Oleh: Roslina Sari
(Analisis dan Aktivis Muslimah Deli Serdang).
Sungguh sangat sedih melihat kondisi Gaza yang semakin mengerikan. Air mata dan tangisan seakan tiada henti. Bagaimana tidak, ditengah pembantaian yang dilakukan Zionis Israel laknatullah kepada saudara gaza, saudara gaza menderita kelaparan yang sangat membahayakan.
Diberitakan dari Gaza (ANTARA) - Program Pangan Dunia (World Food Program/WFP) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (25/4) mengatakan bahwa pihaknya telah kehabisan stok makanan di Jalur Gaza karena perlintasan perbatasan masih ditutup.
"Hari ini, WFP mengirimkan stok makanan yang tersisa ke dapur-dapur makanan siap saji di Jalur Gaza. Dapur-dapur ini diperkirakan akan kehabisan makanan dalam beberapa hari ke depan," menurut pengumuman WFP dalam sebuah pernyataan.
Menurut organisasi tersebut, dapur umum telah menjadi satu-satunya sumber bantuan makanan yang konsisten bagi orang-orang di Gaza selama berpekan-pekan.
"Meskipun hanya menjangkau separuh populasi dengan hanya 25 persen dari kebutuhan makanan sehari-hari, mereka telah memberikan harapan hidup yang sangat penting," bunyi pernyataan tersebut.
Dalam kondisi Gaza yang semakin mengerikan ini, makanan tidak tersedia yang ada hanya pasta dan nasi yang jumlahnya sangat sedikit tidak mencukupi meski hanya untuk setengah penduduk.
Apalagi setelah pengeboman, satu-satunya pabrik roti yang masih berdiri. Israel sengaja mengebom pabrik roti yang menjadi tumpuan harapan kehidupan dan sumber makanan penduduk gaza.
Ditambah lagi harga bahan-bahan di pasaran sangat tinggi dan itu pun hampir habis.
Belum lagi ketersediaan air juga makin langka dan dapur dapur umum sudah tidak bisa beroperasi karena habisnya bahan. Ya Allah betapa menderitanya saudara muslim gaza.
Bantuan-bantuan makanan dari PBB yang mengangkut bahan makanan tidak bisa masuk karena Israel mencegah kendaraan-kendaraan pengangkut bahan makanan tersebut.
Situasi di Jalur Gaza sekali lagi mencapai titik kritis. Orang-orang kehabisan cara untuk bertahan hidup.
Kita tidak bisa membayangkan bagaimana kita dalam posisi mereka. Apalagi anak-anak Gaza. Mereka harus antri makanan dan bertahan dalam kelaparan yang membahayakan.
Sungguh biadab apa yang dilakukan oleh Israel. Kejahatan yang sangat luar biasa. Setelah mereka menggeosida penduduk Gaza, lalu menghancurkan gedung-gedung dengan kehancuran yang luar biasa.
Sebelumnya Amerika yang menjadi pendukung genosida yang dilakukan Zionis berupaya mampu membeli Gaza dan mengevakuasi penduduk gaza ke luar Gaza. Namun itu tidak berhasil. Lalu blokade makanan pun mereka lakukan setelah gencatan senjata mereka langgar.
Blokade total terhadap Gaza diberlakukan oleh Israel sejak 2 Maret lalu. Pemerintah Israel menyatakan kebijakan itu bertujuan untuk menekan kelompok Hamas agar membebaskan para sandera yang masih ditahan.
Namun, sejumlah organisasi hak asasi manusia menyebut blokade ini sebagai taktik kelaparan dan menyebutnya berpotensi sebagai kejahatan perang.
Belum lagi solusi yang ditetapkan Allah azza wa jalla atas penjajahan Palestina yaitu jihad, sebagaimana perintah Allah SWT dalam al-baqarah 190, tidak kunjung dilakukan. Tiada satupun penguasa Arab dan negeri muslim yang mengirimkan pasukan tentaranya dengan peralatan perangnya untuk mengusir dan memerangi Israel dari tanah Palestina.
Sehingga kondisi Gaza makin mengerikan.
Padahal seruan jihad ini telah dikumandangkan oleh para ulama Internasional dan seluruh elemen umat di seluruh negeri. Namun tidak serta merta membuat para penguasa itu bergeming dalam kebisuannya.
