Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Membumikan Al Qur'an Kunci Rahmatan Lil 'Alamin

Monday, April 14, 2025 | Monday, April 14, 2025 WIB

 Oleh: Ummu Almahira 

(Aktivis Muslimah)


Nuzulul Qur’an merupakan momen bersejarah penanda awal mula turunnya Al-Qur’an pedoman hidup manusia. Namun di tengah semarak perayaan Nuzulul Quran, umat Islam masih terjebak dalam aturan yang berasal dari akal manusia. Sistem politik, ekonomi, pendidikan, sosial, dan sanksi didasarkan pada prinsip Sekulerisme yang mengesampingkan peran agama. 


Sistem Demokrasi kapitalisme menjadikan akal manusia sebagai sumber hukum yang kerap menimbulkan konflik dan berbagai masalah. Tatanan yang berlaku menempatkan kekuasaan berada di tangan rakyat. Manusia berperan sebagai pembuat hukum yang sering kali terjebak dalam pengaruh keinginan dan kepentingan pribadi. Bukan dari kebenaran hakiki yang diajarkan dalam Al-Qur’an.


Hal ini mengakibatkan adanya ketidakadilan dalam penegakan hukum. Keadilan seharusnya berlandaskan pada wahyu dari Allah Swt. Seperti yang kita lihat saat ini, di bawah dominasi sistem Sekulerisme Kapitalisme, bulan Ramadhan seolah belum membawa perubahan apapun bagi kehidupan umat Muslim di seluruh penjuru dunia.


Umat Islam saat ini masih terjebak dalam keadaan yang menyedihkan dan tertekan. Musuh-musuh Allah terus menerus melakukan kekerasan dan penindasan terhadap kaum Muslim, seperti yang terlihat di Palestina. Para pemimpin di negara-negara Muslim pun masih menerapkan kebijakan yang merugikan rakyat, seperti kenaikan pajak, privatisasi sumber daya alam, dan pengurangan subsidi pada sektor vital.


Al-Qur’an Sebagai Petunjuk Hidup

Sudah saatnya umat Islam merenungkan firman Allah Swt., “Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang haq dan yang batil) (QS. Al-Baqarah : 185).


Dari ayat tersebut, umat Islam diwajibkan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam menjalani kehidupan, sebagai sumber hukum yang mengatur segala aspek, serta sebagai solusi untuk setiap masalah yang dihadapi. Hal ini menuntut penerapan syariah Islam secara menyeluruh dalam berbagai aspek kehidupan.


Namun, penerapan syariat Islam secara komprehensif tidak akan terwujud dengan sempurna tanpa adanya kekuasaan atau pemerintahan Islam, Inilah yang dimaksud dengan Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah, yaitu sistem pemerintahan yang berlandaskan pada petunjuk Nabi Muhammad saw untuk menegakkan hukum-hukum Allah di muka bumi.


Al-Quran sudah seharusnya menjadi landasan hidup individu, masyarakat hingga menjadi landasan dalam bernegara. Namun ironisnya, hari ini kita sering menyaksikan bahwa individu yang berpegang teguh pada Al-Qur’an dan menyerukan untuk kembali kepada penerapan aturan Islam secara sempurna justru dianggap radikal dan ekstrem.


Memegang teguh Al-Qur’an sejatinya adalah buah dari keimanan yang tulus dan seharusnya menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam setiap langkah kehidupan seorang muslim. Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, melainkan panduan hidup yang menyentuh setiap aspek kehidupan. Terlebih lagi, jika kita bercita-cita untuk membangun peradaban manusia yang mulia, Al-Qur’an seharusnya dijadikan asas kehidupan karena di dalamnya tersimpan petunjuk sempurna untuk meraih keberkahan.


Dengan demikian, umat perlu menyadari tanggung jawab untuk menghayati dan mengamalkan Al-Qur’an secara utuh dan memperjuangkannya sebagai pedoman, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga untuk masyarakat dan negara. Untuk mewujudkan hal ini dibutuhkan perjuangan yang sungguh-sungguh untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai dasar yang mengatur setiap aspek kehidupan. Wallahu'alam bi shawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update