Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gaza Masih Berdarah, Saatnya Umat Bersatu dalam Pembelaan Nyata Oleh: Ummu Aura (Muslimah Peduli Umat)

Sunday, April 13, 2025 | Sunday, April 13, 2025 WIB Last Updated 2025-04-13T13:01:50Z

 

Luka Gaza yang Tak Kunjung Sembuh


Kekejaman militer Zionis terhadap warga Gaza terus berlanjut tanpa henti. Bahkan di bulan suci Ramadan hingga hari kemenangan Idul Fitri, rakyat Palestina masih hidup dalam bayang-bayang kehancuran. Sejak 18 Maret 2025, lebih dari 1.300 warga Palestina dilaporkan gugur dalam serangan brutal tersebut. Tak hanya penduduk sipil, tenaga medis, wartawan, hingga relawan turut menjadi korban.


Blokade bantuan kemanusiaan semakin memperburuk situasi. Lebih dari dua juta jiwa kini terancam kelaparan dan krisis medis parah akibat rusaknya fasilitas kesehatan yang dihancurkan sejak serangan sebelumnya.


Tanggung Jawab Umat Islam


Setiap muslim memiliki kewajiban moral dan spiritual untuk peduli serta membela saudara seiman yang tengah tertindas. Nabi Muhammad saw. bersabda, “Tidak sempurna iman seseorang hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri.” (HR Bukhari dan Muslim).


Umat Islam adalah satu tubuh, satu rasa. Jika satu bagian terluka, seluruh tubuh ikut merasakan pedihnya. Maka mengabaikan penderitaan Gaza bukanlah pilihan. Hadis Qudsi pun mengingatkan bahwa kepekaan terhadap penderitaan sesama adalah bentuk kedekatan dengan Allah Swt.


Dukungan tak selalu dalam bentuk materi. Doa, dukungan moral, dan seruan kebenaran adalah bentuk solidaritas yang mesti dilakukan dengan tulus dan konsisten.



Jihad: Kewajiban Saat Umat Diserang


Seruan untuk membela Gaza kini semakin kuat. Sekjen Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional (IUMS), Ali al-Qaradaghi, telah meminta negara-negara Islam untuk mengambil langkah nyata secara militer, politik, dan ekonomi. Diamnya para pemimpin dunia Islam terhadap tragedi Gaza disebut sebagai kelalaian besar yang tak bisa dibiarkan.


Islam dengan tegas mengatur pembelaan terhadap umat yang diserang. Al-Qur’an memerintahkan jihad defensif terhadap pihak yang melakukan agresi (QS Al-Baqarah: 194). Bahkan dalam konteks seperti Gaza, kewajiban ini tidak hanya berlaku bagi warga setempat, tapi juga bagi umat Islam di wilayah sekitar.


Sayangnya, banyak negara muslim justru menutup akses bantuan, mengizinkan pangkalan militer asing beroperasi, dan tetap berhubungan baik dengan penjajah. Senjata, tentara, dan teknologi militer hanya menjadi pajangan, tidak digunakan untuk menolong Gaza.



Solusi Fundamental: Kembali pada Kepemimpinan Islam


Kerapuhan umat hari ini menandakan satu hal besar: umat kehilangan institusi yang melindungi dan menyatukan mereka. Lembaga internasional seperti PBB, Liga Arab, maupun OKI terbukti gagal membendung kekejaman terhadap Palestina.


Kekuatan besar dunia terus menjadi pelindung Zionis, mengucurkan dana dan senjata untuk agresi di Gaza. Di sinilah pentingnya kehadiran institusi politik Islam—Khilafah—yang akan bertindak sebagai perisai umat.


Nabi Muhammad saw. bersabda, “Sesungguhnya Imam itu adalah perisai. Orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya.” (HR Muslim).


Khilafah bukan sekadar simbol, tetapi sistem pemerintahan yang menjalankan syariat Islam secara menyeluruh, termasuk melindungi umat dari penindasan dan penjajahan.



Satukan Tekad, Bangun Kekuatan


Derita di Gaza, seperti halnya yang menimpa umat Islam di berbagai belahan dunia, hanya dapat dituntaskan melalui persatuan dan kembalinya sistem Islam yang sejati. Bukan dengan diplomasi kosong atau seruan semu, tetapi dengan membangun kembali kekuatan politik umat melalui Khilafah dan jihad yang sah di bawah komando Islam.


Sudah saatnya kita bangkit, bukan hanya bersedih dan marah, tetapi menyusun langkah strategis untuk menolong saudara-saudara kita. Allah Swt. tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali mereka sendiri yang berusaha mengubahnya.


Wallahu a’lam bish-shawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update