Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menyikapi PHK Massal: solusi jangka pendek atau kerugian jangka panjang

Friday, March 07, 2025 | Friday, March 07, 2025 WIB

 


Oleh : Suryani


Dikutip dari Jakarta, CNBC Indonesia- Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal kembali menghantui indonesia. Dua pabrik memutuskan menghentikan produksinya alias tutup, menyebabkan ribuan orang buruh terancam kehilangan sumber pendapatan.


PHK massal seringkali dilakukan oleh perusahaan atau instansi yang seringkali dikaitkan dengan kebutuhan untuk bertahan dalam situasi yang sulit atau untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan, yang dimaksud dari efesiensi yaitu menggunakan sumber daya seperti (tenaga kerja, waktu, dan bahan baku) tujuannya untuk mengurangi pemborosan, meningkatkan produktivitas, dan memaksimalkan keuntungan tanpa mengorbankan kualitas berupa produk atau jasa yang dihasilkan. 


Namun PHK Massal bukanlah tindakan yang bijak karena sangat berdampak pada buruh kerja, secara langsung hilangnya sumber pendapatan bagi pekerja. Tampa pekerjaan buruh kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membayar kebutuhan finansial seperti hutang jika ada, biaya pendidikan, dan perawatan kesehatan. Kehilangan pekerjaan seringkali juga berdampak pada kesehatan mental dimana kehilangan pekerjaan menyebabkan stres, kecemasan, dan depresi. Para buruh kerja juga harus mencari pekerjaan baru, mendapatkan pekerjaan bukanlah hal yang mudah dikarenakan keahlian yang dimiliki berbeda-beda.


Analisis Penyebab PHK


Pertama, adanya penurunan kinerja keuangan, ketika perusahaan mengalami penurunan pendapatan atau kerugian finansial PHK massal sering dijadikan cara untuk menghemat biaya dan mengurangi beban operasional. Ini biasa terjadi saat krisis ekonomi atau perusahaan sedang menghadapi tantangan pasar. Kedua, munculnya intruksi presiden mengenai efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025 yang menjadi landasan pemerintah sebagai upaya melakukan penghematan anggaran negara yang menargetkan kementrian dan juga lembaga/ instansi, hal ini berdampak pada pemangkasan anggaran yang berimbas terhadap pemotongan jumlah karyawan, perusahaan melakukan seleksi terhadap para pekerja yang dianggap layak untuk dipertahankan.


Menanggapi dengan islam


Dalam islam jika sebuah perusahaan menghadapi penurunan pendapatan, dan terpaksa harus melakukan PHK perusahaan tetap diwajibkan untuk memberikan hak-hak karyawan sesuai dengan perjanjian atau memberikan kompensasi yang sesuai, hal ini berdasarkan prisip keadilan (adl) yang sangat ditekankan dalam ajaran islam. islam menekankan bahwa perusahaan memiliki tanggung jawab moral dan sosial, perusahaan wajib memberikan dukungan bagi karyawan misalnya memberikan referensi pekerjaan baru atau bantuan pencarian pekerjaan.


Islam mengajarkan pentingnya efisiensi dalam penggunaan sumber daya untuk menghemat anggaran negara sehingga tidak berimbas terhadap masyarakat seperti PHK Massal. Hal ini disebut dengan ikhtisad (pengolahan yang bijaksana) yang menekankan pengeluaran yang tepat dan tidak berlebihan. Penghematan anggaran negara dalam islam bukan hanya berfokus pada pemangkasan anggran, tatapi juga pada pemanfaatan anggran yang ada secara optimal seperti memanfaatkan anggaran negara secara bijaksana terutama dalam proyek-proyek besar seperti pembangunan infrastruktur. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman, “sesungguhnya orang-orang yang memboroskan harta mereka adalah saudara-saudara setan, dan setelah itu adalah makhluk yang kufur” (QS.Al-Isra:27).


Wallahu alam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update