Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Khilafah dan Jihad: Jalan Syar’i yang Harus Ditempuh untuk Pembebasan Palestina

Wednesday, April 16, 2025 | Wednesday, April 16, 2025 WIB

 


Zahrah (aktivis dawah Kampus)


Di tengah deru mesin perang dan serangan udara yang mengoyak Gaza, umat Islam seharusnya tersentak. Setiap jiwa yang melayang di tanah yang diberkahi ini, setiap keluarga yang kehilangan rumahnya, setiap anak yang meninggal dalam dekapan ibunya, seharusnya menjadi pukulan telak bagi hati umat Islam. Namun, apa yang kita saksikan? Dunia internasional, yang seharusnya memperjuangkan kemanusiaan, justru diam, bahkan lebih parah, mereka berdiri di belakang agresi militer yang tiada henti ini.


Amerika Serikat, sebagai superpower dunia yang mengklaim diri sebagai pembela hak asasi manusia, justru menjadi salah satu aktor utama dalam menjaga dan memperpanjang pendudukan Israel atas Palestina. Bukannya memberikan tekanan agar agresi segera dihentikan, mereka justru menyerukan evakuasi warga Palestina, sebuah langkah yang konon berniat menyelamatkan nyawa, tetapi pada kenyataannya, mengusir rakyat Palestina secara halus, sekaligus memberikan Israel "izin" untuk mencaplok tanah Palestina dengan mudah. 


Dilansir dari CNBC Indoensia, 13 April 2025 presiden Indonesia, Prabowo Subianto menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengevakuasi korban konflik di Gaza Palestina sebanyak 1.000 orang. Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa rencana evakuasi warga Gaza ke Indonesia bukan dengan maksud mereloasi warga Palestina secara permanen tetapi sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan terhadap warga Palestina. Meskipun demikian, rencana tersebut sangat merugikan warga Palestina bahkan Israel bisa dengan leluasa menduduki wilayah Palestina. Seharusnya Israellah yang harus diperangi dan diusir dari waliyah Palestina.  


Bagaimana mungkin dunia ini berpura-pura tidak tahu bahwa ini adalah kejahatan perang yang jelas-jelas melanggar hukum internasional dan Israel adalah pelaku kejahatan perang yang harus disingirkan dari tanah Palestina?


Namun di sisi lain, dunia Islam seolah terlena dalam hiruk-pikuk diplomasi kosong. Pemerintah-pemerintah Muslim, dengan pengecualian beberapa negara yang berani mengkritik keras, malah lebih sibuk dengan pertemuan-pertemuan di meja-meja perundingan yang tak kunjung membawa hasil. Seakan-akan, masalah Palestina hanya bisa diselesaikan dengan resolusi PBB atau tekanan dari negara-negara Barat yang memanfaatkan kemelut ini untuk kepentingan mereka sendiri. Sementara itu, rakyat Palestina terus-menerus berjuang sendirian. Apakah kita benar-benar berharap pada sistem internasional yang dibangun di atas dasar kepentingan imperialisme ini?

Palestina, dalam konteks ini, tidak akan pernah bebas melalui resolusi-perjanjian yang melibatkan negara-negara besar yang justru memiliki kepentingan sendiri. Palestina tidak akan pernah dibebaskan oleh PBB yang lebih sering menjadi alat dari negara-negara besar untuk mencapai tujuan politik mereka. Solusi sejati bukan terletak pada ketergantungan pada lembaga-lembaga ini, tetapi pada kekuatan yang hanya bisa dimiliki oleh umat Islam—khilafah dan jihad.


Khilafah: Solusi yang Dibenci oleh Barat


Khilafah adalah solusi yang sangat dibenci oleh dunia Barat, karena khilafah adalah ancaman langsung terhadap dominasi mereka. Dalam sejarah Islam, khilafah adalah lembaga yang menyatukan umat, melindungi kaum Muslim, dan menegakkan keadilan berdasarkan hukum syariah. Sebagai perisai umat, khilafah menyediakan struktur politik yang mampu melindungi Palestina dari segala bentuk agresi dan penjajahan. Khalifah adalah pemimpin yang tidak hanya memimpin dalam urusan spiritual, tetapi juga dalam urusan politik dan militer. Ketika umat Islam memiliki khalifah, mereka memiliki kekuatan untuk bertindak, untuk berperang demi membebaskan tanah-tanah yang terjajah, termasuk Palestina.


Jihad, yang selama ini dihujat oleh media Barat, bukanlah terorisme, bukan pula kekerasan tanpa tujuan. Jihad adalah kewajiban syar'i yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk membela agama-Nya, untuk melawan penjajahan, dan untuk membebaskan umat yang tertindas. Allah berfirman dalam Al-Qur'an: “Dan jika Allah tidak menahan manusia (dengan sebagian mereka) terhadap sebagian yang lain, niscaya akan dirusak bumi ini…” (QS. Al-Baqarah: 251). Tanpa jihad, maka umat Islam akan terus-terusan direndahkan dan Palestina akan tetap berada di bawah cengkeraman penjajahan yang tidak berkesudahan.


Kesimpulan: Perjuangan yang Harus Dilakukan


Perjuangan untuk Palestina adalah perjuangan umat Islam seluruh dunia. Tanpa kesatuan, tanpa kekuatan politik yang sah, kita hanya akan menjadi penonton dalam drama tragis yang terus berlanjut. Khilafah adalah jalan yang harus ditempuh untuk mengakhiri penindasan ini. Hanya dengan kembali kepada sistem politik Islam yang hakiki, kita bisa mengakhiri ketertindasan dan pembantaian ini. Umat Islam tidak bisa lagi menunggu janji-janji kosong dari PBB atau negara-negara Barat. Umat Islam harus bangkit dan menyatukan kekuatan di bawah naungan khilafah, untuk mewujudkan pembebasan Palestina yang hakiki.


Sudah waktunya umat Islam menatap ke masa depan dengan percaya diri, bukan sebagai pengemis yang menunggu belas kasihan dunia internasional, tetapi sebagai umat yang telah kembali pada kekuatan yang telah diwariskan oleh Rasulullah ﷺ—khilafah dan jihad. Itulah jalan syar'i untuk membebaskan Palestina, dan itulah solusi yang tidak bisa lagi ditunda

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update