Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) Peringatannya Dilihat Melalui Kacamata Islam yang Sempurna

Monday, May 05, 2025 | Monday, May 05, 2025 WIB
Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) Peringatannya Dilihat Melalui Kacamata Islam yang Sempurna

Oleh : Nina Iryani S.Pd


Dilansir dari Kemendikdasmen.go.id, Hardiknas 2025 (Hari Pendidikan Nasional) yang jatuh pada tanggal 2 Mei, dengan tema "Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua".


Dilansir dari Muhammadiyah.or.id, pendidikan yang bermutu lahir dari kerja sama semua pihak. Bukan hanya tanggung jawab sekolah dan guru, tapi juga keluarga, masyarakat dan institusi negeri maupun swasta.


"Jadikan setiap tempat sebagai sekolah. Jadikan setiap orang sebagai guru" menurut Ki Hajar Dewantara.


"Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia" menurut Ki Hajar Dewantara (Pejuang Pendidikan di masa silam).


Dilansir dari www.kompas.tv atau Youtube kompasTV, Presiden Prabowo wanti-wanti pejabat, soroti banyak sekolah rusak hingga kebocoran anggaran.


Presiden RI, Prabowo Subianto (@Prabowo) menyoroti masih banyaknya sekolah rusak hingga kebocoran anggaran saat menyampaikan pidato dalam acara Peringatan Hari Pendidikan Nasional pada Jum'at (2/5/2025).


"Karena terus terang saja, berkali-kali saya sampaikan kekayaan bangsa Indonesia masih terlalu banyak yang bocor dan tidak sampai ke rakyat" ujar Presiden Prabowo.


"Para pejabat, para birokrat, dibiayai oleh negera, di gaji oleh negara. Hendaknya anggaran untuk rakyat anggaran untuk pelayanan untuk rakyat, jangan di selewengkan, jangan dikorupsi dengan segala akal" lanjutnya.


Dilansir dari kompas.com (12/4/2025), mulai tahun ajaran 2025/2026 Penjurusan IPA, IPS dan Bahasa di SMA akan kembali diberlakukan. Kebijakan ini yang sebelumnya dihapuskan dalam Kurikulum Merdeka, bertujuan untuk pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai pengganti Ujian Nasional. Hal itu disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. Diketahui Penjurusan SMA ini sebelumnya dihapuskan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) periode 2019-2024 Nadiem Karim.


Mendikdasmen menjelaskan, kehadiran TKA menjadi salah satu pertimbangan dalam penerimaan mahasiswa baru di tingkat perguruan tinggi. Pelaksanaannya akan mulai di uji coba untuk diberlakukan pada murid jenjang kelas XII SMA pada bulan November 2025 mendatang. Dalam TKA nanti akan ada mata pelajaran yang wajib di ikuti oleh siswa dari ketiga jurusan tersebut, yakni mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika serta ditambah dengan mata pelajaran khusus jurusan. Oleh karena itu, murid dengan penjurusan IPA dapat memilih tambahan tes Fisika, Kimia atau Biologi. Selain tes Bahasa Indonesia dan Matematika. Adapun murid dengan Penjurusan IPS dapat mengambil tambahan tes Ekonomi, Sejarah dan mata pelajaran lain yang ada dalam rumpun sosial.


Adanya TKA berarti mengadakan kembali penjurusan di tingkat SMA. Abdul Mu'ti berharap kebijakan ini dapat memberi gambaran Ang lebih jelas terkait kemampuan para murid dan kecocokan mereka dengan program studi yang dipilih pada jenjang perguruan tinggi.


Pakar Pendidikan umumnya mendukung rencana Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menghidupkan kembali jurusan IPA, IPS dan Bahasa di SMA. Kebijakan ini dinilai dapat membantu siswa lebih fokus dalam belajar dan mempersiapkan diri untuk pilihan pendidikan tinggi dan karier yang sesuai dengan minat mereka.


Kita lihat kebijakan penghapusan penjurusan baru saja diterapkan kurang dari dua tahun lalu, di tahun ini penjurusan tersebut akan dihidupkan kembali. Hal ini menunjukkan fakta bahwa kebijakan kapitalis tidak memiliki arah pendidikan yang shahih, sehingga setiap ganti Menteri tentu ganti kebijakan. Dampaknya sangat dirasakan oleh para siswa dan guru.


Belum lagi pendidikan berbasis nilai atau hasil akhir bahkan ada yang tanpa proses. Nilai target minimal yang diberlakukan dalam Ujian Nasional, sehingga Ujian Akhir Nasional menunjukkan siswa ada yang lulus dan ada yang tidak lulus. Sehingga terjadilah budaya menyontek bersama dibawah naungan para guru yang berharap siswa nya bisa lulus semua. Dengan menggunakan pensil 2b pengarsiran nya harus tepat tidak boleh terlalu tipis dan tidak boleh melebihi garis lingkar. Jika tidak sesuai maka tidak terbaca oleh sistem.


Kemajuan sistem ternyata juga berdampak negative jika tidak terbaca sistem dianggap salah satu tidak di isi. Buka kah ini juga merugikan siswa?.


Belum lagi budaya nyontek yang sudah dianggap biasa. Tidak jujur dalam ujian mengajarkan tidak jujur pula manusia dalam menghadapi amanah baik itu terjadi kelak setelah siswa menjadi pejabat, pemangku pendidikan dan sebaginya.


