Oleh: Nadia Salsabyla
Penderitaan warga Palestina belum berakhir, bahkan
semakin memburuk. Setidaknya ada dua juta orang yang sebagian besarnya
mengungsi dan saat ini hidup tanpa sumber pendapatan apapun. Tentu mereka hanya
bisa bergantung sepenuhnya pada bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan
pangan utama mereka. -metrotv 20/4/25-
Menurut Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, dalam
mengatasi konflik global – termasuk agresi zion*s ke Palestina – penting adanya
penggalangan solidaritas internasional. Ia menilai bahwa salah satu solusi yang
efektif untuk menangani krisis kemanusiaan di berbagai balahan dunia adalah
melalui pendekatan agama. -antaranews 25/4/25-
Tidak berbeda jauh dengan Ketum PBNU, Presiden Prabowo
juga memilih ‘jalan damai’ dengan mengungkapkan rencananya untuk merelokasi
seribu warga Gaza ke Indonesia. Lebih lanjut, para pengungsi akan dikembalikan
ke negaranya apabila kondisinya sudah membaik.
Berdiam Diri
Genosida di Palestina telah menyentuh hati orang
sedunia. Namun hampir tidak ada solusi tuntas atas masalah mereka. Banyak yang
mencukupkan dengan perjanjian damai, menawarkan two state solution, relokasi
sementara, bahkan tidak sedikit penguasa muslim yang tidak melakukan apa-apa.
Lantas apa gunanya kekuasaan di tangan pemimpin muslim jika tidak mampu
menggentarkan penjajah?.
Rasulullah Muhammad ﷺ
bersabda, “Orang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, janganlah kalian
mendzaliminya atau membiarkannya terdzalimi” (HR. Bukhari Muslim).
Dan masih banyak lagi perintah Rasulullah untuk
saling menjaga saudara sesama muslim. Tentu harus ada upaya maksimal untuk menghilangkan
kedzaliman di sekitar saudara muslim kita. Bukan lagi perjanjian damai yang
berujung penghianatan zionis laknatullah. Apalagi relokasi yang justru
menguntungkan penjajah, karena memang tujuan mereka mengusir warga Palestina.
Sungguh umat hari ini mengalami problematika yang
kompleks. Masyarakat disibukkan dengan kebutuhan pribadinya, hingga lupa bahkan
menyepelekan saudara muslimnya. Di sisi lain, penguasa sibuk merangkul kafir
penjajah agar bertahan dengan investasi dan segala kerjasamanya. Maka perlu
disadari, bahwa kita juga sedang dijajah meski fisiknya baik-baik saja. Neo imperialisme
(penjajahan gaya baru) yang tumbuh dari cara pandang kapitalisme sudah
ditanamkan sejak negeri ini ‘merdeka’. Dominasi negara-negara adidaya barat di
sektor ekonomi dan politik adalah bentuk penjajahan gaya baru yang tidak banyak
disadari. Bisa kita lihat pengaruh mereka di negara-negara Asia, Afrika dan
Amerika Latin, makin nampak kerusakan dan kesensaraan di tengah masyarakat.
Hal ini sesuai dengan firmah Allah di surat
Al-A’raf ayat 96 yang artinya; “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri
beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari
langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami
siksa mereka disebabkan perbuatannya”.
Move On
Bangkit dari keterpurukan, kedzaliman dan maraknya
kemaksiatan, adalah keharusan bagi siapapun yang mengimani Allah dan Rasul-Nya.
Meski faktanya telah banyak teguran dalam Al-Qur’an, sedang penguasa justru menutup mata dan telinganya. Juga
terjadi pelbagai musibah kemanusiaan, namun penguasa terlalu takut mengambil
keputusan.
Kapitalisme yang dihembuskan penjajah membentuk
manusia jadi munafik, cinta dunia dan takut mati. Ditambah adanya nation state,
gerak penguasa semakin sempit dalam membantu kaum muslimin yang teraniaya.
وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ ۖ وَإِن
يَقُولُوا۟ تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ ۖ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُّسَنَّدَةٌ ۖ
يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ ۚ هُمُ ٱلْعَدُوُّ فَٱحْذَرْهُمْ ۚ
قَٰتَلَهُمُ ٱللَّهُ ۖ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ
Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh
mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan
perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira
bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah
musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan
mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)? (QS. Al
Munafiqun : 4).
Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa orang
munafik itu penampilannya bisa saja membuat kita kagum. Dari cara bicaranya,
janjinya, bahkan sumpah serapah yang seringkali dilontarkan. Namun sejatinya
hati mereka senantiasa mengingkari Allah dan Rasul-Nya. Maka inilah musuh yang
sebenarnya bagi kaum muslimin yang perlu diwaspadai. Langkah yang harus kita
lakukan ketika menemuinya adalah dengan amar ma’ruf nahy munkar, mengajak
kembali berhukum dengan hukum Allah.
Sudah seharusnya penguasa muslim segera
mengirimkan bantuan militer untuk mengusir penjajah di bumi Palestina. Namun,
bantuan ini hanya bisa terlaksana jika kita mampu mencabut kapitalisme hingga menghapus
sekat-sekat nasionalisme dalam benak kita. Berikutnya kepemimpinan Islam dalam
naungan khilafah harus disegerakan, demi memenuhi ketaatan dan membasmi segala
bentuk kemaksiatan.
Wallahu a’lam bisshowab

No comments:
Post a Comment