Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menggalang kekuatan Global Untuk Membebaskan Palestina

Wednesday, April 23, 2025 | Wednesday, April 23, 2025 WIB
Menggalang kekuatan Global Untuk Membebaskan Palestina


Oleh : Roslina Sari 
(Aktivis Muslimah Deli Serdang dan Analisis). 

Kebiadaban Israel terus berlanjut, palestina terus membara, mereka terus dibom, dibakar hidup-hidup oleh Zionis Israel dengan membabi buta. Sementara penguasa muslim tetap membisu. Seruan jihad pun diabaikan. 

Diberitakan dari Aljazeera.com 
Militer Israel telah menewaskan sedikitnya 29 warga Palestina di seluruh Gaza sejak fajar pada hari Senin, dengan banyak korban jiwa dalam serangan terhadap kamp-kamp tenda untuk orang-orang terlantar.
Pertahanan Sipil Palestina dan Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina menyerukan penyelidikan independen atas kematian 14 pekerja darurat Palestina dan seorang karyawan Perserikatan Bangsa-Bangsa, menolak penyelidikan Israel atas pembunuhan brutal bulan lalu.

Diberitakan juga dari
Jakarta, CNN Indonesia -- Warga Palestina mulai memakan daging kura-kura untuk memenuhi kebutuhan protein mereka imbas krisis makanan akibat pengepungan dan genosida yang dilakukan Israel.
Salah satu warga Gaza Majida Qanan mengatakan, anak-anak di Gaza harus dibujuk agar mau memakan daging kura-kura tersebut.

"Anak-anak takut untuk memakan kura-kura. Jadi kita mengatakan kepada mereka bahwa daging ini enak seperti daging sapi muda," kata Qanan seperti dilansir AFP, Sabtu (19/4).

Penderitaan kaum muslim di gaza tak juga berakhir. Ditengah kelaparan dan krisis pangan yang terjadi akibat Israel menghancurkan pos-pos bantuan makanan, obat-obatan dan logistik lainnya. Sementara penjajah Zionis justru makin brutal, berbuat di luar batas kemanusiaan. Kecaman dunia tak dihiraukan. Israel membombardir penduduk Gaza dan anak-anak dengan membabibuta, membakar hidup-hidup pengungsi dan anak-anak yang sedang tidur ditenda.

Mereka menyiksa saudara muslim gaza dengan berbagai cara yang tidak bisa dibayangkan oleh manusia kebiadabannya. Diikat, disiksa, direbus, dan berbagai siksaan yang sangat menyakitkan.  Sampai saat ini terus di alami saudara muslim gaza. Betapa sangat sedih dan sakit merasakan apa yang mereka rasakan. 

Di sisi lain, para penguasa muslim tetap hanya mencukupkan diri dengan kecaman tanpa aksi nyata. Bahkan meski Umat Islam hari ini sudah mulai menyerukan jihad sebagai solusi.

Para penguasa itu hanya sibuk melakukan perundingan-perundungan tanpa solusi, mereka hanya terlihat mengadakan pertemuan-pertemuan, bernegosiasi membahas Palestina,  sibuk mengecam tanpa sedikitpun satu aksi dengan mengirimkan pasukan tentara mereka dan peralatan perangnya untuk memerangi Israel. 

Seruan jihad yang dikumandangkan kaum muslimin di seluruh negeri sebagai solusi untuk membebaskan Palestina pun hanya sekedar seruan. Para penguasa itu satupun tidak ada yang mendengar dan melakukannya. 

Tidak heran memang, karena memang umat sudah bisa melihat bahwa para penguasa itu sebenarnya berpihak kepada siapa. Dan bertindak atas perintah siapa. Karena dari kebijakan apa yang mereka berlakukan khususnya dalam menyikapi masalah pembantaian dan penjajahan palestina.

Tidak ada satu statemen pun dari mulut mereka untuk menghentikan penjajahan Israel atas Palestina dengan jihad. 

Tidak salah jika dalam perkataannya. Syeikh taqiyuddin annabhani pendiri hizbut tahrir menyatakan tentang karakter dan apa yang dilakukan para penguasa arab tersebut. 


