Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pengelolaan Sumber Daya Alam, Islam Solusinya!

Thursday, February 06, 2025 | Thursday, February 06, 2025 WIB
Sania Uswah Nafisah

Oleh : Sania Uswah Nafisah 
(Mahasiswi Telkom University)

Dilansir dari media online Tribunnews.com bahwa Sejumlah wilayah di Indonesia mulai merasakan gas elpiji 3 kilogram langka di pasaran. Lantas apa penyebab gas elpiji 3 kg langka? Diketahui, per 1 Februari 2025, pengecer tidak lagi diperbolehkan menjual gas elpiji 3 kg . Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan, pengecer yang ingin tetap menjual elpiji bersubsidi harus terdaftar sebagai pangkalan atau subpenyalur resmi Pertamina dengan cara mendaftar melalui sistem Online Single Submission (OSS) untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB). Setelah kebijakan ini berlaku, distribusi elpiji 3 kg akan langsung dari pangkalan ke konsumen tanpa melalui pengecer. 

Perubahan tersebut adalah keniscayaan dalam sistem ekonomi kapitalisme, karena salah satu sifat sistem ini adalah memudahkan para pemilik modal besar untuk menguasai pasar dari bahan baku hingga bahan jadi. Sistem ini juga meniscayakan adanya liberalisasi (migas) dengan memberi jalan bagi korporasi mengelola SDA yang sejatinya milik rakyat. Sistem kapitalisme pada pemerintahan yang diterapkan pada saat ini tidak memastikan masyarakat yang hidup dalam keadaan keadaan kenyang, malah menyusahkan masyarakat dalam mencari sumber daya alam yang seharusnya diberikan kepada rakyatnya secara adil. 

Berbeda sekali dengan islam yang akan menjamin rakyat hidup dalam kecukupan dan akan berlaku adil dalam mengelola sumber daya alam. Islam menetapkan migas termasuk dalam kepemilikan umum, dan mewajibkan negara untuk mengelola sumber daya tersebut untuk kepentingan rakyat, sesuai dengan fungsi negara sebagai raa’in. Negara tidak boleh menyerahkan pengelolaan migas ini pada perorangan/perusahaan. Seharusnya negara memudahkan rakyat mengakses berbagai kebutuhannya akan layanan publik, fasilitas umum dan sumber daya alam yang merupakan hajat publik, termasuk migas. Kapitalisme membutakan penguasa akan harta dan kekuasaan sehingga tidak peduli dengan keadaan rakyat dibawahnya. Sedangkan dalam islam akan menghasilkan penguasa-penguasa yang amanah terhadap negara dan rakyatnya.

Wallahualambissowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update