Oleh : Siti Supatmiati
Serangan genosida oleh zionis Israel terhadap Palestina semakin gencar. Banyak sudah penduduk yang menjadi korban termasuk anak-anak dan perempuan. Sejak Oktober 2023 penduduk Palestina yang terbunuh oleh serangan Israel, sudah mencapai 50.600 orang. Sungguh serangan yang biadab. Dimana zionis Israel tidak hanya menghancurkan tempat-tempat vital seperti Rumah Sakit, gedung sekolah serta rumah penduduk, tetapi zionis juga menyerang anak-anak dan perempuan.
Zionis Israel juga melanggar gencatan senjata pada tanggal 18 Maret 2025, Israel meluncurkan bom ke Palestina secara bertubi-tubi, tercatat 100 orang anak meninggal atau terluka setiap harinya. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) (Liputan 6.com, Gaza). Dan berdasarkan Biro Statistik Palestina saat ini Gaza sedang menghadapi krisis anak yatim terbesar dalam sejarah modern. Dimana dilaporkan ada 39.384 anak-anak Gaza telah kehilangan satu atau kedua orang tuanya. Ada sekitar 17000 anak yang kehilangan kedua orang tuanya, sehingga anak tersebut, harus bersiap menghadapi kehidupan tanpa perlindungan dan perawatan orang tua. (Sindo news, 5 April 2025).
Serangan genosida yang dilakukan Israel laknatullah, telah menjadikan bumi Palestina porak poranda akibat hampir setiap waktu zionis Israel meluncurkan rudal-rudalnya, terutama ke tempat-tempat pengungsian. Dasyatnya ledakan rudal ini, membuat tubuh anak-anak Palestina terpental ke udara. Sungguh pemandangan yang mengerikan dan menyayat hati.
Melihat kondisi anak-anak Palestina yang begitu memprihatinkan, maka tanggal 5 April ditetapkan sebagai Hari Anak Palestina. Namun apa arti hari anak jika bom-bom terus dijatuhkan dan melukai banyak anak-anak. Begitu pula dengan belum terpenuhinya hak anak-anak Gaza akibat kekejaman kaum zionis. Hal ini karena setiap bantuan yang datang diblokade. Sehingga tidak dapat dinikmati anak-anak Palestina.
Dalam kondisi Palestina yang begitu memprihatinkan, tidak ada satupun negara yang membantu dengan mengirimkan pasukannya. Dunia seolah bungkam terhadap apa yang terjadi di Palestina. Mereka hanya diisibukan dengan negosiasi dan diplomasi. Terlebih negera-negara muslim yang lebih memilih diam, daripada membantu berjuang bersama masyarakat Palestina dalam mengusir zionis Israel.
Sikap diam negara-negara ini hasil dari diterapkannya sistem Sekulerisme Kapitalisme. Dimana masing-masing hanya disibukan dengan urusan negaranya sendiri. Sistem sekulerisme juga menjadikan kaum muslimin terpecah-pecah, sehingga sulit untuk bersatu dalam melawan musuh-musuh Islam.
Seperti yang terjadi pada negeri Palestina, dimana seharusnya, seluruh negeri-negeri muslim bersatu untuk bersama-sama berjuang mengusir zionis Israel dari bumi Palestina. Tidak membiarkan negeri Palestina terus menerus dibombardir, sehingga banyak melukai dan menewaskan penduduknya, termasuk anak-anak yang tidak berdosa.
Islam sebagai agama yang sempurna mengatur seluruh aspek kehidupan termasuk didalamnya bagaimana cara berperang. Dalam peperangan, Islam melarang melukai anak-anak, wanita dan orang tua. Sungguh berbeda dengan kondisi anak-anak Palestina saat ini yang begitu banyak yang terluka, serta banyak yang syahid akibat serangan zionis Israel.
Dalam Islam umat ibarat satu tubuh sebagaimana hadist Rasulullah SAW, "Kamu akan melihat orang-orang mukmin dalam hal saling mengasih, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya). (HR Muslim no: 5685).
Untuk itu sudah menjadi kewajiban kaum muslimin membantu saudaranya yang menderita seperti yang terjadi Palestina. Yaitu dengan berjihad mengusir zionis Israel. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Hajj ayat 78 yang artinya "Dan berjihadlah kamu dijalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. Ikutilah agama orangtuamu Ibrahim. Dia Allah telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, begiti pula dalam Al Qur'an ini, supaya Rasul menjadi saksi atas dirimu, dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan berpegangteguhlah kamu pada tali Allah. Dia adalah pelindungmu, maka Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik Penolong".
Kaum muslimin seharusnya tidak membiarkan saudaranya di Palestina terus menderita karena Allah SWT akan meminta pertanggungjawaban kepada semua kaum muslimin atas hal ini. Dan kelak di akhirat anak-anak Palestina akan meminta pertanggungjawaban kaum muslimin.
Untuk itu kita harus berusaha membebaskan saudara kita di Palestina, dari kekejaman zionis Israel yaitu dengan bersatu untuk berjihad. Dan ini hanya dapat dilakukan dalam Sistem Islam. Karena sistem inilah satu-satunya sistem pemerintahan yang menerapkan seluruh aturan Allah secara menyeluruh, termasuk kewajiban untuk berjihad. Sistem Islam juga berfungsi sebagai Raa'in dan Junnah, bagi seluruh kaum muslim. Sehingga dalam sistem Islam ini, seluruh kaum muslimin akan hidup dengan penuh keberkahan dan kesejahteraan. Allahu 'alam bishawab

No comments:
Post a Comment