Allah SWT berfirman:
وَقَاتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَ ١٩٠
Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu dan jangan melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.(TQS.albaqarah(2) :190).
Apalagi penguasa negeri-negeri muslim justru berkhianat pada umat. Penghianatan mereka sudah sangat jelas sekali dengan segala kebijakan dan tindakan yang mereka lakukan.
Para penguasa penghianat itu pura-pura mengecam, beretorika, melakukan perundingan-perundingan untuk mencari pencitraan seakan mereka telah melakukan suatu solusi untuk Palestina.
Namun sangat jelas mereka bekerjasama dengan para penjajah itu. Tangan mereka berlumuran darah para syuhada gaza. Para penguasa itu adalah pembunuh saudara gaza dibalik layar. Karena dengan bantuan yang mereka berikan kepada Israel berupa bantuan senjata dan hubungan perdagangan seperti yang dilakukan penguasa Turki. Para penguasa itu diam-diam bergandengan mesra dengan sang penjagal Amerika dan Israel.
Begitupun juga penguasa Mesir, sangat berjasa dalam genosida penduduk gaza dengan menutup pintu Rafah dan tetap mengunci gaza dengan tembok penjara raksasa yang berlapis-lapis untuk menghalangi penduduk gaza menyelamatkan diri ke Mesir. Betapa jahat nya mereka.
Belum lagi penguasa yordan, yang mengerahkan para tentara nya sebagai pagar betis dari penduduk gaza lari ke daerah perbatasan yordan. Mereka hanya jadi penonton terhadap pembantaian saudaranya.
Apalagi tak kalah biadab yang dilakukan penguasa arab saudi, qatar yang terus memberikan bantuan dan dukungan pada Israel. Dengan memenjarakan rakyatnya yang mendukung Palestina.
Bahkan penguasa Otoritas Palestina sendiri tak lebih jahat ikut bekerjasama menangkapi para pejuang Palestina. Sebagai bantuan kepada Israel.
Begitupun penguasa di negeri muslim yang lain, termasuk di negeri ini yang hanya sibuk beretorika, basa -basi, melakukan kunjungan-kunjungan ke negara timur Tengah tanpa arti dan tanpa ada upaya untuk memenuhi seruan jihad yang disampaikan ulama dan rakyatnya.
Bahkan permintaan tolong itu langsung diminta oleh penduduk Gaza kepada Indonesia untuk mengirimkan tentaranya. Tuntutan rakyat Indonesia untuk mengerahkan pasukan memerangi Israel tidak pernah digubris. Para tentara tetap dibarak-barak mereka. Peralatan perang merekapun pasti sudah berkarat tidak pernah dipakai untuk berperang sebenarnya.
Masing-masing para penguasa itu lebih peduli dengan kekuasaan dan kecintaan terhadap jabatan dan hartanya daripada mereka segera membebaskan Palestina dengan mengirimkan pasukan tentara mereka untuk memerangi zionis Israel.
Inilah penghianatan mereka yang umat sudah muak dengan semua apa yang dilakukan para penguasa itu. Padahal seluruh dunia menginginkan agar Israel dihadapi dengan bahasa perang. Karena umat telah sadar bahwa Israel yang biadab tidak mengerti dengan bahasa selain dengan senjata.
Maka dari itu solusi tuntas Palestina membutuhkan upaya untuk mengakhiri penghianatan yaitu dengan persatuan umat dalam naungan Khilafah. Khilafah akan mempersatukan negeri-negeri muslim. Umat disatukan dengan aqidah islam. Umat harus segera menggantikan para penguasa penghianat itu dengan kepemimpinan Khilafah.
Sudah difahami bahwa para penguasa Arab itu adalah negara bayangan Israel. Jika para penguasa itu masih ada dan memerintah dengan sistem kafir barat maka Israel akan tetap ada. Mereka ada untuk menjaga eksistensi negara yahudi. Jika mereka tiada. Maka hilanglah negara Israel dari muka bumi ini.
Syekh Taqiyuddin an-Nabhani rahimahulLâh berkata,
إِسْرَائِيْلُ ظِلُّ اْلأَنْظِمَةِ الْعَرَبِيَّةِ فَإِذَا زَالَ الشَّيْءُ زَالَ ظِلُّهُ
“Negara Israel adalah bayangan dari para rezim negara-negara Arab. Sesuatu (benda) itu, jika hilang, maka hilang pula.
