Oleh: Suryani
Dikutip dari tirto.id—Prabowo menyebutkan sekolah didaerah kini hanya memiliki satu toilet untuk siswa sekaligus guru. Padahal, sekolah tersebut mendapatkan alokasi anggaran yang disebut tidak sedikit. Kemudian dia melanjutkan “kita melihat begitu banyak sekolah-sekolah yang besar, padahal kalau kita buka-bukaan anggarannya ada”
Kita memang masih seringkali melihat bahwa ada beberapa sekolah yang mana sebagian fasilitas umumnya rusak ataupun tidak layak pakai dan tidak kunjung dilakukan perbaikan padahal anggaran untuk sekolah ada untuk setiap tahunnya lalu mengapa hal itu bisa terjadi, jadi jika kita telisik lebih dalam berarti ada permasalahan yang lebih detail yang tidak kunjung terselesaikan akibatnya tidak menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi siswa/siswi.
Penyebabnya:
1. bisa terjadi penyalagunaan dana, dana pendidikan untuk sekolah bisa saja tidak digunakan sepenuhnya untuk keperluan fasilitas karena disalahgunakan oleh oknum tertentu.
2. kadang anggaran tidak berdasarkan secara nyata apa yang dibutuhkan sekolah atau ada kesalahan dalam penentuan prioritas.
3. Distribusi anggaran yang tidak merata, terkadang sekolah yang berlokasi ditempat terpencil sering kali sedikit atau bahkan tidak mendapatkan perhatian pemerintah berbeda dengan sekolah-sekolah yang berlokasi di kota-kota.
4. kurangnya pengawasan langsung dari negara ataupun pemerintah setempat, jika tidak ada pengawasan dari pihak berwenang atau masyarakat, perbaikan fasilitas bisa saja tidak dilakukan dengan standar yang baik atau tidak dilakukan sama sekali.
5. tidak adanya sanksi berat yang bisa memberikan pegajaran dan juga pembelajaran terhadap tindakan penyelewengan dana yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu sehingga tidak akan mengulangi dan tidak ada yang berani melakukan hal serupa.
Semua itu bisa terjadi karena sebagian dari orang-orang masih berfikir kapitalis dimana selalu berusaha mengambil keuntungan dalam bentuk dan keadaan apapun itu, tidak mementingkan kebaikan bersama. Negara memberikan anggaran kepada sekolah tetapi tidak mengawasi secara penuh sehingga memberikan peluang yang lebih besar terhadap orang-orang yang ingin melakukan kecurangan, anggaran juga diberikan secara merata dengan jumlah tidak mencukupi tidak sesuai dengan kebutuahan sekolah secara nyata. Ini adalah salah satu bentuk dari kapitalisme.
Islam tegas terhadap korupsi atau penyalahgunaan dana apalagi dana pendidikan yang menyangkut masa depan generasi, penerapan hukum dan sanksi islam yaitu memberikan hukuman yang mendidik dan memberi efek jera bukan sekedar menghukum seperti dalam (QS. AL- Maidah: 8, QS. AL-Baqarah: 179), dalam islam negara wajib menyediakan pendidikan gratis, berkualitas, dan merata, tanpa diskriminasi status sosial, islam tidak memisahkan ilmu agama dan ilmu dunia. Semua ilmu dipelajari sebagai sarana mendekatkan diri kepada allah SWT. Islam memandang pendidikan sebagai tanggung jawab negara yang besar. Negara hasus menyediakan sistem yang adil, berkualitas, dam membentuk manusia seutuhnya berilmu dan bertakwa. Solusi islam tidak hanya teknis, tapi juga menyentuh akal ideologis dan moral dari sistem pendidikan semua diarahkan agar sekolah menjadi lembaga yang mencetak generasi yang cerdas, bertakwa, dan mencipatakan lingkungan belajar yang nyaman.
Wallahu’ alam.

No comments:
Post a Comment