Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kedzaliman Tak Kunjung Berakhir, Move On Dengan Sistem Islam

Monday, May 05, 2025 | Monday, May 05, 2025 WIB

 


Oleh: Nadia Salsabyla


Penderitaan warga Palestina belum berakhir, bahkan semakin memburuk. Setidaknya ada dua juta orang yang sebagian besarnya mengungsi dan saat ini hidup tanpa sumber pendapatan apapun. Tentu mereka hanya bisa bergantung sepenuhnya pada bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan pangan utama mereka. -metrotv 20/4/25-

Menurut Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, dalam mengatasi konflik global – termasuk agresi zion*s ke Palestina – penting adanya penggalangan solidaritas internasional. Ia menilai bahwa salah satu solusi yang efektif untuk menangani krisis kemanusiaan di berbagai balahan dunia adalah melalui pendekatan agama. -antaranews 25/4/25-

Tidak berbeda jauh dengan Ketum PBNU, Presiden Prabowo juga memilih ‘jalan damai’ dengan mengungkapkan rencananya untuk merelokasi seribu warga Gaza ke Indonesia. Lebih lanjut, para pengungsi akan dikembalikan ke negaranya apabila kondisinya sudah membaik.

Berdiam Diri

Genosida di Palestina telah menyentuh hati orang sedunia. Namun hampir tidak ada solusi tuntas atas masalah mereka. Banyak yang mencukupkan dengan perjanjian damai, menawarkan two state solution, relokasi sementara, bahkan tidak sedikit penguasa muslim yang tidak melakukan apa-apa. Lantas apa gunanya kekuasaan di tangan pemimpin muslim jika tidak mampu menggentarkan  penjajah?.

Rasulullah Muhammad bersabda, “Orang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, janganlah kalian mendzaliminya atau membiarkannya terdzalimi” (HR. Bukhari Muslim).

Dan masih banyak lagi perintah Rasulullah untuk saling menjaga saudara sesama muslim. Tentu harus  ada upaya maksimal untuk menghilangkan kedzaliman di sekitar saudara muslim kita. Bukan lagi perjanjian damai yang berujung penghianatan zionis laknatullah. Apalagi relokasi yang justru menguntungkan penjajah, karena memang tujuan mereka mengusir warga Palestina.

Sungguh umat hari ini mengalami problematika yang kompleks. Masyarakat disibukkan dengan kebutuhan pribadinya, hingga lupa bahkan menyepelekan saudara muslimnya. Di sisi lain, penguasa sibuk merangkul kafir penjajah agar bertahan dengan investasi dan segala kerjasamanya. Maka perlu disadari, bahwa kita juga sedang dijajah meski fisiknya baik-baik saja. Neo imperialisme (penjajahan gaya baru) yang tumbuh dari cara pandang kapitalisme sudah ditanamkan sejak negeri ini ‘merdeka’. Dominasi negara-negara adidaya barat di sektor ekonomi dan politik adalah bentuk penjajahan gaya baru yang tidak banyak disadari. Bisa kita lihat pengaruh mereka di negara-negara Asia, Afrika dan Amerika Latin, makin nampak kerusakan dan kesensaraan di tengah masyarakat.

Hal ini sesuai dengan firmah Allah di surat Al-A’raf ayat 96 yang artinya; “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”.

Move On

Bangkit dari keterpurukan, kedzaliman dan maraknya kemaksiatan, adalah keharusan bagi siapapun yang mengimani Allah dan Rasul-Nya. Meski faktanya telah banyak teguran dalam Al-Qur’an, sedang  penguasa justru menutup mata dan telinganya. Juga terjadi pelbagai musibah kemanusiaan, namun penguasa terlalu takut mengambil keputusan.

Kapitalisme yang dihembuskan penjajah membentuk manusia jadi munafik, cinta dunia dan takut mati. Ditambah adanya nation state, gerak penguasa semakin sempit dalam membantu kaum muslimin yang teraniaya.

وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ ۖ وَإِن يَقُولُوا۟ تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ ۖ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُّسَنَّدَةٌ ۖ يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ ۚ هُمُ ٱلْعَدُوُّ فَٱحْذَرْهُمْ ۚ قَٰتَلَهُمُ ٱللَّهُ ۖ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)? (QS. Al Munafiqun : 4).

Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa orang munafik itu penampilannya bisa saja membuat kita kagum. Dari cara bicaranya, janjinya, bahkan sumpah serapah yang seringkali dilontarkan. Namun sejatinya hati mereka senantiasa mengingkari Allah dan Rasul-Nya. Maka inilah musuh yang sebenarnya bagi kaum muslimin yang perlu diwaspadai. Langkah yang harus kita lakukan ketika menemuinya adalah dengan amar ma’ruf nahy munkar, mengajak kembali berhukum dengan hukum Allah.

Sudah seharusnya penguasa muslim segera mengirimkan bantuan militer untuk mengusir penjajah di bumi Palestina. Namun, bantuan ini hanya bisa terlaksana jika kita mampu mencabut kapitalisme hingga menghapus sekat-sekat nasionalisme dalam benak kita. Berikutnya kepemimpinan Islam dalam naungan khilafah harus disegerakan, demi memenuhi ketaatan dan membasmi segala bentuk kemaksiatan.

Wallahu a’lam bisshowab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update