Para penguasa itu adalah penguasa boneka barat penjajah yang didudukkan oleh penjajah untuk tetap menerapkan sistem demokrasi kapitalisme dengan sekat nation state yang menghalangi umat dan negeri-negeri muslim untuk bersatu.
Dengan begitu negeri-negeri muslim tetap dalam kekuasaan penjajah barat.
Israel sendiri adalah negara yang diciptakan oleh penjajah untuk menghalangi umat kembali menegakkan Khilafah setelah keruntuhannya 3 maret 1924 oleh Inggris dengan bantuan penghianat Mustafa kamal attartuk laknatullah alaih.
Dan para penguasa penghianat yang berkuasa di negeri-negeri arab itu adalah penjaga Israel. Sehingga mereka akan selalu membantu dan bekerjasama keberadaan Israel tetap ada. Hal ini sesuai titah tuan mereka yaitu Inggris pada saat itu dan sesudahnya adalah Amerika sebagai pemimpin kapitalisme global saat ini.
Maka tidak heran apa yang dilakukan para penguasa penghianat itu. Sehingga umat harus sadar tidak ada yang bisa diharapkan dari mereka. Umat harus bersatu menumbangkan mereka dan menggantikannya dengan kepemimpinan Khilafah. Hanya Khilafah yang mampu dan mau membebaskan Palestina. Hanya Khilafah solusi Palestina.
Khilafah akan memerangi zionis yahudi laknatullah. Sebagaimana dulu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menghadapi Yahudi maupun perang Hittin.
Ketika baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memimpin sebagai kepala negara daulah Islam di Madinah. Beliau memobilisasi pasukan untuk memerangi Yahudi yang sebelumnya terikat perjanjian dengan daulah islam, untuk tidak melakukan penghianatan dan kerusuhan dalam negeri daulah Islam.
Beliau memobilisir pasukan demi membela seorang wanita muslimah yang dilecehkan hingga tersingkap auratnya yang dilakukan oleh Yahudi bani Qaynuqa ketika berbelanja di pasar yahudi. Dan beliau membela darah seorang muslim yang tertumpah karena membela kehormatan wanita muslimah tersebut. Karena laki-laki muslim membunuh yahudi yang melecehkan jilbab muslimah tersebut. Sehingga yahudi itu mati. Dan membuat yahudi lain membunuh laki-laki muslim itu.
Begitu besarnya arti kehormatan wanita muslimah dan harga darah seorang muslim di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa Sallam sebagai pemimpin negara/amirul mukminin. Beliau siap menanggung resiko kehilangan nyawa para sahabatnya demi membela kehormatan muslimah.
Pengepungan dimulai pada hari sabtu, di pertengahan bulan Syawal, tahun 2 H. Pengepungan tersebut terus berlangsung selama dua pekan, sampai akhirnya ketakutan pun kian merasuk ke dalam jiwa para Yahudi ini. Mereka menyerah dan tunduk kepada putusan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Rasulullah memutuskan vonis hukuman mati bagi orang-orang yang terlibat dalam peristiwa di pasar tersebut, yang melakukan tindakan keji, dan menyelisihi perjanjian. Putusan ini bukan hanya pelajaran bagi Yahudi atas perlakuan mereka mengganggu wanita muslimah dan menumpahkan darah umat Islam, akan tetapi sebagai hukuman atas gangguan-gangguan yang mereka lancarkan semenjak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menetap di Madinah. Mereka mencela Allah, Rasul-Nya, mengganggu para sahabat, menebarkan isu-isu yang memecah belah dalam negara Islam.
Dalam perang hittin, Sultan salahudin al ayyubi pada masa Khilafah Abbasiyah telah melakukan jihad untuk membebaskan Al- quds Palestina dari penguasa Romawi.
Perang Hittin.
Saat itu umat Islam yang dipimpin oleh Shalahuddin al-Ayyubi melawan kerajaan salib berhasil merebut kembali Yerusalem (Perang Salib III). Perang ini terjadi pada musim panas pada bulan Ramadan 4 Juli 1187 M. Wilayah Tiberias, di dekat Kota Hittin, Israel sekarang, adalah medan laga antara pasukan muslim dan para pembela salib ini.