Seperti hal nya sekarang dimana korupsi merajalela tanpa keadilan yang seharusnya, di penjara masih mendapat potongan kurungan penjara, dipenjara pun dengan penjara VIP berbeda dengan tahanan lain. Setelah keluar penjara mencalonkan kembali menjadi pejabat, terpilih lagi dan korupsi lagi. Terus berulang tanpa keadaan yang lebih baik. Dampak dari korupsi tersebut bukan hanya siswa dan guru bahkan masyarakat pun kena imbasnya hingga pendidikan dan kesehatan dipotong anggaran nya bahkan banyak yang tidak sampai sasaran. 


Belum lagi kasus para pelajar, guru dan dosen yang melakukan tindak kriminal berupa tawuran, miras, narkoba, judi, bahkan pelecehan seksual.


Permasalahan pendidikan bukan hanya sekedar kurikulum yang berlaku berganti-ganti tanpa visi misi yang jelas, hanya sesuai dengan pemangku kebijakan. Ganti Menteri, ganti pula kebijakan nya. Disamping itu tuntutan nilai untuk kelulusan menjadi ajang nyontek bersama, belum sistem terbarukan terbaca atau tidaknya jawaban siswa berpengaruh pada hasil nilai tersebut. Ditambah lagi di korupsi nya dana pendidikan guna menunjang sarana dan prasarana sekolah. Ditambah lagi krisis moral dari siswa, guru, dosen bahkan pejantan negara itu sendiri.


Rasulullah SAW bersabda:


"Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim"

(H.R Ibnu Majah nomor 224).


Rasulullah SAW bersabda:


"Barangsiapa yang mempelajari ilmu yang dengannya dapat memperoleh keridhaan Allah SWT, (tetapi) ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan kesenangan duniawi maka ia tidak akan mendapatkan harumnya surga pada hari kiamat nanti"

(H.R Abi Daud).


Rasulullah SAW bersabda:


"Barangsiapa yang menunjukkan pada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya"

(H.R Muslim).


Tujuan pendidikan Islam adalah:


1. Membentuk manusia bertakwa yang berkepribadian Islam dengan pola pikir dan pola sikap berdasarkan pada akidah Islam.

2. Mencetak ilmuan, ulama dan pakar yang kapabel dalam jumlah massal yang mampu memenuhi kebutuhan umat dan negara, serta membawa negara Islam menjadi negara adidaya yang menyebarkan Rahmat ke seluruh dunia.

3. Negara menjamin pendidikan dan kesehatan baik sarana dan prasarananya, guru-guru yang kompeten sesuai bidang ilmunya, pendidikan yang jelas visi misinya berbasis Al-Qur'an dan Sunnah.


Materi Pengaran di sekolah ada dua macam, yaitu:


1. Ilmu pengetahuan sains (ilmiah) untuk mengembangkan akal agar manusia dapat menetapkan hukum atas perkataan, perbuatan dan suatu benda dari sisi fakta dan karakteristiknya serta kesesuaian nya dengan fitrah manusia. Ilmu pengetahuan ini tidak berhubungan langsung dengan pembentukan kepribadian.

2. Ilmu pengetahuan tentang Hukum Syara' (Syari'ah) mengenai perkataan, perbuatan dan suatu benda dari sisi penjelasan Hukum Syara'. Ilmu pengetahuan ini yang yang membentuk pola pikir islami (akliyah islamiyah) dan pola jiwa islami (nafsiyah islamiyah). Dari pola pikir islami (akliyah islamiyah) dan jiwa islami (nafsiyah islamiyah) tersebut akan terbentuk kepribadian islami (Syakhsiyah Al-Islamiyyah) yang menempatkan akidah Islam sebagai landasan berfikir dan kecenderungan jiwanya. 


Berapa jauh berbeda sistem pendidikan Islam dan pendidikan kapitalis sekuler. 


Pendidikan kapitalis sekuler, anak-anak dibina untuk masa depan katanya. Masa depan yang dimaksud adalah belajar sungguh-sungguh untuk mendapatkan nilai terbaik, setelah itu bisa masuk universitas terbaik dengan beasiswa yang layak. Setelah lulus sekolah, lulus kuliah bisa bekerja di perusahaan ternama dengan gaji tinggi, semua kebutuhan dunia tercukupi. Diri sibuk memperkaya, terkenal dan memperoleh jabatan yang terus meningkat. Tapi semuanya tentang dunia meliputi harta, jabatan dan popularitas semata.


Sedangkan pendidikan dalam Islam, siswa dituntut belajar sungguh-sungguh untuk memperoleh tahap mampu dan kompeten dalam bidang ilmu umum dan agama Islam, setelah lulus sekolah, lulus kuliah dicetak menjadi pekerja yang amanah apapun profesi yang di emban nya berbasis Al-Qur'an dan pejuang keluarga, masyarakat dan negara yang tangguh untuk memperoleh harta yang halal dan toyyib serta berlomba-lomba dalam kebaikan untuk emperoleh surga dunia akhirat.


Jadi yang mesti dilakukan:


1. Terus menimba ilmu dari buaian hingga kematian.

2. Dakwah kan, sebarkan ilmu yang bermanfaat agar kita memperoleh pahala jariyah hingga akhirat.

3. Ajak keluarga, masyarakat dan negara untuk terus mengadakan perubahan lebih baik dengan mengganti sistem pendidikan kapitalis menjadi pendidikan Islam melalui penerapan Islam kaffah.

4. Hidup mulia dunia akhirat bersama Islam tercatat di langit sebagai penolong agama Allah.


Wallahu 'alam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update