“إسرائيل” ظل الأنظمة العربية، فإذا زال الشيئ زال ظله

“Negara Israel adalah bayangan dari sistem pemerintahan negara-negara Arab. Ketika benda itu hilang, maka hilanglah bayangannya”.
(Syeikh Taqiyuddin Annabhani). 

Allah  memerintahkan umat islam memberi pertolongan pada saudaranya sesama muslim. Allah juga menyatakan umat muslim adalah bersaudara. Rasulullah saw. juga bersabda bahwa umat Islam adalah satu tubuh. Oleh karena itu wajib menolong saudaranya. 

Sebagaimana sabda beliau berikut:

 عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ 
وَالْحُمَّى (رواه مسلم)


 Dari An-Nu'man bin Bisyir dia berkata, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

 ''Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi di antara mereka adalah ibarat satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)." (HR Muslim No 4685)

Seharusnya para penguasa itu merasakan penderitaan saudara muslimnya. Bukankah saudara gaza adalah saudara satu akidah yang diikat dengan ikatan Laailaaha illallah muhammadarrasulullah, satu Allah, satu Rasul, yang jika saudara nya sakit, tersiksa, dibantai, pasti mereka tidak bisa tidur dan merasakan demam. Merasakan penderitaan saudaranya. Sehingga berupaya menghilangkan penderitaan saudara muslimnya. Bukan nya malah bekerjasama dengan penjajah untuk menzalimi saudaranya. 

Bahkan mereka melihat dengan nyata di depan mata atas pembantaian itu. Perbatasan-perbatasan negeri yang mereka jaga dan awasi dengan memerintahkan para tentaranya untuk menghalangi saudara muslimnya untuk masuk ke wilayah negeri mereka. Betapa zolim dan jahatnya apa yang para penguasa itu lakukan. 

Selama umat masih terikat pada nasionalisme warisan penjajah, mereka tidak akan pernah benar-benar bersatu, dan jihad pun tidak akan digerakkan. Maka, umat Islam harus mencampakkan nasionalisme, menyadari bahwa penjajahan hanya bisa dihentikan dengan persatuan umat dalam satu kepemimpinan global, yaitu Khilafah (perisai).

Dari Abu Hurairah radhiyallâhu ’anhu. bahwa Nabi Muhammad –sallallahu alaihi wasallam– bersabda,

إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ

”Sesungguhnya al-imam (khalifah) itu perisai yang (orang-orang) akan berperang mendukungnya dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan)-nya.” (HR Muttafaqun ’Alayh dll.)

Nasionalisme sengaja ditanamkan oleh penjajah barat pada pemikiran dan perasaan umat agar umat tidak merasakan sebagai umat yang satu, dengan begitu barat mudah memecah belah umat. Dan ini adalah perasaan dan ikatan yang busuk yang menghalangi saudara muslim menolong saudara di negeri yang lain karena itu bukan urusan negeri mereka.

Nasionalisme telah menjadi sekat dari persatuan umat dan negeri-negeri muslim. Perasaan nasionalisme lah yang menjadi sumber penderitaan bagi kaum muslimin. 
Kondisi ini persis seperti yang telah diingatkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. 
 
يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا، فَقَالَ قَائِلٌ: وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ؟ قَالَ: بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ، وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ

“Hampir saja bangsa-bangsa (kafir) mengerubuti kalian (umat Islam) sebagaimana mereka mengerubuti makanan yang berada di dalam piring.” Seorang laki-laki berkata, “Apakah kami waktu itu sedikit?” Beliau menjawab, “Bahkan jumlah kalian pada waktu itu sangat banyak. Namun, kalian seperti buih di lautan.” (HR Abu Dawud).

Umat wajib menyeru semua muslim di seluruh dunia dengan seruan yang sama. Umat harus terus mengingatkan akan persatuan umat dan kewajiban menolong mereka. Umat harus bergerak menuntut penguasa muslim melaksanakan kewajiban menolong Palestina dengan melaksanakan jihad dan menegakkan khilafah. Umat dua milyar ini akan menjadi kembali berdaya dan kuat jika punya institusi pemersatu umat yaitu Khilafah. 

