Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Marak Hubungan Sedarah, Bukti Runtuhnya Sistem Keluarga

Saturday, May 24, 2025 | Saturday, May 24, 2025 WIB Last Updated 2025-05-24T00:09:35Z

  


Oleh: Hasriyana, S.Pd

(Pemerhati Sosial Asal Konawe)


Belum lama ini masyarakat digegerkan oleh grup Facebook. Di mana peserta yang tergabung dalam grup tersebut telah mencapai ribuan anggota. Kurang lebih isi pembahasan yang ada di grup tersebut menceritakan bagaimana hubungan sedarah yang mereka lakukan. Jika demikian, maka hancurlah bangunan keluarga. 


Sebagaimana yang diberitakan oleh media Bisnisupdate, 16-05-2025, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengambil tindakan tegas terhadap beberapa grup Facebook yang memposting konten pornografi yang bersifat incest, yang keberadaannya telah menimbulkan kemarahan publik. 


Seperti yang dilaporkan sebelumnya, salah satu grup tersebut, Fantasi Sedarah, memiliki ribuan anggota yang membagikan fantasi dan pengalaman incest yang menyimpang. Kecaman pun langsung mengalir begitu keberadaan grup tersebut terungkap kepada publik. Meta telah merespon keluhan pemerintah dan menghapus akses ke enam grup Facebook yang mempromosikan konten serupa.


Penyebarannya ke media sosial jelas melanggar norma dan hukum. Wakil Menteri Angga Raka Prabowo mendorong lembaga penegak hukum untuk menyelidiki orang-orang di balik grup-grup tersebut. Ia mengatakan bahwa grup-grup tersebut sangat mengganggu dan tidak boleh ditoleransi. Mereka tidak manusiawi, dan polisi harus menyelidiki siapa yang berada di balik grup-grup tersebut.


Dengan banyaknya kasus inses mengindikasikan runtuhnya sistem pertahanan keluarga. Padahal sejatinya keluarga menjadi sekolah pertama bagi anak-anak, tapi sebaliknya justru menjadi tempat hancurnya masa depan seorang anak. Lemahnya benteng iman keluarga pun menjadi salah satu pemicu orang melakukan kemaksiatan, karena sudah tidak ada lagi rasa takut pada pencipta untuk melakukan hal demikian. Karena jelas selain melanggar aturan agama juga melanggar aturan hukum bernegara.


Pun, kebebasan berekspresi di tengah-tengah masyarakat juga menjadi penyumbang semakin rusaknya masyarakat. Lihat saja bagaimana saat ini para wanita berpakaian, padahal meski di dalam rumah sendiri tetap ada bagian-bagian yang mesti dijaga dan tidak ditampakkan. Karena sungguh hal ini bisa memicu seseorang melakukan inses karena dorongan syahwat yang tidak terkendali.


Ditambah tontonan yang ada saat ini, tidak sedikit menjadi tuntunan. Banyak tayangan pada media sosial yang mempertontonkan aurat wanita. Negara pun dianggap masih minim dalam memfilter berbagai macam tayangan yang sifatnya mengarah ke hubungan intim. Sebab tayangan-tayangan semacam ini dapat memicu bangkitnya syahwat seseorang untuk dipenuhi. Sehingga untuk memenuhi birahinya, keluarga sendiri bisa menjadi korbannya. Miris!


Hal ini justru berbeda dengan sistem Islam, di mana dalam sistem Islam masyarakat diedukasi dengan tsaqofah Islam, dengan pemahaman tersebut negara menciptakan masyarakat yang takut untuk melanggar aturan penciptanya. Karena mereka memiliki kesadaran akan hubungannya dengan pencipta, maka di dalam dirinya akan timbul rasa takut untuk melakukan kemaksiatan, apalagi melakukan hubungan inses.


Selain itu, negara akan memberlakukan aturan dan hukum Islam pada setiap anggota masyarakat. Di antaranya pada wanita, wajib menutup auratnya ketika di luar rumah. Pun ketika di dalam rumah tetap ada batasan tertentu terhadap yang tergolong mahram wanita. Islam juga memerintahkan orang tua memisahkan tempat tidur bagi anak pada usia 7 tahun dan meminta izin kepada orang tua pada waktu-waktu tertentu ketika akan memasuki ruangannya.


Kemudian, negara juga akan memfilter setiap tayangan yang sifatnya mengarah pada seks dan pembangkit syahwat. Sistem Islam hanya akan menayangkan tontonan yang sifatnya edukasi terhadap masyarakat, bukan tayangan yang merusak. Sehingga kecil kemungkinannya didapatkan kasus tersebut, karena negara menutup semua keran yang memicu terjadinya hal demikian.


Dengan demikian, saat ini tidak bisa berharap banyak pada sistem yang ada karena banyak celah yang dapat memicu tindakan bejat. Olehnya itu, kita hanya bisa berharap pada sistem yang aturannya berasal dari pencipta, yaitu Allah Swt, karena Allah yang menciptakan hamba, maka Dia pula yang lebih mengetahui mana yang terbaik untuk hambanya. Wallahu a’lam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update