Oleh: Iria Trisna
(aktivis Muslimah Deli Serdang)
Dilansir dari Cnn Indonesia
Warga Palestina mulai memakan daging kura-kura untuk memenuhi kebutuhan protein mereka imbas krisis makanan akibat pengepungan dan genosida yang dilakukan Israel laknatullah.
Salah satu warga Gaza majida Qanan mengatakan, anak-anak di Gaza harus dibujuk agar mau memakan daging kura-kura tersebut.
Anak-anak takut memakan kura-kura jadi kita mengatakan kepada mereka bahwa daging ini enak seperti daging sapi muda, kata Qanan seperti dilansir AFP, (19/4). Ada anak-anak yang memakan sementara yang lain enggan memakan sambungnya.
Qanan menjelaskan, ini kyg ketiga kalinya dirinya menyiapkan daging kura-kura untuk disantap keluarganya setelah tersingkir ke Khan Yunus akibat genosida yang dilakukan Israel laknatullah. Tidak ada perbatasan yang dibuka dan tidak ada apa pun di pasar, beliau mengatakan.
Cerita Muslim Gaza tak kunjung berhenti akibat agresi militer Yahudi. Sepanjang Ramadhan, bahkan saat Hari Raya idul Fitri warga Gaza terus berada dalam teror genosida Yahudi. Diperkirakan 1.309 warga Palestina tewas sejak Zionis Yahudi kembali melanjutkan operasi militernya di Gaza pada 18 Maret 2025. Tentara Yahudi mmbunuh pula tenaga medis, jurnalis dan Relawan kemanusiaan.
Kaum Yahudi juga Memblokade bantuan kemanusiaan masuk ke wilayah Gaza. Akibatnya, 2,4 juta penduduknya terancam kelaparan dan kekurangan obat-obatan. Padahal dalam agresi militer sebelumnya, militer Yahudi sudah menghancurkan berbagai fasilitas kekuatan dan rumah sakit. Banyak warga Gaza tidak mendapatkan perawatan medis yang layak.
-Persaudaraan dalam Islam
Persaudaraan adalah salah satu ajaran inti agama. Semua agama mengajak umatNya untuk memperkokoh persaudaraan, sebab tidak mungkin manusia mampu menyelesaikan persoalan hidupnya tanpa bantuan orang lain. Jika tidak punya saudara, cukup sulit ia dapat mengurai problematik.
Persaudaraan dalam bahasa Arab disebut ukhuwah, dari kata al-akh yang secara etimologis berarti kebersamaan karena itu, saudara sejatinya mengandung makna senasib sepenanggungan. Ukhuwah meniscayakan adanya aspek yang mempertemukan antara satu orang dengan yang lainnya, baik asfek itu bersifat positif maupun negatif.
Persaudaraan dalam hal ini menurut para ulama adalah persaudaraan yang hakiki yaitu persaudaraan seagama dan seakidah, sekayakinan yaitu Islam, sebagaimana Allah swt
berfirman dalam Alquran Surat Al-Hujurat: 10
" Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu
(yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat".
Persaudaraan (ukhuwah Islamiyah) ini berlandaskan nilai keislaman dan diikat oleh akidah Tauhid( Laaila ha illallah, muhammadurasulullah). Perbedaan bangsa, negara, suku, adat istiadat, dan warna kulit tidak menjadi halangan untuk tetap menjalin persaudaraan.
Sebagaimana Hadis Rasulullah bersabda: Dari Abu muda Al-Asyari berkata, Rasulullah SAW bersabda: Antara seorang mukmin dengan mukmin yang lainnya adalah bagaikan satu bangunan yang saling menguatkan satu sama lainnya,
(HR At-Tirmidzi). Maka berdasarkan Alquran dan hadits tersebut, maka Allah SWT memerintahkan umat Islam Wajib memberikan pertolongan pada saudaranya sesama muslim.
Sudah seharusnya para ulama menjadi pejuang terdepan dalam membela dan membebaskan Palestina ditengah bungkamnya para penguasa muslim dan kelemahan umat islam dalam memperjuangkan nasab saudara seakidahnya di Palestina. Para ulama dengan derajat ilmu dan ketakwaan yang tinggi sudah seharusnya membimbing dan mengingatkan umat.
Permasalahannya, saat ini jika hanya berupa fatwa dan deklarasi apakah efektif dan men solusikan penjajah di Palestina?
Tentunya jawabanya tidak menjadi solusi, kenyataannya kekuatan militer dan persenjataan yang menjadi sarana jihad dibatasi oleh penguasa. Negara-negara yang penduduknya muslim pun seakan bungkam menyaksikan genosida di Palestina.
Umat harus diberi pemahaman, bahwa menolong dan membebaskan Palestina memerlukan kekuatan yang besar dan sepadan, kekuatan itu dihasilkan negara adidaya yang didirikan dengan kesadaran idiologi umat untuk wajibnya menerapkan semua syariat Islam secara Kaffah( menyeluruh). Sudah semestinya umat bersatu dibawah kepemimpinan islam.
Upaya pembebasan Palestina dengan jihad membutuhkan komando pemimpin yang kekuasaannya mewakili semua umat Islam dunia. Kepemimpinan ini akan menggerakkan kemampuan dan kekuatan umat, termasuk tentara lengkap dengan persenjataannya untuk segera mengusir penjajah dan anteknya dari Palestina.
Kepemimpinan yang dimaksud adalah khilafah yang dipimpin oleh seorang khalifah. Menghadirkan khalifah adanya kewajiban bagi seluruh umat islam di dunia ini, terutama para ulama dan penggerak dakwah. Dengan tegaknya khilafah, dapat dipastikan Palestina dan negeri-negeri yang tertindas dapat dibebaskan.
Seluruh umat islam wajib mengupayakan tegaknya khilafah. Bukan hanya tentang problem Palestina, tapi umat harus paham bahwa tegaknya khilafah menyangkut hidup dan matinya umat. Umat harus berusaha sekuat saya bersatu padu agar terlepas dari cengkraman peradaban sekuler kapitalisme yang jelas nyata sudah membuat umat terjajah dalam segala aspek kehidupan.
Pengangkatan seorang pemimpin atau imam atau khalifah yang didengar dan ditaati oleh umat, bertujuan untuk menghasilkan kesatuan pendapat umat. Dengan demikian hukum-hukum Allah bisa diterapkan secara keseluruhan dimuka bumi ini.
Jihad Palestina adalah tuntutan, keharusan dan kewajiban kita sesama saudara umat Islam. Semua kaum islam yang ada disana wajib jihad di bumi Palestina. Negeri-negeri yang ada disekitar Palestina juga wajib membebaskan Palestina dari penjajahan.
Namun realitanya yang terjadi sekarang, sangat sulit untukeraih kemenangan tanpa didukung kekuatan negara, inilah mengapa, seruan dan fatwa jihad haruslah diikuti juga dengan seruan penegakan khilafah.
Terwujudnya penegakan khilafah. Terwujudnya penegakan khilafah adalah keniscayaan sejarah. Khilafah adalah janji Allah SWT dan kabar gembira dari Rasulullah SAW, yang harus umat islam perjuangkan agar kehidupan islam dapat dilangsungkan kembali dan persoalan Palestina segera terselesaikan.
Wallahu a'lam bi shawwab.

No comments:
Post a Comment