Gerak umat harus ada yang memimpin agar terarah. Karena Allah SWT menyukai perjuangan islam itu dalam barusan yang tersusun rapi. Gerakan itu tidak menyalahi syari'ah dalam metodenya dan hanya semata-mata mencari ridho Allah. Sehingga kaum kuffar tidak dapat memalingkan gerakan itu dan tidak memadamkan ghirohnya. Pertolongan dan keberkahan dari Allah pun didapatkan.

Pemimpin dakwah itu adalah jamaah dakwah ideologis yang menyerukan jihad dan tegaknya khilafah. Umat harus disadarkan bahwa hizbut tahrir sebagai sebuah jama'ah dakwah ideologis islam, yang sampai saat ini tetap istiqomah dalam membimbing umat, membangkitkan pemikiran mereka dengan pemikiran yang cemerlang yaitu ideologi islam.

Dengan bangkitnya pemikiran umat maka akan mengubah keadaan umat dari keadaan yang hina menjadi mulia dan kembali memimpin peradaban dunia sebagaimana yang pernah terjadi 13 abad lama nya menjadi khoiru ummah. Menjadi umat yang terbaik di antara umat manusia. Ketika mereka mengemban dakwah , melakukan amar makruf nahi munkar. Sementara mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. 

Hizbut tahrir senantiasa menjaga umat dari kehancuran mereka dan membangun kan mereka dari tidur panjang mereka ketika ketiadaan khilafah hidup mereka dalam nestapa dan derita. Umat akan faham bahwa hizbut tahrir selalu bersama mereka dan menyayangi mereka karena Allah dan tidak ingin musuh-musuh islam membuat umat bahaya dengan menyadarkan betapa jahat nya sistem demokrasi kapitalis yang diterapkan atas mereka dan betapa kejamnya perasaan nasionalisme yang mereka miliki. 

Para pengemban dakwah harus terus bergerak dengan mengerahkan seluruh kemampuannya agar persatuan umat terwujud dan berjuang bersama menegakkan khilafah agar persoalan umat termasuk palestina segera terselesaikan dan kehidupan islam dapat dilangsungkan kembali. 

Jika umat bangkit, bangun, bersatu, bergerak, niscaya ini akan menjadi sebuah kekuatan yang mampu mengakhiri segala bentuk penjajahan kaum kuffar atas negeri kaum muslimin Dan dengan kekuatan ini lenyaplah sistem zolim yang diterapkan penjajah kepada umat dan para penguasa negeri muslim mau tidak akan mau menerapkan islam kaffah dan menegakkan Khilafah jika umat yang minta.

Karena dalam islam kekuasaan itu ada di tangan umat. Maka disinilah urgensinya menggalang kekuatan global dengan menegakkan institusi pemersatu umat yaitu Khilafah. Jika umat benar-benar ingin membebaskan Palestina bahkan seluruh negeri yang tertindas dari penjajahan kuffar dan sekutunya. 

Umat harus ingat kembali bagaimana jauh-jauh hari Rasulullah SAW mengingatkan tentang pentingnya persatuan umat dan kewajiban memberikan pertolongan kepada saudara mukmin  jika membutuhkan pertolongan. 
Rasulullah SAW bersabda: 

عن أبي موسى الأشعري ـ رضي الله عنه ـ عن النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ قال : ” المؤمن للمؤمن كالبنيان ، يشد بعضه بعضاً ، ثم شبك بين أصابعه ، وكان النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ جالساً ، إذ جاء رجل يسأل ، أو طالب حاجة أقبل علينا بوجهه ، فقال : اشفعوا تؤجروا ، ويقضي الله على لسان نبيه ما شاء ” . رواه البخاري ، ومسلم ، والنسائي

Dari Abu Musa Al Asy’ari ra. dari Nabi Muhammad saw bersabda:
“Orang mukmin itu bagi mukmin lainnya seperti bangunan, sebagiannya menguatkan sebagian yang lain. Kemudian Nabi Muhammad menggabungkan jari-jari tangannya. Ketika itu Nabi Muhammad duduk, tiba-tiba datang seorang lelaki meminta bantuan. Nabi hadapkan wajahnya kepada kami dan bersabda: Tolonglah dia, maka kamu akan mendapatkan pahala. Dan Allah menetapkan lewat lisan Nabi-Nya apa yang dikehendaki.” Imam Bukhari, Muslim, dan An Nasa’i.

Wallahu a'lam bisshaawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update