Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Al Qur'an Sebagai petunjuk bagi induvidu, Masyarakat dan juga Negara

Saturday, March 29, 2025 | Saturday, March 29, 2025 WIB Last Updated 2025-03-29T14:41:38Z
Al Qur'an Sebagai petunjuk bagi induvidu, Masyarakat dan juga Negara

Penulis : Nurnita Sari S.P


Di bulan yang mulia saat ini seluruh umat muslim pada seluruh penjuru dunia sedang menjalankan ibadah puasa, bulan yang hanya datang 1 tahun sekali, bulan yang di dalam nya terdapat banyak sekali keistimewaan salah satu nya yaitu bulan di turunkan nya Al-Quran.


“Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS Al-Baqarah [2]: 185).


Al-Qu'ran merupakan kitabullah yang digunakan sebagai petunjuk dalam kehidupan, sebagai al- furqan atau pembeda. Pembeda antara yang benar dan yang salah, sebagai cahaya dalam kehidupan, sebagai pedoman dalam seluruh ranah di kehidupan sebab Al-Qur'an tidak ada keraguan di dalam nya.


“Kitab (Al-Qur’an) ini, tidak ada keraguan di dalamnya, adalah petunjuk bagi kaum yang bertakwa.” (QS Al-Baqarah [2]: 2).


Namun fakta nya saat ini, umat telah terlalu lama berpaling dari Al-Qur'an. Al Qur'an hanya tersimpan rapi tanpa pernah ngamalkan nya. Negara pun telah memisahkan Al-Qur'an dalam kehidupan bernergara.


Sistem negara Demokrasi kapitalisme saat ini tidak menjadikan Al-Qur'an sebagai petunjuk dan aturan dalam kehidupan. 

Sistem saat ini malah menjadikan akal manusia sebagai sumber aturan, padahal manusia adalah makhluk yang  lemah sehingga berpotensi adanya pertentangan dan berkonsekuensi lahirnya berbagai permasalahan.


Sejak sistem islam runtuh, Al-Qur'an sudah tidak lagi digunakan dalam sumber kehidupan, umat telah melewati Ramadan ke Ramadan tanpa aturan dari Al Quran. Al-Qur’an yang turun saat Ramadan tidak juga menggerakkan mereka untuk segera menerapkannya dalam kehidupan. 


Saat ini, Al-Qur’an tidak dijadikan sebagai sumber aturan  perundang-undangan negara, justru ideologi sekuler kapitalisme dari Baratlah yang dijadikan sumber perundang-undangan negara. Yang lebih ironis lagi, banyak umat muslim yang menolak, bahkan memusuhi syariat Islam.


Sehingga wajar jika kehidupan umat Islam benar-benar menyedihkan dalam seluruh aspek kehidupan nya, lihatlah akibat mengabaikan Al-Qur’an dan hukum-hukumnya, negeri ini menjadi gelap dan tersesat, lihatlah berbagai bentuk kemungkaran dan kebatilan yang merajalela di negeri ini.


Ternyata benar apa yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an. “Dan barang siapa berpaling dari peringatan (ayat-ayat)-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” (QS Thaha: 124).


*Saat nya Mewujudkan Al-Quran sebagai pedoman pada seluruh kehidupan*


Saat ini kita sudah mendekati hari hari terakhir  Ramadan. Sudah seharusnya  kita fokus berintropeksi  tentang kondisi umat sekaligus merancang apa yang akan terjadi pada masa mendatang dan siap menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk kehidupan.


Al-Qur’an tidak hanya menjadi pedoman bagi setiap individu dan masyarakat muslim. Akan tetapi Al-Qur’an pun harus menjadi pedoman dalam kehidupan bernegara.  Sebab, Al-Qur’an adalah mukjizat paling agung yang Allah Swt. turunkan kepada manusia.


 “Andai Al-Qur’an ini Kami turunkan di atas gunung, kamu (Muhammad) pasti akan menyaksikan gunung itu tunduk dan terbelah karena takut kepada Allah. Perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka mau berpikir.” (QS Al-Hasyr [59]: 21).


Karna itu, sebagai orang  yang bertakwa tentu kita tidak menjadikan Al-Qur’an sekadar dibaca dan dikhatamkan. Kita akan berjuang agar Al-Qur’an bisa benar-benar diterapkan dalam kehidupan. 


Oleh karena itu, seharusnya individu, masyarakat, dan pemimpin negara wajib menerapkan hukum-hukum Al-Qur’an secara kafah dalam seluruh aspek kehidupan seperti yang telah ditegaskan bahwa seorang muslim wajib masuk Islam secara kafah. (QS Al-Baqarah [2]: 208). 


Untuk mewujudkan hal ini maka harus di lakukan perjuangan yang sungguh-sungguh untuk menjadikan Al-Quran sebagai dasar yang mengatur setiap aspek kehidupan. 

Perjuangan yang dibutuhkan adalah dakwah kepada umat yang dilakukan oleh jamaah dakwah ideologis untuk membangun kesadaran umat akan kewajiban menerapkan Al Qur’an dalam kehidupan secara nyata, tidak hanya bagi individu, namun juga oleh masyarakat dan negara.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update