Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Waspada, Pelecehan Seksual Belum Reda

Friday, March 28, 2025 | Friday, March 28, 2025 WIB Last Updated 2025-03-28T10:17:45Z

 



Oleh Sumiati

Pendidik Generasi


Kabar duka untuk kaum perempuan kembali memenuhi ruang berita. Satu kata yang menjijikkan itu lewat di banyak beranda. Marah, sedih bercampur menjadi satu. Berharap ingin ada solusi hakiki hingga kasus demi kasus tak terulang kembali. Karena sejatinya kasus-kasus seperti ini tidak boleh terus terjadi. 

Namun sayang, hingga kini kasus-kasus tersebut belum mereda, justru makin menjadi. Bukan hanya menjangkiti remaja yang menjauh dari agama mereka, tetapi hingga menjangkiti para pendidik, yang seharusnya mereka adalah pelindung bagi siswa di sekolah, sebagai pengganti orang tua selama di sekolah. 

Pelecehan seksual di lingkungan pendidikan masih banyak terjadi. Berulangnya peristiwa ini menunjukkan bukan sekadar kesalahan pada oknum semata, tapi akibat diterapkannya sistem demokrasi sekuler. 

Guru yang seharusnya menjadi panutan dan memberikan teladan baik, tapi justru melakukan pelecehan seksual kepada peserta didiknya. Hal ini tidak luput akibat dari tontonan media yang liberal, lingkungan pergaulan dan sistem pendidikan yang sekuler sehingga tidak bisa mewujudkan pribadi yang mulia.

Islam memiliki mekanisme untuk mencegah pelecehan seksual, penerapan sistem pendidikan Islam, yang mengarahkan kepada umat untuk menahan diri dari hal-hal yang Allah Swt. larang. Bahkan dari sejak dini telah ditanamkan hidup antara laki-laki dan perempuan terpisah, diajarkan menutup aurat sejak dini, diajarkan menjaga kehormatan diri. 

Selain itu, Islam memiliki sistem pergaulan yang terstruktur. Sejak kecil mereka dibiasakan tidur terpisah meskipun saudara. Walaupun ada kalanya ketika terdesak tempat tidur, misal harus satu ruangan tetapi dibedakan kasur atau selimut. Dalam pendampingan mereka, urusan perempuan ditangani ibunya di rumah, sementara anak laki-laki dalam pendampingan ayahnya. Semua diatur hingga mereka memahami bergaul dengan keluarga harus benar, begitu pun dengan orang lain. 

Di dalam Islam pun ada sistem sanksi yang tegas, ada rajam untuk para pezina yang sudah menikah, ada cambuk hingga 100 kali dan diasingkan satu tahun untuk pezina yang belum pernah menikah. Semua itu dilakukan agar ada pencegahan dan penebusan dalam dosa-dosa umat muslim. Sebagaimana wanita Yahudi di masa Rasulullah saw. yang bernama Ghamidiyah. Ia bahkan meminta dirajam oleh Rasulullah. saw karena ia telah berzina hingga hamil dan melahirkan, yang akhirnya ia pun dirajam dan meninggal dunia. Namun, kabarnya ia bahagia di surga, karena hukum Islam mampu menebus dosanya di dunia. 

Di dalam Islam pun memiliki media yang islami, yang akan menutup segala celah pelecehan seksual. Tidak ada tayangan porno, atau situs-situs porno, yang menyebabkan rusaknya akhlak umat. 

Ketakwaan individu pun terbukti, kontrol dari masyarakat terjaga dan penerapkan sistem Islam yang dilakukan negara menjadi langkah konkret untuk mengatasi pelecehan seksual yang hari ini tiada kunjung usai. 

Wallahu a'lam bishshawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update