Dalam Perang Hittin ini pasukan Shalahuddin al-Ayyubi berhasil menghancurkan pasukan Salib dan merebut kembali Yerusalem. Pasukan Islam juga berhasil menghancurkan faksi Chatillon pimpinan Raynald dari Prancis yang telah menyiapkan pasukan untuk menyerang Makkah.
Demikianlah sikap para penguasa didalam sistem kepemimpinan islam yaitu Khilafah. Mereka tidak akan membiarkan umat islam dizolimi dan ditindas. Apalagi membiarkan saudara muslim gaza dalam penderitaan, kelaparan dan dalam bahaya terancam nyawa.
Serta tidak akan membiarkan sedikitpun penghianatan yang dilakukan Yahudi ataupun penjajahan kaum kuffar atas negeri kaum muslimin bahkan penguasaan negeri palestina dan al-quds tanah suci, Palestina adalah tanah para Nabi, tanah yang dijaga oleh darah para syuhada.
Sungguh berbeda dengan sikap para penguasa penghianat Arab dan negeri muslim hari ini. Mereka malah berhianat dan membantu Israel dan kaum kuffar menumpahkan darah kaum muslimin dan membuat mereka menderita serta kelaparan.
Oleh karena itu Palestina hanya bisa diselamatkan dengan jihad dan Khilafah.
Jika jihad adalah kewajiban kaum muslimin untuk membebaskan Palestina dan negeri-negeri yang terlindas. Namun kewajiban itu tidak bisa terlaksana tanpa adanya negara dan pemimpin kaum muslimin yang mau melaksanakan dan memobilisasi tentaranya untuk melaksanakan jihad.
Maka negara yang mau dan mampu melaksanakan kewajiban itu adalah Khilafah. Jika khilafah ada maka jihad akan ada dan tentara yang melaksanakan jihad pun akan ada. Dan umat pun akan ikut berperang bersama Khilafah dibelakang nya.
Dan Khilafah dipimipin kholifah bersama pasukan kaum muslimin akan menghancurkan tembok-tembok raksasa berlapis-lapis yang dibangun oleh penguasa Mesir untuk memenjarakan penduduk gaza. Kholifah akan menghilangkan sekat-sekat perbatasan negeri.
Setelah sekat nasionalisme itu telah hilang dari perasaan umat islam. Khilafah akan segera mengadili dan memberikan sanksi yang tegas bagi penguasa penghianat karena telah membantu zionis Israel dan kaum kuffar untuk menjajah negeri muslim.
Inilah yang harus dilakukan umat. Menegakkan Khilafah itu kembali. Sehingga kelaparan Gaza tidak akan terus terjadi. Kebutuhan jihad dan Khilafah ini makin mendesak tidak bisa ditunda lagi. Umat harus berjuang untuk segera mewujudkannya.
Rasulullah saw bersabda:
إِنَّمَا اْلإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ
“Sungguh imam (khalifah) adalah perisai/pelindung; orang-orang berperang di belakang dirinya dan menjadikan dia sebagai pelindung.” (HR Muslim).
Perjuangan itu membutuhkan adanya dakwah yang dipimpin oleh jamaah dakwah ideologis yang istiqomah menyerukan jihad dan tegaknya jihad dan Khilafah. Dan hizbut tahrir sebagai jama'ah dakwah ideologis selalu istiqomah dalam menyerukan jihad dan Khilafah sebagai solusi tuntas dan totalitas untuk membebaskan Palestina.
Hizbut tahrir layak memimpin umat . Dan umat harus segera memberikan dukungan, kepercayaan dan kekuasaan mereka untuk hizbut tahrir. Para ahlul militer dan orang-orang yang mempunyai kekuatan sudah selayaknya memberikan nushrah mereka untuk perjuangan ini sebagaimana panglima Usaid bin hudhair dan Sa'ad bin muadz penguasa Madinah kepada Rasulullah SAW dan para sahabat untuk menegakkan islam di Madinah. Sehingga kehidupan islam terwujud kembali dengan kembali nya Khilafah rasydah ala minhajinnubuwwah.
Dan umat islam dipimpin seorang Kholifah yang menerapkan islam kaffah dalam negara dan melaksanakan serta memimpin jihad fisabilillah untuk membebaskan Palestina.
Wahai kaum muslimin penuhi seruan hizbut tahrir kepada Anda semua.
Wallahu a'lam bisshawwab.
.jpg)
No comments:
Post a Comment