol. Sudah saatnya kita campakkan kapitalisme yang terbukti tidak bisa melindungi generasi muda dari bahaya.


Berbeda dengan Islam. Islam telah mengamanahkan kepada orang tua terutama ibu untuk menjaga keimanan dan ketakwaan keluarga dan anak-anaknya agar mampu menangkal segala bentuk kemaksiatan termasuk judol di dalamnya. Ibu pun tidak akan tersibukkan di luar rumah dan meninggalkan anak-anak karena mekanisme jalur penafkahan yang mampu mencukupi kebutuhan keluarga tanpa harus melibatkan para ibu bekerja.


Negara akan mewujudkan sistem pendidikan Islam yang bertujuan membentuk kepribadian Islam yang menjadikan anak-anak memiliki pola pikir dan pola sikap Islam, bisa membedakan yang halal dan haram.


Negara pun akan melindungi rakyatnya terutama anak-anak dari segala sesuatu yang membahayakan misalnya konten-konten negatif, tidak bermanfaat dan merusak seperti judol, game yang melalaikan, dan lain-lain. Negara dengan kewenangannya akan membatasi area digital agar diakses sesuai kebutuhan dan kemaslahatan rakyat.


Sudah saatnya kita kembali kepada Islam. Hanya Islam yang mampu melindungi anak-anak dari judol dan segala bentuk keharaman yang ditimbulkan dalam era digital saat ini. Penerapan Islam secara kafah akan mampu melindungi generasi dari kerusakan dan kriminalitas.


Wallahu a'lam bishshawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update