Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Program Vasektomi, Benarkah Menjadi Solusi Yang Tepat?

Saturday, April 19, 2025 | Saturday, April 19, 2025 WIB
Program Vasektomi, Benarkah  Menjadi Solusi Yang Tepat?

Nur Inayah

Laju kenaikan jumlah penduduk Indonesia antara 2015-2023 memang melambat, tetapi jumlah penduduk saat ini hampir mencapai 280 juta jiwa. Selama ini program pengendalian jumlah penduduk utamanya ditekankan kepada perempuan, tetapi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menilai kini saatnya mendorong laki-laki untuk ikut serta lebih aktif dalam upaya ini. Salah satu di antaranya adalah dengan menerapkan program vasektomi gratis melalui pemberian insentif kepada laki-laki yang berkenan melakukannya.


Seperti kita ketahui Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia. Indonesia sendiri menempati peringkat ke empat dengan jumlah penduduk terbanyak, hal inilah yang mendorong BKKBN untuk menggencarkan program vasektomi gratis dengan insentif uang yang dengan ini diharapkan ikut mendorong laki-laki untuk ikut serta lebih aktif dalam mengendalikan jumlah penduduk.  Program KB Vasektomi pun dinilai efektif untuk mencegah kehamilan dengan tingkat keberhasilan lebih dari 99%,  dan tidak menggangu kehidupan seksual atau hormon, dan lain sebagainya.  Yang menjadi pertanyaannya, mengapa besarnya jumlah penduduk Indonesia menjadi masalah hingga harus digencarkan program KB dalam bentuk vasektomi ini? Mengapa juga  ledakan penduduk ini  dikorelasikan dengan kesejahteraan?

 

Memiliki keturunan setelah tentunya merupakan salah satu tujuan  dan  dambaan setiap pasangan yang telah menikah. Namun sayangnya hal ini kadang kala dibenturkan dengan biaya hidup yang semakin tinggi. Berbagai cara dilakukan untuk mengatasi agar jumlah kelahiran tidak terlalu banyak, salah satu yang digencarkan oleh pemerintah adalah dengan program KB (Keluarga Berencana), salah satunya  yakni vasektomi pada laki-laki.


Program KB masih cukup mendapatkan sambutan dari masyarakat, karena kondisi saat ini banyak masyarakat yang mengalami kesulitan dalam pemenuhan biaya hidup yang semakin tinggi, membuat pasangan yang telah menikah berfikir seribu kali, untuk menambah momongan. Biaya yang harus disiapkan untuk sang jabang bayi hingga pemenuhan kebutuhan hidup selanjutnya, menjadi beban pikiran tersendiri bagi sebuah keluarga. Fakta menunjukan sulitnya pemenuhan kebutuhan dasar di setiap keluarga ini terlihat dari tingkat kemiskinan yang masih tinggi di negeri ini, mulai  dari segi pemenuhan pangan, dan  kebutuhan pendidikan, kesehatan, keamanan, dan masih banyak lagi. Belum lagi angka kriminalitas yang semakin tinggi dan kenakalan remaja yang semakin hari semakin mengkhawatirkan. 


Berbagai permasalahan yang terjadi ini tak luput dari diterapkannya sistem sekuler-kapitalis saat ini, yakni memisahkan agama dari kehidupan, yang melahirkan berbagai kebijakan yang tidak pro-rakyat, termasuk para pekerja dengan maraknya PHK, khususnya PHK di sektor industri, sulitnya membuka usaha baru bagi yang kurang memiliki modal , persaingan di dunia kerja yang semakin tinggi di tengah lapangan kerja yang sempit, membuat peluang mendapatkan pekerjaan bagi kepala keluarga maupun lelaki yang sudah berkewajiban mencari nafkah itu sangatlah sulit. Hal ini pun tentunya membuat lemahnya daya beli masyarakat, apalagi dengan biaya hidup yang semakin mahal membuat rakyat semakin tercekik. Segala kesulitan hidup tersebutpun membuat semakin kuatnya persepsi di tengah masyarakat saat ini, bahwa memiliki anak merupakan beban bagi orang tua.


