Oleh Sri Rahayu Lesmanawaty (Aktivis Muslimah Peduli Generasi)
Sejak keluar dari isolasinya, AS yang berideologi kapitalisme, segera terlibat dalam mengendalikan dunia, bahkan mencoba untuk mengendalikannya sendirian. Kekuatannya membesar dengan cepat setelah runtuhnya Uni Soviet dan tetap menjadi negara raksasa tanpa pesaing hingga hari ini.
Kejumawaan AS kian merajai. Terlihat saat perjanjian gencatan senjata Gaza masih berlangsung, sementara tentara Zion*s tetap melakukan serangan mematikan dengan menghalangi ketentuan utama protokol kemanusiaan, khususnya masuknya rumah mobil dan peralatan berat ke jalur tersebut, AS tetap berobsesi mengambil Gaza.
Presiden AS Donald Trump mengulang-ulang pernyataan untuk mengambil alih Gaza, merekonstruksi dan membangunnya menjadi “Riviera Timur Tengah”, setelah memukimkan (mengusir) warga Palestina ke negara-negara regional, padahal telah terjadi pelanggaran Internasional yang dilakukan terang-terangan oleh Zion*s. PBB yang katanya penjaga perdamaian dunia tak punya daya.
Syekh Taqiyuddin An-Nabhani rahumahullah dalam kitabnya Mafahim Siyasiyah li Hizbi at-Tahriri menjelaskan bahwa AS menguasai PBB dan segenap badan-badan dunia bentukannya, kemudian menjadikannya sebagai alat intervensi dan penjajahan gaya baru. Dana terbesar di Bank Dunia dan IMF adalah milik AS, yang akhirnya menghasilkan pengaruh politik pada tiap bidang kerja Bank Dunia dan IMF.
Tak cukup sampai di situ, AS terus berupaya memperkuat perdagangan dunia dengan politik globalisasinya yang dijadikan sebagai senjata WTO, dan menjadikan WTO sarana untuk mengintervensi pasar-pasar lokal dengan dalih tarif bea masuk bersama dan mewujudkan liberalisasi perdagangan.
Kemampuan militer, politik, dan ekonomi AS yang besar, dengan kejumawaannya AS menjadi bagian dari politik lokal di tiap negara di dunia. AS menyulut krisis di wilayah-wilayah konflik. Klasifikasi-klasifikasi baru untuk berbagai negara dibuatnya. Negara-negara poros kejahatan (evil axis) ataupun negara-negara pendukung terorisme menjadi istilah yang tak satu pun selamat dari bahaya istilah itu, bahkan negara sekutu dan pengikutnya.
AS mengendalikan krisis-krisis yang terjadi di dunia, memaksakan solusi-solusinya sebagai bagian integral dari strateginya menghegemoni dunia. Watak kapitalisme sekuler yang serakah dan menghalalkan segala cara telah menjadi nafas dan identitas yang melekat bagi AS.
Hanya Khilafah Lawan Setara
Menyedihkan. Sampai detik ini belum ada satu penguasa muslim pun yang berani menentang AS. Mereka sibuk melindungi kepentingan pribadi dan kelompoknya masing-masing. Mereka cenderung memilih zona aman dan nyaman bagai kerbau dicucuk hidung.
Sifat adidaya AS yang memimpin dunia dengan ideologi kapitalisme yang rusak dan merusak akan terus memunculkan konflik. Kita bisa melihat apa yang terjadi di Palestina. Agresi terus saja berlangsung. Ancaman pengusiran dan genosida terus terjadi. Berharap bantuan dari penguasa-penguasa muslim pun seakan utopi. Rakyat Palestina terus saja berjuang sendiri.
AS harus tumbang. Jumawa harus lenyap. Harus ada kekuatan lebih besar atau minimal setara dengannya. Satu-satunya calon adidaya yang akan menjadi pesaing AS adalah negara Islam (Khilafah) yang menerapkan Islam secara kafah, karena Ideologi Islam yang berasal dari Sang Pencipta lah satu-satunya ideologi yang benar, yang memiliki kekuatan mumpuni yang mampu membawa manusia pada kehidupan yang aman dan sejahtera.
Khilafah akan mengharamkan penindasan, perampasan, pembunuhan, dan segala bentuk kezaliman. Sebagaimana firman Allah Ta'ala dalam QS Al-Maidah ayat 32,
“Siapapun yang membunuh seseorang bukan karena (orang yang dibunuh itu) telah membunuh orang lain atau karena telah berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia.”
Khilafah akan menyerukan jihad dan mengusir imperialis dari tiap jengkal negeri muslim. In syaa Allaah, Gaza pun terbebas nyata. Firman Allah Ta'ala,
"Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah dan agama hanya bagi Allah semata.” (QS. Al anfal: 39).
Demikianlah khilafah sangat mampu mematikan kejumawaan. Khilafah mampu menghilangkan keserakahan AS beserta antek-anteknya. Khilafah mampu menghentikan segala bentuk penjajahan dan penindasan atas dunia. Khilafah sangat berdaya tanpa harus jumawa.
Wallaahu a'laam bisshawaab.

No comments:
Post a Comment