Oleh: Eka Mas Supartini,
(Praktisi Kesehatan dan Penggiat Literasi)
Di beberapa daerah di Kabupaten Bandung salah satunya di jalan Panyawungan, Desa Cileunyi Wetan, Jalan Ciguruwik dan Jalan DED di Kompleks Permata Biru, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung dilakukan perbaikan jalan oleh warganya dengan uang yang didapatkan dari hasil iuran warga dan swadaya sejumlah pengusaha di jalan tersebut. Hal ini disampaikan langsung oleh Apih salah satu warga Cinunuk Kabupaten Bandung, Sabtu, (KejakimpolNews.com 27/1/2025).
Kenapa Jalanan mudah Rusak?
Hari – hari ini, ada banyak sekali jalanan umun yang biasa dilalui oleh masyarakat sipil telah rusak dan bisa dikatakan tak layak untuk digunakan, selain menimbulkan kecelakaan yang mengancam nyawa, jalanan rusak juga dapat merusak kendaraan yang melintas.
Salah satu penyebab jalanan yang cepat sekali berlubang, rusak dan tak layak digunakan adalah drainase air yang tidak baik, drainase air yang tidak baik juga karena beberapa faktor salah satunya, tata kelola pembangunan yang tidak memperhatikan amdal, sistem tata kelola sampah yang tidak diurus dengan serius, dan lain sebagainya.
Sehingga saat hujan turun, air dari selokan – selokan naik kepermukaan jalan yang mengakibatkan aspal dan permukaan jalan menjadi terkikis yang mengakibatkan jalanan mudah bolong dan rusak.
Selain itu, kurangnya pemantauan dari pemerintah setempat terkait masa pakai dan masa perbaikan yang harus dilakukan rutin untuk perawatan jalan umum tersebut menjadi salah satu faktor penyebab jalan mudah rusak dan tak layak untuk digunakan.
Sehingga karena lambatnya dan kurangnya perhatian pemerintah terhadap keresahan yang dirasakan masyarakat terhadap banyaknya jalan yang rusak dan tidak layak digunakan, sehingga rakyat sendiri yang berinisiatif untuk melakukan perbaikan jalan tersebut.
Perbaikan Jalan Umum, Tugas Siapa?
Dalam pemerintahan yang menerapkan sistem kapitalisme, hal tersebut tidak heran terjadi bahkan menjadi pemandangan biasa, nyawa serta hidup layak untuk masyarakat kalangan bawah hanyalah angan fatamorgana.
Sistem kapitalisme adalah sebuah sistem yang berfokus pada keuntungan materi belaka, dimana materi dijadikan tujuan utama dalam sebuah kebijakan yang akan dikeluarkan oleh para penguasa.
Hal ini menyebabkan hak-hak dasar masyarakatnya bukan prioritas, karena kapitallisme hanya fokus untuk menghasilkan materi sebanyak-banyaknya, maka setiap kebijakan hanya akan memihak kepada para pengusaha pemilik modal, tanpa mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang dirasa tidak memberikan keuntungan terhadap negara.
Kapitalisme menjadikan setiap individu berlomba-lomba menumpuk materi sebanyak- banyaknya, tanpa memperhatikan agama dan norma, sehingga yang tidak dapat bersaing dia akan tertindas, tertinggal, tak punya kuasa, sehingga kapitalisme menciptakan kesenjangan yang luar bisa antara si miskin dan si kaya.
Sehingga menjadi tidak aneh ketika rakyat kecil berjuang sendiri untuk memenuhi hak-hak dasarnya, memenuhi kebutuhan hidupnya, dan negara abai akan tugasnya sebagai pemimpin, pelayan bagi rakyat, yang menjamin keamanan, kenyamanan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya.
Islam dalam memenuhi hak-hak dasar manusia
Jauh berbeda dengan sistem kapitalisme, Islam memandang bahwa tugas penguasa adalah sebagai penyelenggara negara di mana salah satu tugasnya adalah memastikan bahwa hak – hak dasar rakyatnya terpenuhi, agar dapat hidup aman dan nyaman, sehingga setiap warganya dapat beribadah dengan tenang kepada Allah Tuhan pencipta-Nya.
Karena dalam Islam penguasa adalah pengembala dan rakyat adalah gembalaannya, sehingga penguasa bertanggung jawab atas kesejahtraan rakyatnya. Dan setiap kebijakan yang dikeluarkan akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah kelak. Hal tersebut sesuai dengan HR. Imam Bukhari yaitu “أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ” yang artinya “Setiap dari kalian adalah pemimpin dan tiap - tiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban”.
Seorang pemimpin dalam Islam akan merasa diawasi oleh Allah penciptanya, maka ia sadar bahwa setiap kebijakannya akan dipertanggunng jawabkan. Sehingga ia tidak akan abai terhadap tugasnya sebagai pemimpin, dan pelayan umat.
Negara wajib memberikan fasilitas terbaik , fasilitas yang aman dan nyaman untuk rakyatnya, pembangunan, perbaikan serta perawatan fasilistas umum adalah tugas negara.
Negara hadir dalam setiap permasalahan umat, untuk menyelesaikannya dengan pengajian yang teliti dan mendalam serta melibatkan ahli – ahli dibidangnya, sehingga solusi yang diambil tepat dan dapat dirasakan oleh seluruh rakyat.
Selain itu setiap penyelesaian permasalahan yang terjadi bukan hanya menyelesaikan permasalahan saat itu saja, namun juga merancang sebuah kebijakan dan regulasi agar permasalahan tersebut tidak terjadi kembali dikemudian hari.
Di samping itu, dalam Islam tujuan dari bernegara bukanlah materi melainkan ridha Allah, sehingga setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh seorang pemimpin adalah untuk kemaslahatan umat, sehingga dapat meningkatkan ketaatan rakyatnya kepada Allah, mempermudah setiap rakyatnya beribadah kepada Allah, menyebarkan wahyu Allah ke seluruh penjuru bumi.
Sehingga setiap manusia di muka bumi ini dapat merasakan indahnya Islam, Islam yang rahmatan lil alamin, dan semua itu hanya akan terwujud ketika syariat Islam diterapkan dalam sebuah institusi negara.
wallahu 'alam bisshawab
No comments:
Post a Comment