Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

PEMUDA DALAM PUSARAN PEWARISAN KEPEMIMPINAN

Saturday, February 01, 2025 | Saturday, February 01, 2025 WIB Last Updated 2025-02-01T06:50:49Z


Oleh Sri Rahayu Lesmanawaty (Aktivis Muslimah Peduli Generasi)

Dan hendaklah orang-orang takut kepada Allah, bila seandainya mereka meninggalkan anak-anaknya, yang dalam keadaan lemah, yang mereka khawatirkan terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar”. (an-Nisa’: 9).

Pemuda Dan Realita Saat Ini

Miris, di tengah haru biru pergantian kepemimpinan saat ini, pemuda dihadapkan dengan berbagai pilihan hidup. Berita di atas menunjukkan bahwa menjadi pemuda saat ini yang teridentifikasi sebagai garda terdepan untuk memimpin negeri atau hanya sebatas penghasil cuan atas nama keberhasilan ekonomi, realitasnya pemuda dihadapkan dengan berbagai kondisi mengenaskan, dari mulai menghabisi diri dengan segala nilai yang melahirkan adanya kerusakan sampai pada menghabisi diri tanpa kendali.

Orientasi hidup keduniaan tanpa ada batas kebaikan hakiki menjadikan pemuda hanya sebagai tumbal kejayaan oligarki.

Bagaikan mesin, pemuda menjadi elemen robotik tanpa bisa berpikir jernih sesuai potensi yang dimilikinya. Andai berhasil pun, pemuda rentan terhadap jiwa lemah mental korup sebagaimana begitu tragisnya isue korup di kalangan para pemimpin negeri ini baik di tingkat pusat atau pun daerah. Pusaran pewarisan kepemimpinan yang terindra saat ini.

Pewarisan kepemimpinan dan memimpin dikhawatirkan akan diwarnai racun liberal yang melewati batas Iman di kalangan para pemuda.

Peran pemuda terdistorsi. Orientasi hidup yang diarahkan pada kehidupan yang materialistis, sekuler dan liberal menjadikan pemuda berlomba-lomba mengejar kebahagian materi tanpa mengindahkan aturan agama. Pemuda menjadi labil, tidak memiliki standar jelas dalam pengambilan keputusan. Meningkatnya kasus bunuh diri, penggunaan narkoba, seks bebas dan beragam tindak kriminal menghiasi ritme kehidupan pemuda di tengah pesta peralihan kepemimpinan.

Pemuda Pengukir Peradaban 

Indonesia sebagai negara dengan pemeluk Islam terbesar di dunia dan juga terdiri dari bermacam-macam agama lainnya, tentunya bisa  dikatakan sebagai negeri yang religius. Dengan kondisi masyarakat yang ditopang dengan keyakinan agama, diharapkan mampu melahirkan generasi yang berkuallitas,  terdidik oleh keyakinan dan aturan yang benar.

Seiring dengan itu tentunya ukiran yang ditoreh pun menghasilkan wujud perubahan kepada peradaban yang cemerlang. Seharusnya.

Dengan predikat yang melekat  sebagai agent of change dan juga social control, para pemuda memiliki potensi yang begitu besar, pemikiran yang matang, kepekaan terhadap lingkungan sekitar tinggi, bersemangat dan berani dalam membela kebenaran, harusnya pemuda disegani dan diharapkan oleh umat sebagai pembawa perubahan sebagai pengukir peradaban cemerlang.

Namun apa mau dikata, pemuda sengaja disibukkan dengan perkara-perkara dunia. Lupa pada tujuan hidup mereka yang sebenarnya sebagai seorang Muslim yang mampu  berperan sebagai agen perubahan hakiki. 

Melalui sistem pendidikan sekuler paham dan ide kebebasan, pluralisme, moderasi, HAM, antiradikalisme yang  justru bertentangan dengan Islam bahkan untuk menyerang Islam, pemuda dialihpandangkan pada ukuran dunia saja.  Belum lagi arus liberaliasi melalui 5F (fun, food, fashion, film, faith) dan 1S (sing) yang juga begitu deras diaruskan, semakin melenakan para pemuda pada kemewahan dunia. Peran pengukir peradaban cemerlang menjadi terabaikan.

Pemuda Dalam Islam

Sebagai calon pemimpin di masa yang akan datang pemuda dalam Islam sangat diperhatikan dan diperhitungkan. Kepribadiannya dibentuk sesuai Islam dan aspirasinya didengarkan sebagai wujud panggilan iman untuk ber-amar makruf nahi munkar. Pendidikan keyakinan kepada Allah SWT dengan aqidah yang ditanamkan sejak awal di dalam keluarga, disertai masyarakat sebagai lingkungan tempat belajar pemuda  secara langsung dalam kebiasaan amar makruf nahi munkar, juga negara yang membentuk lingkungan yang baik bagi perkembangan pemuda dengan menyusun kurikulum yang mengantarkan pada tercapainya kepribadian Islam dengan bekal tsaqafah Islam ataupun ilmu di bidang sains dan teknologi sebagai pengembangan potensi dan keintelektualan para pemuda, membuat persiapan pemuda menjadi pemimpin terbaik adalah niscaya.

Dalam Islam para pemuda akan memainkan peran mereka  untuk berbuat sebaik-baiknya demi kemaslahatan umat dan kemuliaan Islam.

Fenomena hari ini, konsekuensi dari korelasi antara kegagalan pemahaman Islam yang belum memadai menjadikan pendidikan yang ada dikuatkan dengan memahami agama agar sesuai dengan semangat Islam, dan pemuda pun mampu mewarisi kepemimpinan yang diluruskan agama, tanpa jiwa korup tanpa kedzaliman.

Oleh karena itu dalam kondisi bangsa yang karut marut, membina generasi muda dan mendidik mereka dengan Islam adalah suatu keniscayaan. Inilah antara lain tugas besar dari para pemimpin agar dapat mewariskan kepemimpinan yang lurus dan meluruskan, selurus para pemimpin Islam pada masanya. 

Wallaahu a'laam bisshawaab.




No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update