Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Generasi Rusak Dalam Penerapan Sistem Pendidikan Kapitalisme

Monday, May 05, 2025 | Monday, May 05, 2025 WIB
Generasi Rusak Dalam Penerapan Sistem Pendidikan Kapitalisme

Oleh Dian Nitami 

(Aktivis Muslimah)


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis laporan Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2024. Laporan tersebut bertajuk Indeks Integritas Pendidikan 2024.

Dalam survei tersebut, KPK menelusuri tingkat kejujuran akademik siswa di sekolah dan mahasiswa di kampus. KPK menemukan bahwa masih banyak kasus menyontek dan ketidakjujuran akademik lain yang dilakukan pelajar yang terlibat dalam survei.


Hal ini disampaikan juga oleh Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Dadan Wardana, dalam acara Peluncuran Indeks Integritas Pendidikan 2024 dan Penandatanganan Komitmen Bersama Penyelenggaraan Pendidikan Antikorupsi.


"Dalam kejujuran akademik, kasus menyontek masih ditemukan pada 78% sekolah dan 98% kampus. Dengan kata lain menyontek masih terjadi pada mayoritas sekolah maupun kampus," ujarnya, dikutip dari YouTube KPK pada Jumat detik.com  (25/4/2025).

Angka ketidakjujuran akademik ini ternyata lebih banyak ditemui di kalangan siswa dan mahasiswa, ada variasi kasus lain yang tidak ditemui pada siswa yakni plagiarisme.


Baru-baru ini publik dihebohkan dengan dugaan kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2025. Dalam keterangan resminya, panitia SNPMB menyayangkan dan mengutuk kecurangan dalam pelaksanaan UTBK SNBT 2025. Pasalnya, hal ini dianggap mencederai prinsip keadilan, integritas dan kejujuran yang menjadi dasar seleksi nasional.


Terkait adanya dugaan soal yang bocor di berbagai platform media sosial (medsos), panitia menegaskan bahwa itu bukan bocoran soal melainkan kecurangan oknum peserta yang merekam soal di sesi pertama UTBK.


"Panitia SNPMB menjamin bahwa paket soal UTBK sudah disiapkan sejumlah sesi yang diselenggarakan sehingga tidak ada soal yang sama," kata panitia dalam keterangan resminya, dikutip Beritasatu.com pada hari Jumat (25/4/2025).


Panitia menekankan bahwa terdapat perbedaan soal dalam setiap sesi yang diselenggarakan meskipun dilaksanakan pada hari bersamaan , panitia juga menyoroti adanya modus kecurangan baru oleh sejumlah peserta UTBK SNBT 2025, yakni memasang kamera yang tidak terdeteksi metal detector di behel gigi, kuku, ikat pinggang dan kancing baju, oleh karena itu pemanfaatan teknologi  semakin canggih hari ini untuk mengakali test UTBK sehingga terjadi kecurangan di salah satu tempat ujian UTBK. 


Ini menggambarkan buruknya  akhlak calon mahasiswa  tersebut karena menghalalkan segala cara untuk mendapatkan hasil yang baik, mereka tidak melihat halal dan haram, tampaknya negara yang menerapkan demokrasi ini tidak bisa menjadikan generasi sebagai generasi yang taat kepada Rabb. Mereka hanya menjadi generasi yang justru semakin jauh daripada aturan Allah. Hal ini sangat bertolak belakang dengan harapan besar yang disematkan pada  generasi mendatang akan membawa perubahan besar.


Tentu sangat disayangkan meski demikian berbagai praktik kecurangan sudah biasa terjadi dan dipertontongkan di negeri ini. Untuk itulah  pentingnya perubahan besar secara sistemis supaya mencetak generasi unggul berkeperibadian  islam dan  yang taat kepada rabb serta terikat pada syariat Allah swt, mereka memiliki keterampilan yang handal dan menjadi agen pembawa perubaha. Dengan kuatnya kepribadian Islam, kemajuan teknologi yang semakin canggih akan dimanfaatkan sesuai dengan tuntunan Allah swt.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update