Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Nasib Buruh Dalam Cengkraman Kapitalisme

Tuesday, April 08, 2025 | Tuesday, April 08, 2025 WIB Last Updated 2025-04-08T07:57:54Z
Nasib Buruh Dalam Cengkraman Kapitalisme

Oleh: Emy 


Sebuah video yang memperlihatkan ratusan karyawan yang berdemo di sebuah pabrik di kabupaten Bandung, Jawa Barat, ramai di media sosial. Dalam video itu, terlihat ratusan karyawan berkerumun di halaman pabrik. Diduga mereka terancam pemutusan hubungan kerja (PHK). Kenapa Dinas ketenagakerjaan (Disnaker) kabupaten Bandung. Rukmana membenarkan  kejadian itu. Karyawan berkumpul dan menanyakan informasi terkait PHK, tetapi rencana itu belum ada kepastian. "Betul mereka berkumpul menanyakan soal PHK," katanya informasi melalui pesan singkat, Senin (24/3/2025).


Pemerintah akan memberikan perlindungan kepada pekerja apabila terjadi PHK. Pihaknya menekankan apabila terjadi PHK, karyawan harus mendapatkan pesangon. Apabila terdapat karyawan diputus kontrak kerja, ia harus diberikan kompensasi. Rukmana menambahkan, pihaknya belum mengetahui pasti tentang rencana PHK yang akan dilakukan oleh pihak perusahaan. "Jadi, betul ada karyawan yang menanyakan ke pihak perusahaan. Apapun itu kami akan memberikan perlindungan. Namun, sekali lagi belum ada putusan PHK.


Sudah menjadi hal yang tidak asing lagi, berita tentang nasib buruh yang terancam PHK sudah menjadi hal yang biasa. Ditengah krisis ekonomi yang tengah terjadi dinegeri ini,  ditambah para buruh yang terancam PHK menambah beban hidup bagi rakyat menengah kebawah. Bagaimana negeri ini akan mencapai kesejahteraan yang merata sementara keadaan ekonomi rakyat sangat terpuruk dan tidak stabil.


Hal ini jelas bukti bahwa sistem ekonomi kapitalisme yang diterapkan dinegeri ini telah gagal.  Apalagi,  setelah diberlakukannya UU Omnibus Law cipta kerja, perusahaan semakin leluasa bertindak sesuatu kepada buruh bahkan sampai PHK.

Sungguh miris di negeri yang kaya dengan sumber daya alam yang melimpah, tetapi nasib rakyatnya sendiri sangat menderita. Justru yang lebih diuntungkan disini adalah, kaum kapitalisme dan para oligarki yang mempunyai modal besar saja dan negara hanya berperan sebagai regulator saja, segala sesuatunya dikendalikan oleh swasta. Dalam sistem kapitalisme, buruh ditargetkan hanya sebagi penghasil produksi saja, ketika produksi terhenti atau ada kendala maka buruhpun akan ikut diberhentikan.


Belum lagi akhir-akhir ini sering terlihat fakta, terkait para buruh asing yang didatangkan dari luar negeri Khususnya dari China. Mereka berbondong-bondong didatangkan dengan tujuan menjadi pekerja dinegeri ini. Dengan demikian otomatis para buruh pribumi akan tersingkir, kalaupun masih ada yang bekerja buruh pribumi akan dibayar dengan upah murah, sementara para buruh asing akan dibayar dengan upah tinggi karena mereka dikatagorikan sebagai pekerja tenaga ahli.


Sangat berbeda sekali dengan sistem ekonomi Islam, negara akan memanfaatkan sumber daya alam seutuhnya untuk kepentingan rakyatnya. Sehingga tidak melibatkan pihak manapun untuk mengelolanya, dan pemerintah akan membuka lapangan kerja seluas-luasnya, sehingga akan menekan terjadinya pengangguran dan tidak ada buruh yang di PHK. Karena dalam Islam negara harus langsung terlibat dalam permasalahan rakyatnya, termasuk masalah lapangan pekerjaan. Karena dalam Islam negara akan meri'ayah para buruh (mengurus urusan rakyat).


Oleh sebab itu, sudah saatnya kita bebenah diri, harus dapat memilah dan memilih serta melihat fakta yang terjadi sekarang ini. Sudah jelas sistem kapitalis sekuler yang diadopsi oleh negara yang mayoritas muslim ini telah gagal dan tidak berpihak pada rakyat. Sistem ekonomi Islamlah satu-satunya solusi hakiki. Pemimpin dalam Islam berperan nyata menjadi pelayan Umat, dan yang mampu meri'ayah seluruh rakyatnya. karena semua yang dilakukannya sesuai dengan akidah Islam yang bersumber langsung dari Allah Swt. Karena itu, sudah saatnya kita kembali kepada aturan-aturan Allah Swt yang akan membawa keberkahan didunia dan akhirat.


Wallahu alam Bisshowab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update