Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

NARKOBA MAKIN MENGGURITA, DAN METODE PENCEGAHANNYA

Tuesday, May 27, 2025 | Tuesday, May 27, 2025 WIB Last Updated 2025-05-27T09:26:51Z
NARKOBA MAKIN MENGGURITA, DAN METODE PENCEGAHANNYA


Penulis; Miratul Hasanah 

(Pemerhati masalah kebijakan publik)


Kejahatan yang terorganisir akan mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir. Jaringan narkotika internasional tidak akan memiliki kekuatan untuk menerobos batas wilayah teritorial, kecuali ada agen asing ataupun mafia dalam negeri yang membuka akses masuknya barang haram tersebut. Tidaklah berlebihan jika dikatakan demikian. Oleh karena setiap negara pasti mempunyai pasukan pertahanan untuk menghalau siapa saja yang memasukkan barang terlarang, apalagi dengan kecanggihan tehnologi hari ini, tentunya lebih mudah lagi untuk mengidentifikasi sesuatu yang mencurigakan. Akan tetapi, diakui maupun tidak, Indonesia saat ini sedang dicengkram oleh kekuatan korporatokrasi yang identik dengan pembayaran bea cukai yang cukup besar sehingga menggiurkan banyak pihak berwenang yang pada akhirnya meloloskan barang terlarang yang masuk ke dalam negeri. 


ANTARA - TNI Angkatan Laut melalui Lanal Tanjung Balai Karimun berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 705 kilogram dan kokain seberat 1,2 ton yang berusaha memasuki perairan Indonesia melalui Selat Durian, Kepulauan Riau pada Selasa (13/5). Panglima Komando Armada I Laksda Fauzi dalam konferensi pers, Jumat (16/5), menjelaskan terdapat lima pelaku Warga Negara Asing (WNA) asal Thailand dan Myanmar yang membawa barang tersebut.


Lemahnya paradigma berpikir dibalik maraknya kasus narkoba


Tidak bisa dianggap enteng, ketika ada peristiwa terjadi dianggap sebuah kebetulan. Begitu juga dengan kondisi yang sedang menimpa negeri ini, bagaimana kasus narkoba semakin meningkat dan cenderung makin luas jangkauan konsumsinya. Mulai dari orang dewasa, remaja hingga anak-anak. Dari sinilah perlu ditelisik bersama mengapa kondisi diatas belum bisa diatasi sampai sekarang. Penyebab utamanya adalah hilangnya pilar agung penyangga eksistensi negara,diantaranya ;Pertama.Lenahnya ketaqwaan individu. Hal ini berimplikasi pada perilaku bebas tanpa ada kendali agama. Dengan asas sekulerisme liberal telah menghilangkan peran agama yang mengatur masalah makanan atau minuman yang sejatinya mempunyai standar halal haram. Orang hari ini cenderung pada kebebasan berekspresi dan berperilaku yang menimbulkan bahaya tidak hanya pada dirinya, akan tetapi juga membahayakan masyarakat pada umumnya. Rasulullah SAW bersabda;"Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan orang lain ".(HR...). Narkoba merupakan jenis narkotika yang menghilangkan akal, sehingga membahayakan pemakainya. Oleh karena itu, haruslah dihilangkan seluruh peredarannya dari hulu hingga hilir. Kedua. Lemahnya kontrol masyarakat terhadap setiap kemaksiatan atau kemudharatan yang melingkupi ruang hidup masyarakat.Atas nama hak asasi manusia yang diusung oleh sistem demokrasi telah sengaja menggerus nilai moral dan saling mengingatkan terhadap kemungkaran yang ada. Padahal adanya aktivitas amar makruf nahi mungkar akan dapat meminimalisir setiap tindak kejahatan maupun tindakan yang membahayakan manusia lainnya. Keempat. Abainya negara terhadap kesehatan mental rakyatnya. Narkoba sifatnya merusak akal. Maka dari itu sudah menjadi kewajiban negara mengamputasi seluruh jalan yang menyebabkan rusaknya akal manusia. Akan terapi, menjadi sangat wajar ketika negara saat ini abai, oleh karena relasi rakyat dengan negara dibangun atas dasar manfaat. Negara yang mengadopsi pemikiran liberal tidak lagi berfikir tentang bagaimana rakyatnya bisa menjadi baik, justru yang terjadi bagaimana supaya pejabat negara mendapatkan pemasukan walaupun berasal dari cara yang diharamkan. Misalnya saat ini banyak ditemukan aparat negara justru menjadi pengedar bahkan bandar narkoba. Hal itulah yang menyebabkan sulitnya memberantas mafia bandar narkoba, karena peredarannya justru diinisiasi oleh penjaga keamanan negara sendiri. 


Cara Islam melakukan pencegahan


Salah satu fungsi diterapkannya syari'ah Islam adalah hifdzul aql(menjaga akal). Islam adalah agama yang senantiasa mendorong  manusia untuk terus berfikir, dengan memaksimalkan kerja otaknya untuk memahami kemaha kuasa-Nya Alah SWT. Islam sangat menjaga pemikiran manusia dari segala sesuatu yang menyebabkan rusaknya akal. Dari situlah, syari'ah Islam mengklasifikasikan mana makanan atau minuman yang halal dan yang haram. Narkoba merupakan jenis obat yang saat dikonsumsi akan menghilangkan akal sehat dan membuat seseorang yang meminumnya berasa melayang dan hilang kesadaran. Oleh karena itu, agar seluruh metode pencegahan dapat berjalan maksimal, butuh peran utama negara untuk melakukan tindakan preventif yakni pencegahan yang sifatnya sistematis. Hal ini dapat dilakukan melalui mekanisme sistem pertahanan negara untuk tidak melakukan hubungan diplomatik dengan negara kafir yang jelas secara nyata memusuhi Islam. Akan tetapi dalam sistem Islam (khilafah) negara boleh menjalin hubungan perdagangan luar negeri dengan negara yang berstatus sebagai negara kafir muahid yang ditandai dengan nota kesepahaman yang tidak merugikan negara Islam. Nota kesepahaman atau nota perjanjian tersebut tidak membolehkan barang haram apapun masuk ke dalam daulah. Dari upaya itulah, pencegahan secara sistematis dilakukan. Adapun ketika memang tetap terjadi pelanggaran yakni ada penyelundupan dibawah tangan, maka negara sudah menyiapkan upaya kuratif yakni sanksi hukum yang sifatnya memiliki efek jera. Dalam catatan fiqh kontemporer, ulama fikih telah sepakat bahwa menghukum pemakai Narkoba wajib, dan hukumnya berbentuk jilid atau deraan. Ulama hanya berbeda pendapat tentang jumlah deraan. Penganut Mazhab Hanafi dan Maliki mengatakan 80 kali dera, sedangkan Imam Syafi'i menyatakan 40 kali dera.


Kesimpulan


Sesungguhnya syari'ah Islam sangatlah memuliakan umat manusia. Dengannya manusia akan mulia ketika mengikuti seluruh perintah dan menjauhi setiap larangan-Nya. Sebaliknya, manusia akan menjadi hina ketika meninggalkan seruan-Nya.


Wallahu'alam bi Ash-Showwab. 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update