Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Generasi Rusak Buah Pahit Pendidikan Kapitalistik

Monday, May 12, 2025 | Monday, May 12, 2025 WIB Last Updated 2025-05-12T11:05:33Z
Generasi Rusak Buah Pahit Pendidikan Kapitalistik


Oleh : Nok Sri Rahayu

 Ibu Rumah Tangga 




                                                         Jakarta,Beritasatu.com-Publik tengah dihebohkan dengan dugaan kecurangan

dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Nasional


        Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2025.

Menanggapi hal ini, panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru

(SNPMB) pun buka suara.


         Dalam keterangan resminya, panitia SNPMB menyayangkan dan mengutuk

kecurangan dalam pelaksanaan UTBK SNBT 2025. Pasalnya, hal ini dianggap

mencederai prinsip keadilan, integritas dan kejujuran yang menjadi dasar seleksi

nasional.


         Lebih lanjut, panitia juga menyoroti adanya modus kecurangan baru oleh sejumlah peserta UTBK SNBT 2025, yakni memasang kamera yang tidak terdeteksi metal detector di behel gigi, kuku, ikat pinggang dan kancing baju.


       Kecurangan dalam UTBK

sering dipandang hanya

sebagai masalah individu yang tidak jujur,namun akar persoalannya jauh lebih dalam yaitu kapitalisme.Dalam sistem Kapitalisme,nilai seseorang itu diukur hanya dari pencapaian

materi dan status sosial semata,yang sebagian besar semua menginginkan masuk ke perguruan tinggi bergengsi.Tekanan untuk masuk

universitas favorit

demi menjamin masa depan ekonomi,membuat banyak orang membenarkan segalacara untuk mencapai tujuan tersebut yaitu dengan berbuat kecurangan.


    Disini kita bisa melihat bahwa pendidikan dalam sistem kapitalisme ini diperlakukan layaknya sebagai barang dagangan yang diperjual belikan,sehingga objek tujuannya hanya materi.

Contohnya banyak lembaga bimbel yang mahal,jaringan koneksi yang elit dan bahkan praktik curang yang berbayar.Dan ini merupakan bukti nyata bagaimana sistem kapitalisme ini mendorong kepada ketidak adilan dalam akses dan hasil pendidikan.


      Maka disini sudah jelas bahwa kecurangan di UTBK ini bukan sekedar moral individu saja,melainkan sistem lah yang menormalisasi persaingan tak sehat ini demi keuntungan dan status.


       Dalam sistem kapitalisme pendidikan sekuler yakni memisahkan agama dari kehidupan,akan melahirkan individu yang tidak betaqwa yaitu tidak memahami batasan halal-haram,bersikap liberal,dan hanya mengejar manfaat duniawi saja.


       Pendidikan saat ini yang seharusnya mencetak manusia berkarakter mulia,justru malah menjadi pabrik penghasil tenaga kerja yang siap bersaing tanpa adanya nilai moral.


        Kecurangan dalam UTBK ini adalah cerminan dari sistem kapitalisme dan sekuler yang jelas merusak generasi yang menghalalkan segalacara demi keuntungan materi,yang menjadikan materi sebagai standar utama dalam menilai kesuksesan hidup,jadi segala sesuatunya diukur berdasarkan seberapa besar manfaat duniawi yang diperoleh.


       Oleh karena itu solusi atas maraknya kecurangan UTBK ini tidak bisa diserahkan kepada sistem yang justru menjadi akar permasalahan yaitu sistem sekuler kapitalis.


       Solusi haqiqi hanya datang dari ISLAM yang merupakan agama yang  Rahmatalil'aalamiin.


      Dalam Islam penguasa adalah (raa'in)yaitu pemelihara rakyat yang bertanggungjawab penuh untuk membina dan membentuk kepribadian mulia warga negaranya.


       Dalam sistem Islam yaitu khilafah,pendidikan disediakan bukan untuk mengejar materi atau status semata,melainkan untuk menumbuhkan ketaqwaan,kecintaan kepada kebenaran dan kepatuhan terhadap hukum syari'at.


        Negara Khilafah menyediakan pendidikan gratis dan berkwalitas tanpa dibeda-bedakan.


     Untuk menghilangkan ketidak adilan akses yang sering melahirkan kecurangan ini,maka kurikulum Islam harus ditanamkan sejak dini,yang akan membentuk kesadaran tentang halal-haram,serta menanamkan nilai kejujuran dan amanah.


       Disamping pembinaan,maka sistem sanksi yang adil dan tegas pun diberlakukan yaitu untuk menjaga keutuhan masyarakat.


       Maka dari itu Khilafah akan mewujudkan sistem pendidikan dan sosial yang akan mencegah kecurangan,bukan hanya dengan hukuman saja tetapi dengan membentuk pribadi pribadi yang berkarakter mulia,dan juga membangun masyarakat diatas dasar aqidah yang kuat dan kokoh,yang sepenuhnya bersumber dari wahyu Allah yaitu Alquran dan bukan dari akal manusia yang pertimbangannya hanya manfaat semata.


       Khilafah wajib membina keimanan rakyatnya melalui pendidikan yang berbasis Tauhid yakni membiasakan melakukan amar ma'ruf nahi munkar,serta menerapkan hukum hukum syari'at ditengah masyarakat,tentunya secara kaffah.


       Kemudian setiap individu dididik supaya memiliki kesadaran bahwa segala perbuatan didunia ini sepenuhnya akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT.


        Selain membina keimanan,khilafah juga wajib menerapkan saksi tegas terhadap pelanggaran hukum,tapi ini bukan hanya sekedar untuk menghukum semata,tetapi untuk mencegah yaitu Zawajir dan penebus dosa yaitu Kaffarat.


        Maka sangat jelaslah dengan sistem Islam ini,apapun segala bentuk kemaksiatan tidak akan lagi dinormalisasi,melainkan bisa dicegah yaitu dengan dimulai dari pola pikir dan pola sikap semua masyarakat,maka dari sini akan terciptalah kehidupan yang penuh keberkahan dan ridho Allah SWT.


Wallohualam bishoab..

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update