Kondisi tersebut lah yang dipandang sebagai alasan bagi pemerintah untuk melancarkan  program vasektomi saat ini, sementara masalah ekonomi yang menjadikan lemahnya kemampuan rakyat dalam memenuhi kebutuhan hidup, tidak pernah ada solusinya.


Islam sebagai agama yang sempura dan paripurna dari Sang Khalik memiliki seperangkat aturan untuk mengatur kehidupan. Islam telah menetapkan bahwa tujuan menikah selain untuk ibadah, menjaga kehormatan, dan membina kelurga yang sakinah, mawaddah war-rahmah , memenuhi tuntutan naluri manusia dan agar terhindar dari hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT, juga adalah untuk melanjutkan keturunan. Jika kembali kepada aturan Islam, mengatur jarak kelahiran adalah boleh (mubah). Akan tetapi jika pemakaian cara atau alat kontrasepsi ditujukan agar mencegah kelahiran, maka merupakan hal yang haram, karena bertentangan dengan salah satu dari tujuan pernikahan, yakni melanjutkan keturunan.   Adapun vasektomi karena merupakan prosedur kontrasepsi pada pria yang dilakukan dengan cara memutus saluran sperma dari buah zakar (testis), sehingga air mani tidak akan mengandung sperma dan dapat mencegah kehamilan, merupakan hal yang haram, karena  menyalahi syariat dan telah terbukti tersebut memutus keturunan secara permanen. Hal tersebut seperti yang telah dipaparkan oleh Syeikh Taqiyuddin an Nabhani dalam kitab an-Nizhomul Ijtima'i., sebagimana  Rasulullah SAW bersabda ketika Ibn Mazh'un pernah bertanya kepada Beliau:

"Wahai Rasulullah , sesungguhnya aku seorang lelaki yang sangat berat untuk hidup membujang. Maka izinkanlah aku untuk  melakukan pengebirian." Rasulullah bersabda, "Tidak, tetapi hendaklah engkau berpuasa."


Terkait dengan tingginya angka kelahiran yang dikorelasikan dengan kesejahteraan, sesungguhnya tidak lah relevan. Kesejahteraan rakyat hakikatnya merupakan tugas negara, yaitu ketika rakyat mampu memenuhi kebutuhan hidupnya secara layak. 


Di dalam Islam, negara merupakan pengatur seluruh urusan rakyat, dalam memenuhi kebutuhan primer dan mendasarnya. Maka, negara akan menjamin setiap kebutuhan dasar rakyatnya terpenuhi dengan mudah dan berkualitas, bahkan kebutuhan seperti pendidikan,  kesehatan, keamanan dan kebutuhan lainnya dapat mudah didapat secara gratis. Hal ini akan sangat mungkin terlaksana karena di dalam Islam sendiri , negara akan mengalokasikan anggaran belanjannya untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya. Dana ini akan diperoleh dari hasil pengelolaan SDA yang pengelolaannya dilakukan oleh negara yang hasilnya akan dipergunakan untuk kemaslahatan rakyatnya. 


Di dalam Islam pun kepala keluarga ataupun lelaki dewasa yang telah berkewajiban sebagai pencari nafkah, akan diberikan kemudahan peluang untuk dapat menafkahi keluargannya secara penuh dan terjamin. Maka dapat dipastikan periayahan yang dilakukan negara untuk rakyatnya akan membuat para pasangan yang telah menikah tidak akan khawatir jikalau  untuk menambah keturunan, karena sejatinya anak merupakan amanah dari Allah SWT sekaligus rezeki yang kehadirannya patut untuk disyukuri. Karena Rasulullah pun pernah  bersabda:

" Nikahilah perempuan yang subur dan penyayang, sebab dengan jumlahmu yang banyak aku akan berbangga di hadapan para Nabi pada hari kiamat." ( HR. Ahmad ). Tentunya anak yang nantinya menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Anak yang di didik dengan sistem pendidikan Islam,  tentunya  semua itu hanya  akan dirasakan tatkala syariat Islam di terapkan secara menyeluruh.



Wallahu a'lam bish shawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update