Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bukan Sekadar Doa: Palestina Butuh Umat yang Bersatu, Bukan Penguasa yang Bungkam

Monday, June 30, 2025 | Monday, June 30, 2025 WIB Last Updated 2025-06-30T00:20:30Z



Oleh : Sri Nawangsih

(Ibu Rumah Tangga) 


Gaza terus dilanda genosida brutal oleh Zionis Israel, dengan korban tewas mencapai puluhan ribu jiwa dan infrastruktur nyaris musnah total. Di tengah penderitaan ini, umat Islam seharusnya bangkit bersama untuk membebaskan Palestina. Jihad fi sabilillah dalam membela negeri yang dijajah merupakan kewajiban syar’i sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur'an dan ijmak para ulama terdahulu. Sayangnya, semangat ini terhambat oleh lemahnya kepemimpinan umat yang tidak mampu atau enggan bersatu menghadapi musuh bersama.


Penyebab utama lemahnya respons Dunia Islam adalah dominasi ‘ashabiyah dan sistem negara-bangsa (nation-state) yang membatasi solidaritas umat. Nasionalisme telah menggantikan ikatan iman sebagai dasar persatuan, menjadikan derita sesama Muslim di negeri lain dianggap bukan urusan sendiri. Islam mengecam keras fanatisme kebangsaan ini sebagai warisan jahiliah, sebagaimana ditegaskan oleh Nabi Muhammad saw. dalam hadis-hadisnya. Padahal, umat Islam di manapun adalah satu kesatuan yang terikat oleh aqidah, bukan sekadar oleh batas-batas geografis.


Kondisi ini semakin diperparah oleh pengkhianatan para penguasa negeri-negeri Muslim yang justru menjadi penghalang utama perjuangan Palestina. Mereka tidak hanya bungkam, tetapi juga aktif menghalangi upaya pembelaan. Contohnya adalah Mesir yang menutup perbatasan Rafah, menahan aktivis pro-Palestina, dan menekan gerakan solidaritas. Banyak dari mereka bahkan menjalin normalisasi hubungan dengan Israel, menunjukkan bahwa mereka telah kehilangan kepedulian terhadap penderitaan umat.


Islam tidak membenarkan sikap diam terhadap kezaliman. Para penguasa yang membiarkan umat Islam dizalimi tanpa usaha nyata untuk menolongnya berada dalam ancaman laknat dan azab Allah SWT. Dalam hadis dan penjelasan ulama, sikap seperti itu dikategorikan sebagai dosa besar. Seharusnya para pemimpin Muslim menjadi pelindung umat, bukan malah menjadi perpanjangan tangan penjajah dengan menghalangi pertolongan terhadap sesama Muslim.


Oleh karena itu, solusi hakiki tidak cukup hanya dengan kecaman dan aksi simbolik. Umat Islam perlu mencabut akar masalah, yaitu sistem nation-state dan menggantinya dengan sistem Khilafah Islamiyah yang mempersatukan seluruh kekuatan umat. Hanya dengan kembalinya Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah, kekuatan militer dan sumber daya umat bisa dikonsolidasikan untuk membela agama dan menolong saudara-saudara kita yang terzalimi, khususnya di Palestina.


Wallahua'lam bishawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update